Latest News

Wednesday, November 24, 2010

Gereja Katolik: Pemelihara Ajaran Kristus

(Draft)

Seorang fans dari Page Gereja Katolik mempublikasikan di page Gereja Katolik sebuah kutipan Albino Luciani yang tidak lain adalah Paus Yohanes Paulus I. Berikut kutipannya:

?"Jika umat Kristen tidak menginginkan kekacauan dan perpecahan, maka mereka harus mengarahkan perhatiannya kepada Gereja yang memiliki kuasa mengajar. Kepada Gerejalah dianugerahkan bantuan istimewa untuk memelihara ajaran Kristus secara utuh dan menerapkannya dengan cara yang sesuai pada kehidupan jaman modern."


Hal ini sungguh tepat sekali bahkan Kitab Suci pun berkata hal yang sama.

Mat 18:15      "Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.
Mat 18:16      Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.
Mat 18:17      Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada GEREJA. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan GEREJA, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.
Mat 18:18      Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.
Mt 18:15      But if thy brother shall offend against thee, go, and rebuke him between thee and him alone. If he shall hear thee, thou shalt gain thy brother.
Mt 18:16      And if he will not hear thee, take with thee one or two more: that in the mouth of two or three witnesses every word may stand.
Mt 18:17      And if he will not hear them: tell THE CHURCH. And if he will not hear THE CHURCH, let him be to thee as the heathen and publican.
Mt 18:18      Amen I say to you, whatsoever you shall bind upon earth, shall be bound also in heaven; and whatsoever you shall loose upon earth, shall be loosed also in heaven.-----------------------------------------

Luk 10:16      Barangsiapa mendengarkan kamu (70 murid), ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku."
70 Murid ini adalah gambaran dari Magisterium Gereja Katolik. Ketaatan kepada Magisterium Gereja adalah perintah dan kehendak Kristus sendiri.

-------------------------------------------
1Tim 3:15      Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni GEREJA dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran.
 

1Tim 3:15      But if I tarry long, that thou mayest know how thou oughtest to behave thyself in the house of God, which is THE CHURCH of the living God, the pillar and ground of the truth.








Gereja diberi Otoritas oleh Kristus untuk mengajar adalah ungkapan Cinta Kasih Kristus kepada manusia agar tidak terjadi kesesatan. Ketaatan pada Gereja adalah ketaatan pada Kristus juga.

Pax et Bonum

Ekaristi pada Zaman Gereja Perdana

Tahukah kita bagaimanakah Ekaristi dirayakan pada zaman Gereja purba?

Ternyata kerangka dasar perayaan Ekaristi tidak pernah berubah selama 2000 tahun ini. Tahun 155 St. Yustinus menulis tata perayaan Ekaristi sebagai penjelasan kepada kaisar kafir Antonius Pius (138-161):
 

"Pada hari yang dinamakan hari matahari, semua orang yang tinggal di  kota-kota atau daerah sekitarnya berkumpul di satu tempat yang sama.
Tulisan-tulisan para Rasul dan kitab-kitab para nabi dibacakan, sejauh waktu memungkinkannya. Setelah pembaca berhenti, pemimpin memberi satu wejangan, di mana ia  menasihati dan, mendorong, supaya mengikuti ajaran dan contoh yang baik  ini.
Sesudah itu kami semua berdiri bersama-sama dan melambungkan doa ke  surga * untuk kami sendiri dan untuk semua orang lain di seluruh  dunia, supaya kami menjadi layak juga dalam pekerjaan kami sebagai  manusia yang baik dan supaya menjadi layak sebagat pengamat  perintah-perintah, supaya dengan demikian mendapat keselamatan abadi.
Sesudah kami menyelesaikan doa-doa, kami saling memberi salam dengan ciuman.
Lalu kepada pemimpin saudara-saudara, dibawakan roti dan satu cawan dengan campuran air dan anggur.
Ia mengambilnya, melambungkan pujian dan syukur kepada Bapa semesta alam atas nama Putera dan Roh Kudus dan menyampaikan ucapan terima kasih  [Yn. "eukharistia"] karena kami dianggap layak menerima  anugerah-anugerah ini dari-Nya.
Sesudah doa dan ucapan terima kasih itu selesai, seluruh umat yang hadir lalu mengatakan: Amin.
Setelah pemimpin menyelesaikan ucapan terima kasih dan seluruh umat  menerimanya dengan suara bulat, para diaken, sebagaimana mereka disebut  oleh kami, membagi-bagikan kepada setiap orang yang hadir, roti yang  telah diberkati dengan penuh syukur [di-ekaristi-kan] dan anggur yang  telah dicampur dengan air untuk dinikmati dan membawakannya juga untuk  mereka yang tidak hadir."

Perayaan Ekaristi berlangsung sesuai dengan kerangka dasar yang  sepanjang sejarah tetap sama hingga sekarang. Ia terbentuk dari dua  bagian besar, yang pada hakikatnya merupakan satu kesatuan:

1. Perkumpulan ibadat Sabda dengan bacaan-bacaan, homili, dan doa umat;
2. Upacara Ekaristi dengan persembahan roti dan anggur, yang  konsekrasinya terjadi dalam ucapan terima kasih (ekaristi), dan  komuni. Ibadat Sabda dan upacara Ekaristi merupakan "satu tindakan  ibadat" (SC 56). 


Meja, yang disiapkan untuk kita dalam Ekaristi adalah  sekaligus meja Sabda Allah dan meja tubuh Kristus (Bdk. DV 21).

