Latest News

Tuesday, February 26, 2013

"Bubarkan Paroki!" teriak warga yang menolak pendirian Gereja Damai Kristus Paroki Kampung Duri

"Bubarkan Paroki!" teriak warga yang menolak pendirian Gereja Damai Kristus Paroki Kampung Duri

Metrotvnews.com, Jakarta: Polda Metro Jaya menepis kabar adanya penyerangan yang dilakukan warga terhadap Sekolah Damai, di Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat, yang direncanakan diubah statusnya menjadi Gereja Katolik Damai Kristus.

Yang ada hanyalah kunjungan sekitar seratus warga yang didominasi ibu-ibu pengajian setempat yang mempertanyakan perubahan status bangunan itu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes pol Rikwanto, Jumat (15/2), mengungkapkan kabar soal penyerangan itu cuma pepesan kosong. Yang ada, hanyalah demonstrasi warga. Perwakilan warga sebanyak lima orang pun bertemu Pemimpin Gereja Katolik Damai Kristus Romo Matheus Widyolestari di sekolah itu. Mereka hendak menyampaikan aspirasinya yang menolak perubahan izin fasos (fasilitas sosial) sekolah itu menjadi izin pendirian gereja.

"Mereka cuma serahkan surat lalu bubar seperti biasa. Enggak ada penyerangan itu. ini juga terus dipantau sama Polsek (Tambora)," cetus Rikwanto, di Jakarta, Jumat (15/2).

Dikatakan, surat yang diberikan warga warga yang tergabung dalam Forum Rakyat Masjid dan Musholah Duri Selatan kepada pihak gereja itu adalah kertas berisi tanda tangan masyarakat setempat yang menolak pengubahan status bangunan sekolah itu menjadi tempat ibadah. Mereka mendesak pembangunan gereja--yang menggunakan aula Yayasan Bunda Hati Kudus--untuk dihentikan. Menurutnya, ini menyalahi SK Gubernur Tahun 1998.

Penolakan warga terhadap Gereja Damai Kristus Paroki Kampung Duri itu sebenarnya sudah berlangsung sejak November 2007. Rangkaian pembicaraan dilakukan antara pihak gereja dan masyarakat, dengan melibatkan tokoh masyarakat, pihak Kelurahan dan Kecamatan setempat. Namun, belum juga hadir kata sepakat. Pihak gereja berargumen, penggunaan aula ini sudah dilakukan sejak tahun 1968. Sebab, tidak ada lagi tempat lain yang memungkinkan untuk beribadah.

"Masyarakat hanya minta jika itu (didirikan) sebagai bentuk gereja jangan terlalu mencolok. Gereja di dalam sekolah boleh," kata Rikwanto menyitir surat tuntutan warga. Ditambahkannya, aksi demonstrasi itu berlangsung damai. "Pada dasarnya berlangsung baik," tutupnya.

Saturday, February 23, 2013

Klarifikasi Berita-Berita HOAX Pengunduran Diri Paus Benediktus XVI


Di Facebook, twitter dan jejaring sosial lainnya, bahkan lewat BBM dan SMS beredar berita bahwa Bapa Suci Benediktus mengundurkan diri karena telah meninggalkan Gereja Katolik dan keyakinannya sebagai penerus Kristus dan para rasul..

Ini berita yang sangat lucu dan penuh kebohongan.. Hanya karena sebuah foto kunjungan Bapa Suci pada tahun 2006 yang melakukan kunjungan ke sebuah Mesjid di Turki, dikatakan bahwa Bapa Suci sedang melakukan ritual keagamaan lain.. Jelas terlihat bahwa di foto ini Bapa Suci hanya menundukkan kepala sedangkan orang-orang di belakangnya tidak melakukan hal serupa..

Prihatinnya adalah banyak umat Katolik terprovokasi dan menjadi goncang imannya karena berita bohong ini..

Bapa Suci Benediktus mengundurkan diri karena ALASAN KESEHATAN dan Beliau bukan Paus pertama yg mengundurkan diri.. Apakah hal ini aneh? TIDAK..

For your info, Bapa Suci Beato Yohanes Paulus II juga digosipkan meninggalkan Gereja Katolik..

Dimana-mana entah di Indonesia dan mancanegara, Gereja Katolik selalu menjadi pusat perhatian karena Gereja adalah institusi tertua di muka bumi ini yang telah bertahan selama 2000 tahun.. Gereja telah melewati banyak tantangan dan tetap bertahan karena apa?

Janji Yesus sendiri "Di atas Batu Karang ini, Aku akan mendirikan jemaatKu dan ALAM MAUT TAKKAN MENGUASAINYA"

Apakah Iblis menyukai kebenaran? Tidak! Sampai kapanpun ia akan terus menyerang kebenaran itu, dan mereka yg menyerang Gereja dengan berita-berita HOAX adalah rekan sekerja Iblis..

