Latest News

Monday, November 26, 2012

Angelina Sondakh Dikabarkan kembali Memeluk Agama Kristen


FEMME - Pemberitaan tentang Angelina Sondakh rasanya tidak pernah sepi. Saat ini Angie yang mendekam di penjara wanita Pondok Bambu, sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima suap senilai Rp 12,5 miliar dan US$ 2,3 juta dalam pembahasan proyek perguruan tinggi di Kemendiknas dan sarana olahraga di Kemenpora tahun anggaran 2010. Nah, di saat kasusnya terus bergulir, Angie dikabarkan kembali ke keyakinan lamanya yakni Kristen Protestan. Bahkan sang anak pun mengikuti keyakinan Angie. Benarkah Angie yang saat akan menikah dengan Aim Adjie Massaid menjadi muslim, kembali ke kepercayaan lamanya?

Angie masih menjadi magnet pemberitaan. Kehidupan mantan Puteri Indonesia ini tidak pernah sepi dari persoalan. Pasca meninggalnya sang suami Alm. Adjie Massaid, masalah beruntun menerpanya. Mulai dari dugaan korupsi pembahasan proyek perguruan tinggi di Kemendiknas dan sarana olahraga di Kemenpora tahun anggaran 2010. Bahkan karena kasus tersebut, Angie kini mendekam di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Pasca-penahanannya, ia harus terpisah dengan buah hatinya Keanu Jabbar Massaid.

Tidak itu saja, hubungannya dengan kekasihnya Kompol Brotoseno berada di ujung tanduk Setelah dikabarkan menikah siri, lalu diberitakan hamil, kini hubungan keduanya agak �menjauh�.

Di luar berbagai isu yang telah mencuat, beberapa waktu lalu Femme mendapat info bahwa Angie telah kembali ke agama asalnya yakni Kristen Protestan. Tidak itu saja, bahkan Keanu Jabar Massaid, buah cintanya dengan Aim. Adjie Massaid yang saat ini diasuh oleh orangtua Angie mengikuti keyakinan yang dianut kakek-neneknya tersebut. Benarkah?

Seperti diketahui, sebelum menikah dengan Aim Adjie, Angie yang asli dari Manado, Sulawesi Utara adalah penganut Nasrani yang taat, demikian juga dengan keluarga besarnya. Itulah sebabnya ayah Angie yang juga mantan Rektor Universitas Sam Ratulangi, Prof Dr LW Sondakh MEc, sangat tidak menyetujui putrinya berhubungan dengan Adjie, apalagi bila harus pindah agama. Namun, Angie yang telah berpacaran dengan Adjie selama empat tahun dengan alasan ingin membantu anak-anak Adjie belajar, diam-diam terus belajar agama Islam pada seorang ustad yang bernama Ustad Abu Bakar sejak Agustus 2008.

Setelah menjadi muslim, dan mendapat hadiah tasbih emas dari Adjie, Angie pun menikah siri dengan Adjie pada September 2008. Lalu pada 29 April 2009, Angie dan Adjie pun melangsungkan pernikahannya secara hukum Negara. Dan, dari pernikahan tersebut lahirlah anak laki-laki mereka, Keanu Jabar Massaid.

Saat Adjie meninggal pada 5 Februari 2012, mulai berembus kabar bahwa Angie akan kembali memeluk agama Kristen Protestan. Tetapi pada waktu itu dibantah oleh Angie.

Benarkan Angie telah mantap menjadi seorang muslimah? �Insya Allah saya juga tidak mau memaksakan, jadi betul-betul prosesnya enak. Kita ibadah, yang penting hatinya itu bagus.Kalau ada orang yang tidak disukai, ya tidak usah dibawa ke hati, karena membalas itu urusan Allah bukan manusia. Urusan manusia, rendah hati, ibadah yang benar,� ungkap Angie beberapa hari pasca Adjie meninggal. Bahkan Angie mengatakan ada beberapa hal yang menguatkannya untuk tetap memeluk Islam. �Saya melihat Mas Adjie yang ringan tangan, suka membantu orang, tapi juga tidak yang fanatik, sebaliknya sangat moderat. Melihat tingkah Mas Adjie yang tulus membuat saya mantap menjadi muslimah,� tambah Angie waktu itu.

Pindah Agama? Namun, belum lama ini ada informasi lagi ke redaksi Femme yang mengabarkan bahwa, Angie ingin kembali memeluk agama Kristen. �Angie ingin kembali menjadi Nasrani, tapi dia sudah kadung malu, karena �sok Islam�. Bukti Angie ingin kembali ke kepercayaan lamanya, lanjut sumber tersebut, �terlihat beberapa pendeta sering mengunjungi dan berdoa untuk Angie di Rutan Pondok Bambu. Bahkan dalam suatu pertemuan di Rutan, Angie mengingatkan � agar para pendeta jangan berdoa dan bernyanyi dengan keras karena bisa menimbulkan kecurigaan dari orang lain serta bisa terlihat oleh CCTV di Rutan. �Selain Angie, anaknya Keanu sudah diajarkan tentang ajaran Kristen oleh Opa dan Omanya,� ujar sumber meyakinkan.

Untuk mengonfirmasi hal tersebut, Femme (8/11) menuju ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kuningan, Jakarta Selatan.

Hari itu, dijadwalkan Angie akan mengikuti lanjutan sidang tentang dugaan menerima suap dalam pembahasan proyek perguruan tinggi di Kemendiknas dan sarana olahraga di Kemenpora tahun anggaran 2010.