 

Sumber: Page Iman Katolik

Thursday, November 18, 2010

Ordo Santa Clara (OSC � Claris)


Ordo Santa Clara adalah:
Tarekat yang didirikan oleh Santa Clara dari Assisi- Italia. Seorang puteri bangsawan yang hidup tahun 1194-1253. Ia seorang yang teguh, kuat dalam iman, tegas, kukuh dalam mewujudkan cita-cita panggilan hidup, penuh kasih, perhatian, dan pelayanan terhadap sesama.
Pada tanggal 18 Maret 1212, ia lari meninggalkan istana orang tuanya dan menanggalkan status kebangsawanannya untuk memulai suatu hidup baru, yakni hidup dalam kemiskinan dan kedinaan, hidup dalam kesunyian dan doa, hidup dalam penyerahan diri total kepada Kristus.
Dialah wanita pertama dalam Gereja yang menyusun sendiri Anggaran Dasar bagi para saudari rohaninya yang kemudian diresmikan oleh Paus Innocentius IV pada tanggal 9 Agustus 1253 � Dua hari sebelum wafatnya.
Clara diresmikan sebagai orang kudus oleh Paus Alexander IV � sahabat dan pendukung cita-citanya pada tahun 1255. Setiap tanggal 11 Agustus, Gereja memperingati wafat Santa Clara.


Ordo Santa Clara merupakan:
Ordo ke-2 menurut kronologis dalam keluarga besar Fransiskan. Ordo yang secara utuh menyeluruh terarah kepada gaya hidup bersemadi (Ekslusif Kontemplatif): Meletakkan Firman (Tuhan Yesus Kristus) dalam hati dan hati dalam Allah yaitu memberikan kesaksian tentang Kristus yang bersemadi di gunung seorang diri bersama Bapa yang amat berkenan kepadanya.

Para Suster Ordo Santa Clara adalah:
Pribadi-pribadi yang mau dan berusaha untuk melanjutkan apa yang telah dicita-citakan, dirintis, dan yang telah diwujudkan oleh Santa Clara Assisi bersama puteri-puteri rohaninya yang pertama selama hidup di biara kecil San Damiano, Wasiat dan beberapa surat pribadi yang ditujukan kepada pengikutnya.
Dengan menepati kemiskinan dan kerendahan Tuhan Yesus Kristus serta IbuNya, yakni:
  1. Hidup dalam kesunyian dan ketersembunyian; hidup terpisah dari dunia ramai namun merangkul dunia melalui semadi.
  2. Hidup dalam semangat doa, kebaktian yang suci dan ulah tapa.
  3. Hidup dalam kesederhanaan: melaksanakan kerja sederhana (membuat hosti, pakaian liturgi, mengolah kebun, menyiapkan hal-hal yang berkaitan dengan rumah retret).
  4. Hidup dengan saling melayani serta semangat persaudaraan yang gembira, inilah, kami para suster Ordo Santa Clara mewujudkan cita-cita Santa Clara.
Dalam Ordo Santa Clara:
Masing-masing biara merupakan biara otonom. Namun demikian, biara-biara itu membentuk Federasi-federasi atau asosiasi-asosiasi. Ordo Santa Clara di Indonesia (Pacet dan Yogyakarta) merupakan anggota asosiasi di kawasan Asia-Oceania.

Alamat:
1. BIARA SANTA CLARA
Pacet � Sindanglaya, Cianjur 43253 Jawa Barat
Telp. 0263-512237, Fax. 0263-511067 E-mail: pacetosc@yahoo.com 
2. BIARA SANTA CLARA
Gang Mawar DP. I � 474 Santren, Mrican, Yogyakarta 55281
Telp. 0274-565909

Sumber: Pamflet Promosi Panggilan OSC 
Gambar:  75 Tahun Ordo Santa Clara Hadir di Indonesia - ofm.or.id

Wednesday, November 17, 2010

We are the Christians of Iraq

Surat dari Imam Irak untuk Negaranya yang Terluka

Oleh Romo Albert Hisham Naoum

ROMA, November 11, 2010 (Zenit.org) - Para martir dari Gereja "Our Lady of Salvation" sekali lagi menunjukkan kepada dunia siapa diri kita, orang-orang Kristen di Irak, dan mereka bergabung dengan para martir Gereja kita, mereka yang mengorbankan nyawa mereka kepada Kristus Tuhan kita, yang mengajar kita untuk mmemberikan kesaksian akan kebangkitan, pengampunan, harapan, cinta, iman, dan sukacita.

Darah pahlawan kita yang gugur berteriak kepada dunia dan semua umat manusia, dan mendesak orang-orang Kristen di Irak, di manapun kita berada, untuk "mengajarkan" kepada dunia tentang penderitaan dan bangkitnya Kristus yang hidup di tanah kita yang terluka.


Ya, saya mengatakan "mengajarkan" karena iman kita adalah berita baik, seperti "dulu dan akan selalu begitu." Siapa yang memiliki telinga untuk mendengar, dengarkan kita sekarang dan tahu, bahwa Kristus hidup di dalam orang-orang Kristen di Irak. Ini adalah kesaksian yang hidup dan akan terus hidup. Dan jika ada seseorang yang tidak merasakan pentingnya memberikan kesaksian didalam kehidupan, kami hanya akan berkata kepadanya dan ke seluruh dunia, yang bagi kita itu adalah kehidupan itu sendiri. Apa yang dunia sebut "tidak penting" bagi kami itu adalah "segala-galanya"!

Orang-orang Kristen dari Irak sangat menyadari bahwa Kristus yang bangkit telah mengalahkan kematian, bukan karena mereka orang beriman yang sudah dibabtis, melainkan karena, dengan Dia, mereka telah mengalami mati diatas salib beberapa kali, dan bersamanya mereka meminum cawan pahit, dan telah mengalami rasanya ditinggalkan oleh orang lain. Dan berdampingan dengan Dia mereka berjalan di jalan salib-Nya, dan jatuh di bawah beratnya salib mereka. suatu kejadian dalam serangan terhadap Gereja-Gereja mereka, satu dengan kematian, dan yang lain lagi dengan pembantaian "Our Lady of Salvation." Namun, mereka terus berdiri dan hidup dengan iman mereka, seperti yang selalu dilakukan sepanjang sejarah, berjalan di sepanjang jalan penderitaan.