Apakah anda mau setia pada Kristus dan GerejaNya?
Tak pernah ada alasan utk meninggalkan Kristus dan Gereja Katolik..

Dengan Gajinya Sendiri, Walikota Solo Membantu Warga Miskin

Walikota Solo, Fransiskus Xaverius Hadi Rudyatmo

Solo - Di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, para bupati mengeluhkan tentang gajinya yang sudah tiga tahun tidak naik. Presiden langsung merespons dan segera mewujudkan usulan itu. Wali Kota Surakarta, Fransiskus Xaverius Hadi Rudyatmo, sama sekali tidak tertarik berkomentar. Selama ini, dia mengaku malah sering tombok (menambah uang karna kurang).

Rudy, panggilan akrab Fransiskus Xaverius Hadi Rudyatmo, sudah 8 tahun berada di pemerintahan. Sejak 2005, Rudy menjabat sebagai wakil wali kota dan mulai 2012 lalu dia naik menjadi wali kota menggantikan Jokowi yang terpilih sebagai gubernur di DKI Jakarta.

Ketika dimintai komentar tentang keluhan gaji para bupati seperti disampaikan oleh Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), Isran Noor, di hadapan Presiden beberapa hari lalu, Rudy, spontan mengaku tidak tertarik mengomentari.

"Jika memang menghendaki kesejahteraan pribadi, sebaiknya tidak terjun ke dunia politik maupun pemerintahan. Menjadi pemimpin harus berkomitmen sebagai pelayan masyarakat. Itu yang harus dipegang," tegas Rudy kepada wartawan di Solo, Jumat (22/2/2013).

Jokowi dan FX Hadi Rudyatmo

Rudy memaparkan selama berada di pemerintahan, dirinya selalu mengalokasikan gajinya untuk kegiatan sosial kemasyarakatan. Setiap bulan dia memang mengambil gaji. Namun uang tersebut langsung dialokasikan untuk membantu warga yang lebih membutuhkan.

"Setiap bulan selalu saja ada yang butuh bantuan. Ada warga yang sakit parah, ada kesulitan membayar sekolah anak, ada yang kesulitan biaya untuk mengurus pemakaman keluarganya. Untuk itulah gaji bulanan saya alokasikan. Kadang sering nombok, seringkali dicukupi istri saya," lanjutnya.

Lalu bagaimana dia mencukupi kebutuhan hidup keluarganya? Rudy mengaku kebutuhan sehari-harinya dicukupi dari usaha pengolahan sampah dan percetakan yang dikelola keluarganya. Usaha pengolahan sampah plastik itu sudah ditekuninya sebelum menjadi wakil wali kota.

"Kami cukup dengan itu. Najan ora nyugihi nanging nguripi (meskipun tidak membuat kaya tetapi cukup bisa mencukupi kebutuhan hidup). Kami sekeluarga hanya ingin hidup seadanya, tidak pernah berpikir mencari kehidupan yang lebih. Kami memegang prinsip Jawa bahwa nyawa mung gadhuhan, bandha mung gadhuhan, pangkat mung sampiran (nyawa hanya pinjaman, kekayaan hanya titipan, pangkat hanya perhiasan)," lanjutnya.

Wednesday, February 20, 2013

Munculnya Calon Paus Berkulit Hitam

Kardinal Peter Turkson

Sejumlah nama kandidat mulai bermunculan. Ini mungkin pertama kali dalam sejarah lantaran beberapa calon justru mempunyai kulit berwarna. Peter Turkson merupakan nama yang langsung menguasai bursa pemilihan Paus. Lelaki menjabat kardinal bertugas di wilayah Nsuta-Wassaw, Ghana, ini sudah diperbincangkan sejak pertengahan tahun lalu lantaran lewat usahanya Katolik berkembang pesat di negara itu.

Kardinal kulit hitam dikenal beraliran konservatif namun mempunyai sisi humanis tinggi. Lantaran Turkson pula tingkat aborsi di Ghana bisa ditekan. Dia juga memberi penyuluhan pentingnya penggunaan alat kontrasepsi. Usahanya menyebarkan ajaran Kristus juga didukung stasiun televisi miliknya sendiri.

Kardinal Francis Arinze

Kandidat lain juga berkulit gelap yakni Francis Arinze. Kardinal asal Nigeria ini telah menjadi bagian dari Vatikan sejak zaman Yohanes Paulus II. Dia pula bersaing dengan Benediktus XVI pada 2005 di kursi pemimpin Vatikan.

Arinze terkenal berhati mulia. Dia mengatur distribusi makanan dan obat-obatan untuk wilayah konflik di negaranya. Toleransinya pada keyakinan tradisional sangat tinggi. Meski banyak orang Nigeria memeluk Katolik, nyatanya agama tradisi sulit dihilangkan.

Kardinal Luis Antonio Tangle

Sementara umat Katolik Filipina khusyuk berdoa agar Kardinal mereka Luis Antonio Tangle bisa menempati posisi Paus. Harapan itu banyak disampaikan melalui jejaring sosial. Di Asia, Filipina memang merupakan negara dengan komunitas Katolik terbesar.

Secara kapabilitas kardinal dari luar Eropa punya prestasi dan nama baik, namun secara kuantitas nampaknya hal itu masih samar dan bisa jadi pemimpin umat Katolik selanjutnya masih dari kulit putih. Benediktus XVI merupakan seorang Jerman, sementara pendahulunya Yohanes Paulus II berasal dari Polandia.

Melihat dari pemetaan kardinal surat kabar the Guardian melaporkan (14/2) sebanyak 85 kardinal dari 117 ada di Eropa, sisanya menyebar ke Afrika, Asia, Australia, dan Amerika. Paus baru hanya akan terpilih atas suara para kardinal dengan melihat kelayakan dan bisa jadi subyektifitas.

Paus baru selain mempunyai standar tinggi untuk memimpin Vatikan juga disetujui 117 kardinal berusia di bawah 80 tahun.

Demi melihat calon kuat ketua Takhta Suci nampaknya tahun ini dominasi kulit putih Eropa di Vatikan bakal berakhir. Itu pun jika para kardinal memang murni memilih sebab kemampuannya bukan berdasarkan warna kulit.

Monday, February 18, 2013

Amerika Latin Harapkan Pengganti Paus Bukan dari Eropa


REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Penduduk Amerika Latin berharap dapat memecah dominasi Eropa untuk menempati posisi sebagai pemimpin tertinggi agama Katolik setelah Paus Benedict mengundurkan diri pada Senin (11/2).

Amerika Latin adalah rumah bagi 42 persen pemeluk Katolik di seluruh dunia yang saat ini berjumlah sekitar 1,2 milyar jiwa. Angka tersebut jauh melebihi pengikut di Eropa yang hanya 25 persen. Namun, gereja Katolik di Amerika Latin dalam beberapa tahun terakhir kalah bersaing dengan Protestan dan kelompok evangelis lainnya.

Sejak Roma memecah tradisi yang telah bertahan lama pada tahun 1978 dengan mengangkat paus non-Italia, John Paul II, para pemeluk di Amerika Latin telah memupuk harapan bahwa suatu saat putra dari kawasan ini dapat memimpin gereja di seluruh dunia.

"Penunjukan seorang Amerika Latin sebagai paus dapat menjadi politik yang bagus bagi gereja. Banyak pemeluk Katolik di sini, namun perkembangannya tertinggal dari agama lain," kata Acacia Ramirez, seorang aktuaris berusia 36 tahun di Mexico City.

Tahun 1970 lalu, 96 persen penduduk Meksiko berjanji setia pada paus di Roma. Namun, selama empat dekade terakhir, jutaan orang berpindah ke Protestanisme evangelis dan gereja-gereja lain, atau bahkan menjadi ateis.

Di antara tahun 2000 sampai 2010, prosentase orang Katolik di Meksiko turun dari 88 persen menjadi kurang dari 83 persen. Tren penurunan juga terjadi di Brazil, yang merupakan negara dengan pemeluk Katolik terbesar di dunia.
Selama 30 tahun terakhir, pemeluk Katolik di Brazil turun dari 90 persen menjadi hanya 65 persen (atau sekitar 120 juta jiwa) pada 2010 lalu.

Di sisi lain, beberapa pastur terkenal di Amerika Latin secara terbuka mendesakkan adanya perubahan dari gereja. "Sekarang ini adalah waktu yang tepat untuk seorang paus berkulit hitam, atau berkulit kuning maupun merah, atau seorang Amerika Latin. Bisa juga paus dari Asia dan benua lain muncul," kata Uskup Agung Guatemala Oscar Julio Vian Morales setelah pengumuman pengunduran diri Benedict.

Selain Benedict yang berasal dari Jerman dan John Paul, Italia menjadi negara yang dominan di Vatikan selama berabad-abad. Beberapa pejabat Vatican senior sebelumnya telah memberi isyarat bahwa paus berikutnya dapat berasal dari Amerika Latin atau Afrika.

"Saat ini gereja sedang mencari seseorang dengan pengalaman yang luas, dari Jepang sampai Alaska dan dari Cile sampai dengan Kanada," kata Uskup Agung Pretoria, William Slattery, kepada Reuters.