Bagi orang Kristen di Irak, 31 Oktober itu bukan kali pertama mereka telah menderita, dan tidak seorang manusia, terutama mereka yang mengaku menginginkan perdamaian, tetapi sebenarnya tidak, bisa berpura-pura bahwa ini akan menjadi yang terakhir. Tapi mereka tidak menarik minat kita, karena harapan kita tidak pernah, dan tidak akan pernah, kepada mereka, tetapi kepada Dia yang mengambil salib-Nnya dan berjalan dijalan kematian untuk menjamin bahwa hidup akan berlanjut dan secepatnya menang.

Sukacita dan tragedi

Orang-orang Kristen di Irak telah mengalami dalamnya makna hidup karena mereka telah mengalami sukacitanya setelah merasakan kepahitan kesedihan. Mereka telah tinggal didalam harapan setelah mengalami kekuatan sebuah tragedi. Mereka telah mengalami gelak tawa setelah dibayar air mata, dan telah mengalami senyuman setelah melihat mereka akan hancur dengan kekerasan. Ini benar-benar orang-orang Kristen di Irak dengan hati mereka yang baik, yang mengasihi semua orang, negara mereka, dan hidup, dan ini adalah mereka yang mengampuni musuh-musuh mereka, dan menabur kebaikan dimanapun mereka berada, menyebarkan semangat perdamaian. Dan meskipun mereka menderita, mereka tidak pernah lupa untuk hidup dengan semangat Kristen mereka di setiap tempat mereka pergi.

Sebagai contoh dari semua ini saya bisa tunjukkan yaitu Gereja "Our Lady of Salvation", yang berbicara atas nama semua orang Kristen di Irak, dan yang memberikan contoh ditulis dengan darah martir tersebut.

Pernahkah Anda mendengar bagaimana mereka meninggal dalam pembantaian ini, dua imam yang berani, Wasim Sabieh dan Thaier Saad Abdal? apakah anda tahu bahwa mereka membela orang-orang awam yang beriman dan mencoba untuk menyelamatkan nyawa mereka dengan menawarkan diri mereka sendiri dari saat pertama para penjahat menginjakkan kaki di Gereja? Apakah anda tahu bahwa seorang ayah melindungi anaknya dengan cara menutup seluruh tubuh anaknya dengan tubuhnya sendiri sementara mereka berbaring di lantai, dan meninggal dalam hujan peluru sehingga anak dapat bertahan? pernahkah anda mendengar bahwa pembunuh, membunuh seorang bayi perempuan berumur empat bulan dan seorang wanita muda, yang pada hari kematiannya telah menerima berita baik, yaitu bahwa dia hamil, dan pergi ke Gereja untuk bersyukur kepada Tuhan untuk hadiah ini?

Oh manusia di dunia, ini adalah orang-orang Kristen di Irak. Dengar dan sebarkan kabar baik kepada semua orang! Dan engkau orang-orang Kristen di Irak, ketika kesedihan mengisi jiwamu dan dirimu tidak bisa membayangkan masa depan, lihat diatas sana, kepada Allah di Surga dan Bumi, dan ingat dengan baik, siapa dirimu, dan biarkan dunia tahu! Kristus tidak akan meninggalkan kita sendiri, kita adalah "kawanan kecil," dan Ia ingin kita untuk tetap selama-lamanya bersama dengan Dia, untuk iman kita yang hidup dan kasih kita untuk semua, seperti yang kita selalu lakukan, karena seperti yang Ia katakan, "Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku" (Yoh 13: 35).

Kami memberikan kesaksian dengan hidup kami, sehingga dunia bisa melihat apa yang terjadi dengan kami, jadi mereka yang telah menutup telinga mereka dan mereka yang telah menutup mulut mereka akan berbicara tentang siapa kita. Kami adalah orang-orang Kristen di Irak!

[Terjemahan dari bahasa Arab oleh ZENIT]

* * *

Romo Albert Hisyam Naoum adalah Imam Kasdim Irak mempelajari ilmu komunikasi di Roma, dan merupakan teman Romo Wasim Sabieh dan Romo Thaier Saad Abdal, dua imam yang tewas dalam serangan 31 Oktober di  Gereja "Our Lady of Salvation", Katolik Suriah.


Diterjemahkan dari: http://www.zenit.org/article-30926?l=english
-in modico fidelis-?

Artikel terjemahan: Page Gereja Katolik


Saturday, November 13, 2010

Patriarkh Gregorios III Laham: Kami Membutuhkan Paus Roma!

Tiga ratus tahun yang lalu, Gereja Katolik Melkite Yunani, telah mengambil langkah berani dalam memulihkan persekutuan gerejaninya secara penuh dengan Roma. Ini adalah keputusan sulit yang muncul dari pertimbangan selama lima puluh tahun! Kami telah mengalami banyak kesulitan, baik dari pihak Gereja Katolik Roma ataupun dari pihak Gereja Ortodoks kami sendiri, yang tradisinya kami pelihara.

Hidup dalam persekutuan gerejani dengan Roma telah menyebabkan kami kehilangan sebagian tradisi Timur kami yang otentik, kami tidak berhasil dalam menjaga tradisi ini secara keseluruhan.

Terlepas dari hal itu, kami merasa bahagia berada dalam persekutuan ini. Persekutuan ini telah memberi banyak hal kepada kami! Kami juga telah memberikan sumbangan besar kepada Gereja Katolik Latin, terutama pada saat Konsili Vatikan II!

Di atas segalanya kami sangat yakin bahwa ada kebutuhan mutlak dan mendesak bagi persatuan umat Kristen, bagi kesatuan Gereja, yang dari kodratnya sendiri harus menjadi satu- agar dunia dapat percaya!

Kami berterima kasih kepada Bapa Suci Benediktus XVI, Paus Roma, atas inisiatifnya yang unik dan baik sekali untuk menyelenggarakan persidangan khusus Sinode Para Uskup Timur Tengah yang memiliki tema yang sangat penting dan memberi inspirasi yaitu �Gereja Katolik Di Timur Tengah, Persekutuan dan Saksi.�

Di dalam tema ini kami menemukan ringkasan misi dan makna kehadiran kami di Timur Tengah, tanah kelahiran agama Kristen.