Paus Benediktus XVI dipaksa tinggalkan Vatikan

Paus Benediktus XVI

Pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Benediktus XVI telah mengumumkan mundur dari jabatannya akhir bulan telah dipaksa untuk meninggalkan apartemennya di Kota Vatikan.

Sejumlah pejabat senior Vatikan mengungkapkan tekanan itu muncul lantaran ada kekhawatiran Paus Benediktus bisa mencampuri urusan penggantinya nanti. Mereka mengungkapkan sejumlah kardinal sudah menyampaikan isyarat itu langsung terhadap Paus Benediktus, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Kamis (14/2).

Pihak Vatikan menyatakan Paus baru bakal dipilih sebelum akhir Maret (perayaan Paskah). Sebanyak 117 kardinal dari seluruh dunia berkumpul di Vatikan untuk menentukan pemimpin baru umat Katolik sejagat.

Salah satu figur mendesak Paus Benediktus XVI segera meninggalkan Vatikan, menurut koran Corriere della Sera, adalah Uskup Agung Rino Fisichella. Padahal, Paus Benediktus XVI pada 2010 menunjuk dia memimpin sebuah dewan yang bertugas menyebarkan pengaruh Katolik di negara-negara mayoritas pemeluk agama itu.

Jurnal National Catholic Reporter juga melaporkan soal tekanan buat mengasingkan Paus Benediktus XVI dari Vatikan.

Suasana dalam Vatikan kian panas setelah Georg Ratzinger, kakak kandung Paus Benediktus bernama asli Joseph Ratzinger, mengatakan Paus Benediktus siap memberi saran jika pemimpin baru nantinya memerlukan.

Namun, komentar ini disanggah oleh beberapa pejabat Vatikan. Menurut mereka, Paus Benediktus tidak punya urusan lagi setelah paus baru terpilih.

Georg Ratzinger, kakak dari Paus Benediktus XVI

Saturday, February 16, 2013

Mohon Doa! Krisis Iman di Eropa


Mohon Doa! Krisis Iman di Eropa

Krisis Iman Kristen di Eropa yang sejatinya adalah mayoritas negara-negara Kristen (historically) sudah semakin tampak. Identitas ke-Kristen-an mereka semakin pupus. Keterbukaan dan sikap toleransi orang-orang Eropa membuat mereka sedikit terlena, karena budaya dari luar yang masuk seiring bertambahnya imigran dari negara-negara Timur Tengah lebih dominan tampak di permukaan, sehingga budaya asli orang Eropa semakin tenggelam.

Demikian juga dengan iman kristiani mereka juga mulai tergerus pupus dan bahkan mulai sirna. Banyak orang-orang Eropa sekarang tidak mengenal identitas asli mereka, gereja kosong melompong, mereka cenderung berduyun duyun murtad ke iman yang lain, dan meninggalkan iman Kristen mereka. Gereja-gereja banyak dijual, dijadikan kafe, hotel, supermarket, diskotik dan bahkan sekarang menjadi tempat ibadah imigran (masjid).

Kejadian ini berbanding terbalik dengan yang terjadi di benua Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Dimana di wilayah itu, gereja dan iman kristiani berkembang cukup pesat. Lalu mengapa di Eropa sendiri yang mayoritas Kristen justru mengalami kemrosotan iman? 

Satu penyebabnya adalah persentasi orang Eropa yang beragama Kristen turun drastis, dari 95 persen tahun 1910 menjadi 76 persen tahun 2010. Namun, di tempat lain persentasi ini menunjukkan kenaikan yang tajam. Selama abad ini, jumlah umat Kristiani di kawasan Asia-Pasifik tumbuh dari tiga persen menjadi tujuh persen. Peningkatan jumlah umat Kristiani malah lebih dramatis lagi di Benua Afrika. Satu abad lalu, sembilan persen orang di wilayah itu adalah umat Kristiani, saat ini jumlah tersebut meningkat menjadi 63 persen.

Fenomena penurunan dan pertumbuhan tersebut terjadi di semua gereja, termasuk Katolik. Selama ini Gereja Katolik yang merupakan komunitas kristiani terbesar mengalami penurunan di Eropa, sedangkan di Afrika, Amerika dan Asia-Pasifik mengalami kenaikan drastis.

Paus Benediktus telah menetapkan sinode para uskup pada Oktober mendatang tentang "Evangelisasi Baru bagi Penyebaran Iman Kristiani." Asumsi penetapan sinode dan "Tahun Iman" adalah bahwa misi Gereja sedang goyah, dan memang sedang goyah jika titik acuannya adalah Eropa. Akan tetapi, Gereja bertumbuh dan berkembang pesat di luar benua itu. Kemungkinan suatu saat nanti bisa saja terjadi negara di Asia-Pasifik atau Afrika akan mengirimkan misionaris-misionaris mereka untuk menginjili Tanah Eropa.