Sinode ini adalah tanda hormat Bapa Suci bagi Gereja-gereja Katolik Timur yang telah menanggung penderitaan dan usaha yang luar biasa untuk tetap berada dalam persekutuan dengan Roma. Sinode ini adalah panggilan kepada Gereja-gereja ini agar menjalani misi dan panggilan mereka, entah dalam lingkungan dialog keluarga dengan Gereja-gereja Ortodoks atau dalam dialog dengan sesama warga dengan mayoritas Muslim di negara-negara Arab. Sinode ini juga merupakan tanda penghargaan yang sangat tinggi bagi semua Gereja-gereja Timur.

Dengan dasar itu kami menganggap bahwa keberadaan kami sungguh unik, sebagai orang Katolik Timur dan orang Kristen Arab, kami terbuka kepada Arabisme, Islam dan Ortodoksi sebagaimana kami juga terbuka kepada Gereja Roma yang menaruh misi yang lebih besar kepada kami, yaitu untuk melampaui sekedar dialog! Kami merasa bahwa terlepas dari segala kekurangan dari apa yang sering disebut dengan �Uniatisme�, model ini tidak hanya memiliki aspek-aspek negatif saja!

Model kami, dalam segala kerapuhannya, merupakan suatu model di mana terdapat suatu ukuran yang pasti- walaupun terbatas- bukan hanya bagi kesatuan, tetapi juga bagi keberagaman. Kami ada dalam persekutuan penuh dengan Roma sementara kami tetap melakukan segala usaha untuk memelihara karakteristik kami yang khusus sebagai orang Timur, yang berarti sebagai orang Ortodoks! Model kesatuan ini jelas memerlukan beberapa unsur tambahan, yang didapat dari hidup dan hubungan yang dinamis dalam tradisi bersama kehidupan Gereja Kristen Timur dan Barat selama milenium pertama. Kami telah berhasil dalam menemukan kembali sebagai dari tradisi Gereja yang tak terbagi melalui dialog yang diperbarui dengan Gereja-gereja Katolik Timur lain dan dengan Gereja Katolik Latin. Kami berharap dapat memulihkan lebih banyak lagi saat kita maju bersama dalam dialog ini!

Didasari oleh pengalaman itu, pada kesempatan Sinode Timur Tengah ini kami berani menyampaikan suatu permohonan kepada saudara-saudara kami dalam Gereja-gereja yang belum berada dalam persekutuan penuh dengan Paus Roma, untuk memantapkan diri dalam dialog teologis pada berbagai tingkatan. Kami meminta mereka, agar sambil menunggu persatuan yang penuh dan sempurna dengan Roma, untuk mengakui Paus Roma sebagai primus inter pares, sebagai simbol persatuan Kristen sesuai dengan identitas dari setiap Gereja dan tradisinya secara khusus dalam cara pemerintahan gerejani masing-masing.

Sehingga Paus Roma akan menjadi pusat kesatuan Kristen, sambil menantikan persekutuan teologis, hierarkis, dan gerejani yang sempurna.

 Dunia Kristen membutuhkan tanda harapan ini, membutuhkan langkah yang berani ini. Dunia Kristen, Gereja Kristen dalam berbagai denominasi membutuhkan langkah yang berani ini, sikap kenabian ini, secara khusus pada masa-masa di mana banyak kuasa bangkit menentang Gereja dan nilai-nilainya.

Dalam menghadapi semua itu, Gereja harus kuat dan bersatu, memenuhi idealnya, terbuka dan hadir, memberi kesaksian dan melayani, bukan dengan mengakui sesuatu sebagai musuh, tetapi dengan memberikan kesaksian cinta Kristus di hadapan dan di kehadiran semua orang. Sebuah Gereja yang tidak takut, karena ia berbicara dan berusaha membawa dunia kepada Injil, Kabar Baik dan cinta Allah kepada umat manusia.

Agar semua hal ini dapat tercapai, kita membutuhkan Paus Roma yang akan menjadi jaringan bagi persekutuan yang akan memancar ini!

Inilah undangan dari Gereja Katolik Melkite Yunani kepada dunia Kristen pada kesempatan Sinode Timur Tengah ini! Kami menyampaikan undangan ini dengan segala kerendahan hati, kesederhanaan, persahabatan, hormat dan cinta! Dalam persatuan dengan doa Yesus, �Bapa! Agar mereka semua menjadi satu�agar dunia percaya!� (Yoh 17: 21)

Dunia membutuhkan Gereja yang bersatu dan mampu menyatukan nilai-nilai yang diakui oleh seluruh umat manusia, baik orang beriman dan tidak beriman, seperti: keadilan, kedamaian, persamaan, persaudaraan, kebebasan beragama, kebebasan hati nurani, hak asasi manusia (termasuk wanita, anak-anak, dan orang cacat), pembangunan, solidaritas, pelayanan, saling menghargai serta Gereja yang mencintai dan melayani, sebuah Gereja yang sungguh memenuhi sifat-sifat yang digunakan Credo untuk menggambarkannya: satu, kudus, katolik, dan apostolik.
Maka Paus akan menjadi simbol kesatuan, terlepas dari perbedaan yang hadir dalam segala tingkatan.

Sebuah mimpi? Utopia? Keinginan na�f? Tetapi ini layak diusahakan! Inilah masa depan Kekristenan dan Injil! Akan terwujud atau tidak?

Ya, kepada Yesus! Ya, kepada Injil! Ya, kepada persatuan! Ya, kepada Paus!

Gregorios III
Patriarkh Antiokhia
19 September 2010

Diterjemahkan oleh Daniel Pane
Dipublikasikan di Page Katolik Timur

Tuesday, November 9, 2010

Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran

Hari ini kita merayakan pesta pemberkatan Gereja Basilik Lateran. Basilik agung ini didirikan oleh kaisar Konstantinus Agung, putera Santa Helena, pada tahun 324. Dalam konteks sejarah Gereja Kristen, basilik ini merupakan basilik agung yang pertama, yang melambangkan kemerdekaan dan perdamaian di dalam Gereja setelah tiga-abad lebih berada di dalam kancah penghambatan dan penganiayaan kaisar-kaisar Romawi yang kafir. Pemberkatannya yang kita peringati pada hari ini merupakan peringatan akan kemerdekaan dan perdamaian itu.





Memang semenjak zaman para rasul, sudah ada tempat-tempat berkumpul untuk merayakan Ekaristi serta mendengarkan Firman Tuhan. Namun karena ketenteraman Gereja selalu diselingi dengan aksi-aksi pengejaran dan penganiayaam terhadap orang Kristen, maka gereja-gereja pada waktu itu hanyalah berupa sebuah ruangan di dalam rumah-rumah tinggal orang Kristen. Selama berkobarnya penganiayaan, upacara-upacara keagamaan biasanya dirayakan di katekombe-katekombe, yaitu kuburan bawah tanah di luar kota.
Ketika Kaisar Konstantinus bertobat dan mengumumkan edik Milano Dada tahun 303, ia memusatkan perhatiannya pada pembangunan gereja-gereja yang indah. Ibunya Santa Helena menjadi salah seorang pendorong dan pembantu dalam usaha mendirikan gereja-gereja itu. Gereja pertama yang dibangun ialah Basilik Agung Penebus Mahakudus di Lateran. Letaknya di atas bukit Goelius dan tergabung dengan istana kekaisaran, Lateran. Gereja ini diberkati dengan suatu upacara agung dan meriah oleh Sri Paus Silvester I (314-335) pada tahun 324. Karena basilika itu merupakan gereja katedral untuk Uskup Roma yang sekaligus menjabat sebagai Paus, maka basilik itu pun disebut 'induk semua gereja', baik di Roma maupun di seluruh dunia. Karena itu juga basilik Lateran merupakan gereja paroki bagi seluruh umat Katolik sedunia. Basilika itu sekarang disebut Gereja Santo Yohanes Lateran.

Mula-mula pesta ini hanya dirayakan di Roma, namun lama kelamaan menjadi pesta bagi seluruh gereja. Dalam pesta ini, selain kita mengenang dan memperingati kemerdekaan dan perdamaian yang dialami Gereja, kita juga mau mengungkapkan cinta kasih dan kesatuan kita dengan Uskup Roma, yang sekaligus menjabat sebagai Paus, pemersatu seluruh Gereja dalam cinta kasih Kristus. Gereja, tempat kita berkumpul merupakan tanda dan lambang Gereja, Umat Allah. Gereja yang sebenarnya tidak dibangun dari kayu dan batu yang mati, melainkan dari batu yang hidup. Kitalah batu hidup yang membentuk rumah Allah itu, kediaman Roh Kudus yang indah berseri karena hidup suci. Apakah kita dalam hidup sehari-hari ikut membangun Gereja yang hidup itu?

?

Monday, November 8, 2010

Dan Gereja yang Didirikan oleh Kristus disebut "Katolik"

Saya menemukan beberapa kutipan dari tulisan-tulisan milenium pertama mengenai nama Gereja yang didirikan oleh Kristus di atas St. Petrus, Sang Batu Karang. Kutipan-kutipan ini saya temukan dari situs scripturecatholic dot com , sebuah situs bagus yang layak dijadikan referensi untuk mempertanggungjawabkan iman karena menyediakan banyak artikel bagus mengenai kekatolikan. Kutipan-kutipan tersebut tersedia dalam bahasa Inggris dan jika ada waktu luang, saya akan segera menerjemahkannya. Selamat membaca.

The Church is called �Catholic�

"See that ye all follow the bishop, even as Christ Jesus does the Father, and the presbytery as ye would the apostles. Do ye also reverence the deacons, as those that carry out the appointment of God. Let no man do anything connected with the Church without the bishop. Let that be deemed a proper Eucharist, which is [administered] either by the bishop, or by one to whom he has entrusted it. Wherever the bishop shall appear, there let the multitude also be; by the bishop, or by one to whom he has entrusted it. Wherever the bishop shall appear, there let the multitude also be; even as, wherever Jesus Christ is, there is the Catholic Church." Ignatius of Antioch, Epistle to the Smyrneans, 8:2 (c. A.D. 110). 

"[A]ll the people wondered that there should be such a difference between the unbelievers and the elect, of whom this most admirable Polycarp was one, having in our own times been an apostolic and prophetic teacher, and bishop of the Catholic Church which is in Smyrna. For every word that went out of his mouth either has been or shall yet be accomplished." Martyrdom of Polycarp, 16:2 (A.D. 155)
 
��to be in honour however with the Catholic Church for the ordering of ecclesiastical discipline...one to the Laodicenes, another to the Alexandrians, both forged in Paul's name to suit the heresy of Marcion, and several others, which cannot be received into the Catholic Church; for it is not fitting that gall be mixed with honey. The Epistle of Jude no doubt, and the couple bearing the name of John, are accepted by the Catholic Church...But of Arsinous, called also Valentinus, or of Militiades we receive nothing at all.� The fragment of Muratori (A.D. 177)
 
"[N]or does it consist in this, that he should again falsely imagine, as being above this [fancied being], a Pleroma at one time supposed to contain thirty, and at another time an innumerable tribe of Aeons, as these teachers who are destitute of truly divine wisdom maintain; while the Catholic Church possesses one and the same faith throughout the whole world, as we have already said." Irenaeus, Against Heresies, 1:10,3 (A.D. 180)
 
�For it is evident that those men lived not so long ago,--in the reign of Antoninus for the most part,--and that they at first were believers in the doctrine of the Catholic Church, in the church of Rome under the episcopate of the blessed Eleutherus, until on account of their ever restless curiosity, with which they even infected the brethren, they were more than once expelled.� Tertullian, On the Prescription Against Heretics, 22,30 (A.D. 200)
 