Sampai sedemikian ludeskah merosotnya budaya dan iman kristiani di Eropa? Kita harus ingat bahwa Tahta Suci Vatikan juga berada di Eropa. Apakah mungkin juga nasib Vatikan akan sama terjadi seperti itu? Kita yang masih punya iman kristiani sangat prihatin dan bimbang dengan hal ini. Kalau sampai hal ini terjadi dengan Tahta Suci Vatikan, apakah masih relevan kata kata Yesus : "Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya." (Matius 16:18)

Gagal melakukan itu, pada akhirnya Vatikan dan Katolik Eropa akan menjadi seperti kebanyakan gereja tua di Eropa, menjadi tempat tujuan bagi wisatawan Asia dan lainnya yang hidup kekristenannya tidak banyak bergantung pada Vatikan.

Mari Kita renungkan dan doakan Vatikan agar tetap menjadi Tahta Suci, pusat pemerintahan dan kontrol kedamaian dunia. Mari kita berdoa untuk Eropa yang sedang mengalami krisis iman agar segera dipulihkan dan kembali mengirimkan misionaris-misionaris untuk negara lain. 

"Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir." (Matius 20:16)

Pray and save for Vatican

Thursday, February 14, 2013

Apakah Paus adalah Antikris? Paus Melegalkan Homoseksual?

Apakah Paus adalah Antikris? Paus Melegalkan Homoseksual?


Saya mendapat pesan yang isinya berbunyi seperti ini :

Selamat sore, sy hanya ingin mengabarkan bahwa Solo ada gereja protestan GBI yg dalam kotbahnya menjelek2kan vatikan saya baca disms hp seorang teman, katanya dlm kotbah di GBI keluarga Allah menyatakan bahwa vatikan itu merupakan salah satu antikris, termasuk pausnya yg ktnya melegalkan homosexual. Apakah itu benar? Trm ksh atas pencerahannya.

======

Berikut screenshot dari isi pesan tersebut (nama pengirim dihilangkan) :

 GBI Keluarga Allah Solo
GBI Keluarga Allah Solo (Eksterior)
GBI Keluarga Allah Solo (Interior)

Terlepas dari isi pesan tersebut benar atau tidak, saya belum melakukan konfirmasi secara langsung pada GBI Keluarga Allah, tetapi saya berharap jika pesan tersebut tidaklah benar. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan yang diajukan supaya tidak ada salah pengertian.


1. GBI keluarga Allah menyatakan bahwa vatikan itu merupakan salah satu antikris

Ini adalah tuduhan yang tidak berdasar, karena definisi antikristus menurut Kitab Suci adalah mereka yang menentang Kristus/ Mesias:
  • "Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir. ".. Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.- (1 Yoh 2:18, 22)
  • "dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.' (1 Yoh 4:3)
  • "Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus." (2 Yoh 1:7)
Jika seseorang dengan jujur membaca teks ini, maka ia akan mengetahui bahwa Paus bukanlah antikristus, karena justru Paus tidak pernah menyangkal Kristus, tidak pernah tidak mengakui Kristus, tidak pernah tidak mengakui bahwa Yesus telah datang sebagai manusia. Malahan ajaran Paus sungguh berpusat pada Kristus dan bahwa Kristus telah menjelma menjadi manusia melalui Bunda Maria yang dipilih Allah untuk melahirkan Dia.

Jadi tuduhan bahwa paus adalah antikristus sangatlah tidak Alkitabiah. Sebab Kitab Suci juga tidak pernah menuliskan demikian, ini hanya interpretasi pribadi orang yang menuduh.


2. termasuk pausnya yg ktnya melegalkan homosexual

Gereja Katolik sangat menentang perkawinan homoseksual. Tidak pernah sekalipun paus melegalkan perkawinan homoseksual apapun alasannya. Katekismus Gereja Katolik mendefinisikan homoseksualitas sebagai berikut:
  • KGK 2357    Homoseksualitas adalah hubungan antara para pria atau wanita, yang merasa diri tertarik dalam hubungan seksual, semata-mata atau terutama, kepada orang sejenis kelamin. Homoseksualitas muncul dalam berbagai waktu dan kebudayaan dalam bentuk yang sangat bervariasi. Asal-usul psikisnya masih belum jelas sama sekali. Berdasarkan Kitab Suci yang melukiskannya sebagai penyelewengan besarBdk.Kej 19:1-29; Rm 1:24-27; 1 Kor 6:10; 1 Tim 1:10., tradisi Gereja selalu menjelaskan, bahwa "perbuatan homoseksual itu tidak baik" (CDF, Perny. "Persona humana" 8). Perbuatan itu melawan hukum kodrat, karena kelanjutan kehidupan tidak mungkin terjadi waktu persetubuhan. Perbuatan itu tidak berasal dari satu kebutuhan benar untuk saling melengkapi secara afektif dan seksual. Bagaimanapun perbuatan itu tidak dapat dibenarkan.
Gereja Katolik tidak menolak para gay dan lesbian, namun tidak membenarkan perbuatan mereka; melainkan mengarahkan mereka untuk hidup sesuai dengan perintah Tuhan untuk menerapkan kemurnian/ chastity. Maka di sini perlu dibedakan akan perbuatan/ dosa homoseksual dan orangnya. Dosa/ praktek homoseksual perlu kita tolak karena merupakan dosa berat yang melanggar kemurnian, namun manusianya tetap harus dihormati dan dikasihi. Walaupun demikian, Gereja tetap memegang bahwa kecenderungan homoseksual adalah menyimpang.(berdasarkan Congregation for the Doctrine of Faith yang dikeluarkan tgl 3 Juni 2003 mengenai, Considerations regarding Proposals to give legal recognition to unions between Homosexual Persons, 4).