�Whence you ought to know that the bishop is in the Church, and the Church in the bishop; and if any one be not with the bishop, that he is not in the Church, and that those flatter themselves in vain who creep in, not having peace with God's priests, and think that they communicate secretly with some; while the Church, which is Catholic and one, is not cut nor divided, but is indeed connected and bound together by the cement of priests who cohere with one another.� Cyprian, To Florentius, Epistle 66/67 (A.D. 254)
 
�But for those who say, There was when He was not, and, Before being born He was not, and that He came into existence out of nothing, or who assert that the Son of God is of a different hypostasis or substance...these the Catholic and apostolic Church anathematizes.� Creed of Nicea (A.D. 325)
 
"Concerning those who call themselves Cathari, if they come over to the Catholic and Apostolic Church, the great and holy Synod decrees that they who are ordained shall continue as they are in the clergy. But it is before all things necessary that they should profess in writing that they will observe and follow the dogmas of the Catholic and Apostolic Church; in particular that they will communicate with persons who have been twice married, and with those who having lapsed in persecution have had a period [of penance] laid upon them, and a time [of restoration] fixed so that in all things they will follow the dogmas of the Catholic Church..." Council of Nicaea I (A.D. 325)
 
�Concerning this Holy Catholic Church Paul writes to Timothy, 'That thou mayest know haw thou oughtest to behave thyself in the House of God, which is the Church of the Living God, the pillar and ground of the truth'� Cyril of Jerusalem, Catechetical Lectures,18:25(A.D. 350)
 
"[T]he Article, In one Holy Catholic Church,' on which, though one might say many things, we will speak but briefly. It is called Catholic then because it extends over all the world, from one end of the earth to the other; and because it teaches universally and completely one and all the doctrines which ought to come to men's knowledge, concerning things both visible and invisible, heavenly and earthly� for this cause the Faith has securely delivered to thee now the Article, And in one Holy Catholic Church;' that thou mayest avoid their wretched meetings, and ever abide with the Holy Church Catholic in which thou wast regenerated. And if ever thou art sojourning in cities, inquire not simply where the Lord's House is (for the other sects of the profane also attempt to call their own dens houses of the Lord), nor merely where the Church is, but where is the Catholic Church. For this is the peculiar name of this Holy Church, the mother of us all, which is the spouse of our Lord Jesus Christ, the Only-begotten Son of God.�  Cyril of Jerusalem, Catechetical Lectures, 18:23,26 (A.D. 350)
 
"I believe in the Holy Spirit, the holy Catholic Church, the communion of saints, the remission of sins, the resurrection of the flesh, and eternal life. Amen." Apostles Creed (A.D. 360).

"And in the Holy Spirit, the Lord, the life-giver, Who proceeds from the Father, Who with the Father and the Son is together worshiped and together glorified, Who spoke through the prophets; in one holy Catholic, and apostolic Church." Constantinopolitan Creed (A.D. 381)
 
"Those who from heresy turn to orthodoxy, and to the portion of those who are being saved, we receive according to the following method and custom: Arians, and Macedonians, and Sabbatians, and Novatians, who call themselves Cathari or Aristori, and Quarto-decimans or Tetradites, and Apollinarians, we receive, upon their giving a written renunciation [of their errors] and anathematize every heresy which is not in accordance with the Holy, Catholic, and Apostolic Church of God." Council of Constantinople I, Canon 7 (A.D. 381)
 
�We must hold to the Christian religion and to communication in her Church, which is Catholic and which is called Catholic not only by her own members but even by all her enemies. For when heretics or the adherents of schisms talk about her, not among themselves but with strangers, willy-nilly they call her nothing else but Catholic. For they will not be understood unless they distinguish her by this name which the whole world employs in her regard.� Augustine, The True Religion, 7:12 (A.D. 390)
 
�Inasmuch, I repeat, as this is the case, we believe also in the Holy Church, [intending thereby] assuredly the Catholic. For both heretics and schismatics style their congregations churches. But heretics, in holding false opinions regarding God, do injury to the faith itself; while schismatics, on the other hand, in wicked separations break off from brotherly charity, although they may believe just what we believe. Wherefore neither do the heretics belong to the Church catholic, which loves God; nor do the schismatics form a part of the same.� Augustine, On Faith and Creed, 10:21 (A.D. 393)
 
"For in the Catholic Church, not to speak of the purest wisdom, to the knowledge of which a few spiritual, men attain in this life�--not to speak of this wisdom, which you do not believe to be in the Catholic Church, there are many other things which most justly keep me in her bosom. The consent of peoples and nations�so does her authority�the succession of priests�[a]nd so, lastly, does the name itself of Catholic, which, not without reason, amid so many heresies, the Church has thus retained; so that, though all heretics wish to be called Catholics, yet when a stranger asks where the Catholic Church meets, no heretic will venture to point to his own chapel or house. Such then in number and importance are the precious ties belonging to the Christian name which keep a believer in the Catholic Church�Now if the truth is so clearly proved as to leave no possibility of doubt, it must be set before all the things that keep me in the Catholic Church�For my part, I should not believe the gospel except as moved by the authority of the Catholic Church�for it was through the Catholics that I got my faith in it; and so, whatever you bring from the gospel will no longer have any weight with me. Wherefore, if no clear proof of the apostleship of Manichaeus is found in the gospel, I will believe the Catholics rather than you." Augustine, Against the Epistle of Manichaeus, 4:5,5:6 (A.D 397)
 
"You think that you make a very acute remark when you affirm the name Catholic to mean universal, not in respect to the communion as embracing the whole world, but in respect to the observance of all Divine precepts and of all the sacraments, as if we (even accepting the position that the Church is called Catholic because it honestly holds the whole truth, of which fragments here and there are found in some heresies) rested upon the testimony of this word's signification, and not upon the promises of God, and so many indisputable testimonies of the truth itself, our demonstration of the existence of the Church of God in all nations." Augustine, To Vincent the Rogatist, 93:7,23 (A.D. 403)
 