In Spiritu Domini

Source : indonesianpapist.com

Wednesday, February 13, 2013

VIDEO: Petir Menyambar Vatikan Usai Paus Nyatakan Mundur


Vatikan : Kabar yang datang dari Tahta Suci Vatikan bagai petir di siang bolong. Paus Benediktus XVI, pemimpin 1,2 miliar umat Katolik dunia, menyatakan mundur dari posisinya. Beberapa jam kemudian, petir sungguhan menyambar kubah Basilika Santo Petrus.

Tak hanya sekali, petir menyambar sebanyak dua kali. Kilat panjang menciptakan efek terang mengerikan, kala mengenai kubah salah satu gereja paling suci Katolik. Sebagian orang menganggapnya sebagai "pertanda dari langit". Entah apa yang dimaksud.

Saat itu, suasana tengah hujan lebat. Kilatan petir yang membelah langit menjadi latar belakang Santo Petrus Basilika dan Istana Apostolic, tempat kediaman Paus. Pengikut yang tengah berada di lapangan, langsung menangis dalam keheranan.

Sebelumnya, Paus Benediktus XVI menyatakan mundur karena tak lagi mampu memimpin umat dan menjalankan pelayanan Santo Petrus. Usia lanjut, 85 tahun dan kondisi fisiknya tak memungkinkan menjalankan tugas berat itu.

Sumber : http://news.liputan6.com/read/510838/video-petir-menyambar-vatikan-usai-paus-nyatakan-mundur

Tuesday, February 12, 2013

Paus Benediktus XVI Mundur, Beredar Spekulasi Penggantinya dari Afrika


Lagos - Pengunduran diri Paus Benediktus XVI memicu spekulasi luas soal siapa yang akan menjadi penggantinya. Salah satunya soal pengganti Paus yang berasal dari benua Afrika.

Dari total populasi penganut Katolik di dunia yang mencapai 1,2 miliar orang, sekitar 15 persen tinggal di benua Afrika. Jumlah tersebut bahkan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pengikut Gereja Katolik memang berkembang pesat di wilayah negara-negara berkembang, terutama di kawasan Afrika dan Asia Tenggara.

Mencuat nama Peter Turkson dari Ghana dan John Onaiyekan dari Nigeria yang disebut-sebut sebagai calon Paus yang baru. Ada juga nama Francis Arinze dari Nigeria yang disebut-sebut sebagai kandidat pengganti Paus Benediktus XVI, namun kini dia berusia 80 tahun. Demikian seperti dilansir AFP, Selasa (12/2/2013).

Beberapa analis melihat spekulasi ini sebagai akibat dari besarnya kontribusi Afrika bagi Gereja Katolik. "Saya pikir, dengan adanya perwakilan komunitas kulit hitam yang sangat besar dalam komunitas Katolik, telah menjadi legitimasi akan adanya Paus berkulit hitam," ujar Kepala Liga HAM Pantai Gading, Rene Legre Hokou.

"Seorang Paus dari Afrika akan mampu memberikan vitalitas bagi Gereja Katolik di lingkungan kulit hitam. Hal ini menjadi bukti adanya karakter universal dalam suatu kepercayaan," imbuhnya.

Sementara itu, warga Afrika penganut Katolik sendiri memiliki pendapat beragam soal pengganti Paus Benediktus XVI. Mereka tidak membantah jika mereka sangat mendukung terpilihnya paus dari wilayah Afrika. Namun, mereka lebih mengutamakan agar paus yang baru benar-benar memiliki kualifikasi yang baik, tidak peduli dari mana dia berasal.

"Saya pikir, yang paling penting saat ini adalah orang yang tepat dengan visi yang sesuai untuk saat ini," tutur tokoh Katolik ternama di Nigeria, Pat Utomi yang juga pernah menjadi capres Nigeria.