"Philip the presbyter and legate of the Apostolic See said: There is no doubt, and in fact it has been known in all ages, that the holy and most blessed Peter, prince and head of the Apostles, pillar of the faith, and foundation of the Catholic Church, received the keys of the kingdom from our Lord Jesus Christ, the Saviour and Redeemer of the human race, and that to him was given the power of loosing and binding sins: who down even to to-day and forever both lives and judges in his successors." Council of Ephesus, Session III (A.D. 431).
"I have often then inquired earnestly and attentively of very many men eminent for sanctity and learning, how and by what sure and so to speak universal rule I may be able to distinguish the truth of Catholic faith from the falsehood of heretical depravity; and I have always, and in almost every instance, received an answer to this effect: That whether I or anyone else should wish to detect the frauds and avoid the snares of heretics as they arise, and to continue sound and complete in the Catholic faith, we must, the Lord helping, fortify our own belief in two ways; first, by the authority of the Divine Law, and then, by the Tradition of the Catholic Church�Therefore, it is very necessary, on account of so great intricacies of such various error, that the rule for the right understanding of the prophets and apostles should be framed in accordance with the standard of Ecclesiastical and Catholic interpretation" Vincent of Lerins, Commonitory for the Antiquity and Universality of the Catholic Faith, 2:4,5 (A.D. 434)
 
"Wherefore the most holy and blessed Leo, archbishop of the great and elder Rome, through us, and through this present most holy synod together with the thrice blessed and all-glorious Peter the Apostle, who is the rock and foundation of the Catholic Church, and the foundation of the orthodox faith, hath stripped him of the episcopate, and hath alienated from him all hieratic worthiness. Therefore let this most holy and great synod sentence the before mentioned Dioscorus to the canonical penalties." Council of Chalcedon, Session III (A.D. 451).


PAX ET BONUM

Madah Allah (oleh St. Gregorius dari Nyssa)



Oh Dikau yang mengatasi segala sesuatu!
Bukankah hanya itu yang dapat dikatakan orang tentang Dikau?
Madah manakah yang dapat menyatakan diriMu?
Kata manakah yang dapat mengungkapkan Dikau?
Dan apa yang dapat dipegang roh manusia?
Engkau mengatasi setiap pengertian.
Engkaulah satu-satunya yang tak dapat diungkapkan, karena segala yang dikatakan, keluar dari Dikau.
Hanya Engkaulah yang tak dapat dikenal, karena semua yang dapat dipikirkan berasal dari Dikau.
Engkaulah tujuan semua yang ada.
Engkaulah segala yang ada, tetapi semuanya bukan Dikau.
Engkau bukanlah salah satu yang ada, dan Engkau juga bukan jumlah keseluruhannya.
Segala nama Kau miliki, bagaimana aku harus menyebutMu?
karena Engkau sajalah yang tidak disebut.
Oh Dikau yang mengatasi segala sesuatu !

Doa Keluarga kepada St. Antonius dari Padua

Tuhanku dan Allahku, Engkau telah mengutus St Antonius dari Padua, si pengkhotbah yang ulung di dalam gerejaMu untuk memuji dan memuliakan namaMu.

St. Antonius yang terkasih, dengarkanlah doa yang kami sampaikan dalam namamu bagi keluarga kami dan untuk semua orang yang berbakti kepadaNya. Jadilah perantara bagi kami dan perolehkan bagi kami rahmat surgawi untuk menanggung beratnya beban kami. Tolonglah kami pada saat-saat kami lemah, jadilah pembela kami melawan penyakit dan bahaya bagi tubuh serta jiwa kami. Bantulah kami dalam menanggung penderitaan dan pencobaan, serta teguhkanlah kami dalam iman. Perolehkan bagi kami kebaikan hati Tuhan agar kami boleh mengambil bagian dari kemurahan hati Allah dengan mereka yang miskin dan menderita. Dengarkanlah doa-doa kami, ya St. Antonius yang melakukan banyak mukjizat. Dengan murah hati jawablah kami, yang menaruhkan kepercayaan kami kepada doamu yang pasti didengarkan oleh Allah.

Ya St. Antonius, doakanlah kami agar kami pantas menerima janji-janji Kristus. 3X. Amin

Doa St. Fransiskus dari Assisi

Tuhan, Jadikanlah aku pembawa damai,
Bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa damai,
Bila terjadi penghinaan, jadikanlah aku pembawa pengampunan,
Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan,
Bila terjadi kebimbangan, jadikanlah aku pembawa kepastian,
Bila terjadi kesesatan, jadikanlah aku pembawa kebenaran,
Bila terjadi kesedihan, jadikanlah aku sumber kegembiraan,
Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang,

Tuhan semoga aku ingin menghibur dari pada dihibur,
memahami dari pada dipahami, mencintai dari pada dicintai,
sebab dengan memberi aku menerima,
dengan mengampuni aku diampuni,
dengan mati suci aku bangkit lagi,
untuk hidup selama-lamanya,
Amin.

Puasa dan Pantang menurut Ketentuan Gereja Katolik

Berikut ini mari kita lihat ketentuan tobat dengan puasa dan pantang, menurut Kitab Hukum Gereja Katolik:

1.Kan. 1249 - Semua orang beriman kristiani wajib menurut cara masing-masing melakukan tobat demi hukum ilahi; tetapi agar mereka semua bersatu dalam suatu pelaksanaan tobat bersama, ditentukan hari-hari tobat, dimana umat beriman kristiani secara khusus meluangkan waktu untuk doa, menjalankan karya kesalehan dan amal-kasih, menyangkal diri sendiri dengan melaksanakan kewajiban-kewajibannya secara lebih setia dan terutama dengan berpuasa dan berpantang, menurut norma kanon-kanon berikut.

2. Kan. 1250 - Hari dan waktu tobat dalam seluruh Gereja ialah setiap hari Jumat sepanjang tahun, dan juga masa prapaskah.

3.Kan. 1251 - Pantang makan daging atau makanan lain menurut ketentuan Konferensi para Uskup hendaknya dilakukan setiap hari Jumat sepanjang tahun, kecuali hari Jumat itu kebetulan jatuh pada salah satu hari yang terhitung hari raya; sedangkan pantang dan puasa hendaknya dilakukan pada hari Rabu Abu dan pada hari Jumat Agung, memperingati Sengsara dan Wafat Tuhan Kita Yesus Kristus.