Selain dari kawasan Afrika, spekulasi soal pengganti Paus Benediktus XVI juga berkembang dari negara-negara Amerika Latin atau Asia.

Pada Senin (11/2) kemarin, Paus Benediktus XVI mengumumkan bahwa dirinya akan mengundurkan diri pada 28 Februari mendatang. Alasan pengunduran diri pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma itu adalah karena dia merasa tak lagi punya kekuatan untuk memenuhi tugas-tugasnya, mengingat usianya yang sudah sangat lanjut. Paus Benediktus telah berumur 85 tahun.

Sumber : http://news.detik.com/read/2013/02/12/170046/2168126/1148/paus-benediktus-xvi-mundur-beredar-spekulasi-penggantinya-dari-afrika?9911012

Monday, February 11, 2013

Paus Benedict XVI Mundur Karena Sudah Tidak Kuat


Metrotvnews.com, Jakarta: Paus Benedict XVI menyatakan dirinya mundur karena sudah tidak memiliki kekuatan lagi untuk memenuhi tugas sebagai pemimpin tertinggi gereja katolik dunia.

Di usianya 85 tahun, ia bahwa kekuatannya telah memburuk selama beberapa bulan terakhir. "Saya harus mengakui ketidakmampuan saya untuk memenuhi pelayanan dipercayakan kepada saya," kata Paus Benedict XVI dalam pernyataan resmi yang duikelurakan gereja vatikan di Roma, Senin (11/2).
    
"Karena alasan ini dan menyadari keseriusan untuk bertindak, maka dengan kebebasan penuh, saya menyatakan bahwa saya harus meninggalkan pelayanan Uskup Roma, Penerus Santo Petrus," kata Paus Benedict XVI.

Paus Benedict XVI yang memiliki nama asli Joseph Alois Ratzinger lahir 16 April 1927 di Bayern, Jerman, tercatat sebagai Paus tertua yang dilantik dalam 275 tahun terakhir sejak Paus Klemens XII (yang terpilih pada tahun 1730 pada umur 3 bulan lebih tua dari Ratzinger).

Paus Benedict XVI merupakan Paus berdarah Jerman pertama sejak Paus Adrianus VI (1522-1523) yang dilahirkan di wilayah bagian Jerman Kuno yang sekarang menjadi bagian dari negara Belanda.

Paus terakhir yang berasal dari Jerman Modern adalah Paus Viktor II yang meninggal pada tahun 1057. Benediktus XVI merupakan Paus Jerman kedelapan dalam sejarah sejak Paus berdarah Jerman pertama Paus Gregorius V.

Paus terakhir yang bergelar nama kepausan Benediktus, Paus Benediktus XV, bertugas sebagai dari 1914 hingga 1922 pada masa Perang Dunia I.

Dia telah merupakan salah satu tokoh terpenting di Vatikan dan rekan dekat Yohanes Paulus II sebelum menjadi Paus. Dia juga memimpin pemakaman Yohanes Paulus II dan konklaf tahun 2005 yang memilihnya. Pada sede vacante terakhir, dia adalah pejabat dengan posisi tertinggi dalam Gereja Katolik Roma.

Paus Benedict XVI dianggap sebagai seorang tradisionalis � perlindungannya yang ketat terhadap prinsip-prinsip Kepausan. Dia adalah seorang pengkritik homoseksualitas, pernikahan kelamin sejenis, euthanasia, dan aborsi.

Pada tahun 2009, Paus Benedict XVI sempat terpeleset dan jatuh di kamar tidurnya. Kecelakaan itu mengharuskannya untuk menjalani operasi di pergelangan tangannya yang patah. 

Saturday, February 9, 2013

Misa Imlek, Bolehkah?



Kita mengetahui di beberapa negara yang merayakan Imlek, seperti di Singapura, dan China, umum dilakukan Misa untuk merayakan Imlek. Imlek di sini dianggap semata-mata hanya perayaan syukur, apalagi di China sana, Imlek itu juga berkonotasi dengan musim semi. Jadi datangnya musim semi ini dirayakan sebagai tanda syukur kepada Tuhan. Jika ini motivasinya, maka tidak bertentangan dengan ajaran Gereja Katolik, karena perayaan Ekaristi intinya juga adalah ucapan syukur. Namun demikian, terjadi pertentangan kalau dimasukkan unsur-unsur budaya seperti barongsai/tarian naga, dst, yang memang rancu, karena di Kitab Suci, naga menggambarkan Iblis (lih. Why 12). Dan demikian jadi aneh dan tidak pada tempatnya, jika naga menari-nari di dalam gereja.

Namun perayaan Misa Imlek di Singapura, tidak melibatkan tarian barongsai ataupun dekorasi lampion. Misanya sederhana saja, seperti pada hari Minggu biasa, paling-paling ada dekorasi dengan kain merah dan bunga-bunga. Setelah Misa selesai, umat menerima jeruk, sebagai tanda syukur atas berkat Tuhan.


Jadi jika di keuskupan lain Uskup memperbolehkan diadakannya Misa Imlek, maka silakan saja bagi yang merayakannya untuk mengikutinya. Hanya saja memang perlu dicermati, agar di dalam Misa tidak dicampuradukkan budaya yang tidak pada tempatnya. Tidak perlu gereja �disulap� dengan lampion seperti klenteng, ataupun ada tari-tarian barongsai di Misa. Jika sampai mau diadakan pembagian jeruk, silakan dilakukan setelah Misa selesai, setelah berkat dan lagu penutup.

Kesimpulannya, mari kita menaati apa yang telah ditetapkan oleh pemimpin Gereja Katolik, di mana kita berada. Kita percaya, para Uskup memutuskan segala sesuatu sesuai dengan keadaan umat di wilayahnya, dan mari kita dengan lapang hati menaatinya.

Sumber : http://katolisitas.org/4028/misa-imlek-bolehkah



Saturday, February 2, 2013

Noda di Takhta Suci, Pastor Bejat Bernafsu Sesat

Pastor Neil Doherty divonis 15 tahun penjara atas kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak

Pastor Neil Doherty bungkam saat Hakim Kenneth Gillesple dari Pengadilan Brodward, selatan Negara Bagian Florida, Amerika Serikat, Senin lalu membacakan vonis. Lelaki 69 tahun ini terlihat ringkih, berdiri dengan badan bongkok dan tangan terborgol.

Doherty mendapat hukuman 15 tahun penjara setelah dua pekan sebelumnya mengajukan banding. Dia terbukti bersalah menyodomi seorang anak altar pada pertengahan hingga akhir 1990-an. "Ini hukuman maksimum bisa saya jatuhkan," kata Gillesple, seperti dilansir surat kabar the Miami Herald dua hari lalu.

Doherty masih harus menghadapi dua kasus lagi di pengadilan terbuka soal trauma akibat pelecehan seksual dia lakukan terhadap sejumlah anak beberapa dekade lalu. Kalau di pengadilan kriminal, korban tidak dihadirkan. Mereka hanya memberi keterangan melalui surat.

Sedangkan untuk dua dakwaan lagi, korban bersaksi langsung di ruang sidang. Keduanya adalah Dennis Montero, 43 tahun, dan Jorge Soler, 39 tahun.

Montero mengungkapkan dia bertemu Doherty yang dikenal sebagai pastor suka menolong pemuda bermasalah. Bukannhya membantu, pastor bejat ini malah mencekoki korban dengan anggur dan narkotik hingga pingsan. "Ketika saya bangun, saya telah telanjang dan disodomi," ujar Montero.

Pastor bersyhawat sesat bukan hanya Doherty. Ada ribuan pastor bejat di lingkungan gereja Katolik terlibat skandal pelecehan seksual terhadap anak-anak. Kasus pedofilia ini merambah Eropa dan Amerika. Noda ini mengguncang Takhta Suci Vatikan ketika terkuak dua tahun lalu.

Angka ini muncul dalam simposium empat hari di the Jesuit Pontifical Gregorian University, Ibu Kota Roma, Italia, Februari tahun lalu. Pertemuan untuk pertama kali ini membahas cara menangani gelombang pelecehan seksual di gereja-gereja Katolik di Eropa dan Amerika Serikat satu dekade terakhir. Sekitar 200 orang hadir meliputi uskup, pemimpin ordo, korban, dan ahli kejiwaan.

Kardinal Joseph William Levada asal Amerika mengungkapakan Vatikan sedang menyelidiki lebih dari empat ribu kasus pedofilia melibatkan pastor di seluruh dunia dalam satu dekade terakhir. Dia menggambarkan data ini sebagai peningkatan dramatis dan telah merusak citra Takhta Suci sehingga memaksa Paus benediktus XVI meminta maaf secara terbuka.

Catatan berbeda diungkap oleh monsignor Charles Scicluna dari departemen doktrin Vatikan dalam wawancara dua tahun lalu. Dia menyebut telah terjadi tiga ribu kasus pedofilia oleh pastor dalam setengah abad belakangan, seperti ditulis koran the Daily Mail Februari tahun lalu.

Bukan sekadar pengakuan dibutuhkan oleh korban. Mereka ingin melihat para pastor perusak masa depan anak-anak altar itu mendekam di tahanan, seperti nasib Doherty.

Sumber : http://www.merdeka.com/khas/pastor-bejat-bernafsu-sesat-noda-di-takhta-suci-1.html

Recent Post