4.Kan. 1252 - Peraturan pantang mengikat mereka yang telah berumur genap empat belas tahun; sedangkan peraturan puasa mengikat semua yang berusia dewasa sampai awal tahun ke enampuluh; namun para gembala jiwa dan orangtua hendaknya berusaha agar juga mereka, yang karena usianya masih kurang tidak terikat wajib puasa dan pantang, dibina ke arah cita-rasa tobat yang sejati.

5. Kan. 1253 - Konferensi para Uskup dapat menentukan dengan lebih rinci pelaksanaan puasa dan pantang; dan juga dapat mengganti-kan seluruhnya atau sebagian wajib puasa dan pantang itu dengan bentuk-bentuk tobat lain, terutama dengan karya amal-kasih serta latihan-latihan rohani.

Memang sesuai dari yang kita ketahui, ketentuan dari Konferensi para Uskup di Indonesia menetapkan selanjutnya :

1. Hari Puasa dilangsungkan pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung. Hari Pantang dilangsungkan pada hari Rabu Abu dan tujuh Jumat selama Masa Prapaska sampai dengan Jumat Agung.

2.Yang wajib berpuasa ialah semua orang Katolik yang berusia 18 tahun sampai awal tahun ke-60. Yang wajib berpantang ialah semua orang Katolik yang berusia genap 14 tahun ke atas.

3. Puasa (dalam arti yuridis) berarti makan kenyang hanya sekali sehari. Pantang (dalam arti yuridis) berarti memilih pantang daging, atau ikan atau garam, atau jajan atau rokok. Bila dikehendaki masih bisa menambah sendiri puasa dan pantang secara pribadi, tanpa dibebani dengan dosa bila melanggarnya.

Maka penerapannya adalah sebagai berikut:

1. Kita berpantang setiap hari Jumat sepanjang tahun (contoh: pantang daging, pantang rokok dll) kecuali jika hari Jumat itu jatuh pada hari raya, seperti dalam oktaf masa Natal dan oktaf masa Paskah. Penetapan pantang setiap Jumat ini adalah karena Gereja menentukan hari Jumat sepanjang tahun (kecuali yang jatuh di hari raya) adalah hari tobat.

2.Jika kita berpantang, pilihlah makanan/ minuman yang paling kita sukai. Pantang daging adalah contohnya, atau yang lebih sukar mungkin pantang garam. Tapi ini bisa juga berarti pantang minum kopi bagi orang yang suka sekali kopi, dan pantang sambal bagi mereka yang sangat suka sambal, pantang rokok bagi mereka yang merokok, pantang jajan bagi mereka yang suka jajan. Jadi jika kita pada dasarnya tidak suka jajan, jangan memilih pantang jajan, sebab itu tidak ada artinya.

3.Pantang tidak terbatas hanya makanan, namun pantang makanan dapat dianggap sebagai hal yang paling mendasar dan dapat dilakukan oleh semua orang. Namun jika satu dan lain hal tidak dapat dilakukan, terdapat pilihan lain, seperti pantang kebiasaan yang paling mengikat, seperti pantang nonton TV, pantang �shopping�, pantang ke bioskop, pantang �gossip�, pantang main �game� dll. Jika memungkinkan tentu kita dapat melakukan gabungan antara pantang makanan/ minuman dan pantang kebiasaan ini.

4. Puasa minimal dalam setahun adalah Hari Rabu Abu dan Jumat Agung dan ketujuh hari Jumat dalam masa Prapaska.

5.Waktu berpuasa, kita makan kenyang satu kali, dapat dipilih sendiri pagi, siang atau malam. Harap dibedakan makan kenyang dengan makan sekenyang-kenyangnya. Karena maksud berpantang juga adalah untuk melatih pengendalian diri, maka jika kita berbuka puasa/ pada saat makan kenyang, kita juga tetap makan seperti biasa, tidak berlebihan. Juga makan kenyang satu kali sehari bukan berarti kita boleh makan snack/ cemilan berkali-kali sehari. Ingatlah tolok ukurnya adalah pengendalian diri dan keinginan untuk turut merasakan sedikit penderitaan Yesus, dan mempersatukan pengorbanan kita dengan pengorbanan Yesus di kayu salib demi keselamatan dunia.

6. Maka pada saat kita berpuasa, kita dapat mendoakan untuk pertobatan seseorang, atau mohon pengampunan atas dosa kita. Doa-doa seperti inilah yang sebaiknya mendahului puasa, kita ucapkan di tengah-tengah kita berpuasa, terutama saat kita merasa haus/ lapar, dan doa ini pula yang menutup puasa kita/ sesaat sebelum kita makan. Di sela-sela kesibukan sehari-hari kita dapat mengucapkan doa sederhana, �Ampunilah aku, ya Tuhan. Aku mengasihi-Mu, Tuhan Yesus. Mohon selamatkanlah �..� (sebutkan nama orang yang kita kasihi)

7. Karena yang ditetapkan di sini adalah syarat minimal, maka kita sendiri boleh menambahkannya sesuai dengan kekuatan kita. Jadi boleh saja kita berpuasa dari pagi sampai siang, atau sampai sore, atau bagi yang memang dapat melakukannya, sampai satu hari penuh. Juga tidak menjadi masalah, puasa sama sekali tidak makan dan minum atau minum sedikit air. Diperlukan kebijaksanaan sendiri (prudence) untuk memutuskan hal ini, yaitu seberapa banyak kita mau menyatakan kasih kita kepada Yesus dengan berpuasa, dan seberapa jauh itu memungkinkan dengan kondisi tubuh kita. Walaupun tentu, jika kita terlalu banyak �excuse� ya berarti kita perlu mempertanyakan kembali, sejauh mana kita mengasihi Yesus dan mau sedikit berkorban demi mendoakan keselamatan dunia.

Recent Post