Kira-kira pukul 09.30, Angie turun dari mobil tahanan. Ia ditemani ayahnya, Prof Lucky Sondakh. Hari itu, Angie tampil outstanding dengan kemeja tangan panjang warria putih bahan sifon yang dilapisi dengan kemeja tahanan KPK warna senada, lalu dipadu dengan celana panjang bahan Warna hitam, sepatu high heels 12 cm, dan rambut panjangnya digerai serta tas warna hitam. Sapuan make up tipis terlihat di wajahnya serta lipstik merah khas Angie. Saat ditanya tentang kabarnya, ia hanya menjawab dengan tersenyum.

Setiba di Tipikor, Angie langsung menuju lantai satu, menunggu persidangan dimulai. Di ruang tunggu, ia bercerita dengan ayahnya, pengacaranya Nasrullah, dan adik perempuan. Bahkan beberapa kali terlihat, Angie meminta diambil foto bersama dengan ayahnya.

Saat menunggu sidang dimulai, Femme menghampiri Angie. Femme mengon-firmasi, apakah benar ia akan kembali memeluk agama Kristen dan akan diikuti oleh Keanu, anaknya. Dengan santai dan tersenyum kecil, Angie menjawab. �Kalau Keanu, silakan tanya Opa-Omanya, saya nggak mau berstatement apapun. Sudah cukup saya difitnah, dari hamil, sekarang pindah agama. Subhanallah, astagfirullahal�adzim. Itu nggak benar. Pesan saya, bagi orang-orang yang memfitnah saya, bertobatlah,� ungkap Angie lugas.

Sedangkan Prof Lucky Sondakh, ayah Angie yang ditemui pasca-persidangan tidak mau berkomentar banyak tentang hal itu. �Keanu bukan anak kita, ia hanya cucu yang kami rawat. No comment, kita serahkan ke Tuhan saja tentang hal itu,� ungkap pria paruh baya yang hari itu tampil rapi dengan kemeja lengan panjang putih motif kotak-kotak biru yang dipadu dengan celana bahan warna biru dongker.

Sementara itu, mengomentari seringnya Angie dikunjungi para pendeta dan mendoakannya, Lucky mempunyai jawaban tentang hal itu. �Semua datang, kayak kiai atau pun pendeta, semua yang mau doakan dia, welcome kok. Itu pendeta dari Manado, semua mendoakan, di mana-mana dukung Angie dalam doa. Kita harus siap dengan keadaan terburuk. Kita cuma minta pertolongan satu satunya dari Tuhan yang Maha Esa,� jawabnya diplomatis.

Beberapa kali Femme mengunjungi Rutan Pondok Bambu untuk mendapatkan komentar dari ibunda Angie tentang Keanu yang telah diajarkan doa secara Kristen. Sayang dalam pekan-pekan ini, omanya Keanu sedang berada di Manado.

Sementara itu, beberapa petugas di Lapas Rutan Pondok Bambu yang ditemui Femme mengatakan mereka jarang melihat Angie salat. Namun, mengenai kabar bahwa Angie kembali ke agama Kristen, mereka tidak mengetahuinya. �Wah, saya nggak tahu tentang hal itu,� ujar pria tersebut dengan wajah yang khawatir.

Sedangkan Kompol Brotoseno yang ditemui Femme (6/11), setelah selesai menjenguk Angie kira-kira pukul 17.10 WIB, tidak mau berkomentar apapun tentang kabar Angie kembali memeluk agama Kristen Protestan. Broto yang hari itu menggunakan kemeja biru tangan panjang yang digulung hingga ke lengan, dan celana bahan warna biru dongker, berjalan cepat keluar dari Rutan menuju tempat parkir mobilnya. Saat ditanya tentang hal itu, Broto hanya mengangkattangan dan tersenyum pada Femme.

Sunday, November 25, 2012

Hari Raya Yesus Kristus Raja Semesta Alam

Tahun liturgi B akan diakhiri dengan Hari Raya Yesus Kristus Raja semesta alam, tgl 25 November ini dan dilanjutkan dengan Tahun Liturgi C, mulai Minggu Advent I tanggal 2 Desember nanti.

Bacaan Injil: Yohanes 18, 33b - 37
Dialog dalam pertemuan antara Yesus dan Pilatus dapat disebut sebagai sebuah dialog yang macet. Pertanyaan terakhir Pilatus � Apakah kebenaran itu ? �, tidak memperoleh jawaban dari Yesus. Namun semua apa yang terjadi setelah Pilatus cuci tangan dan menyerahkan Yesus untuk dihukum salib, tentunya menjawab dengan lebih berlimpah pertanyaannya itu. Sebagai gambaran situasi, saat itu Yesus berhadap-hadapan dengan Pilatus untuk diinterogasi di dalam gedung pengadilan yang disebut litostrotos, sedang di luar ada kerumunan besar orang banyak, yang kali ini berada di pihak sebagai musuh dan pendakwa Yesus. Tentu ada pembesar-pembesar romawi dan pasukan tentaranya sedangkan Yesus, seorang diri. Mari kita meditasikan dan refleksikan Kisah Injil pada hari Raya Kristus Raja Semesta Alam ini.


Dialog dalam tiga tahap :
Tahap pertama (ayat 33-35), interogasi mengenai istilah Raja orang Yahudi. Pertanyaan Pilatus kepada Yesus tampaknya menjadi sesuatu yang obsesif, mewakili gejolak pada dirinya sendiri. Perwakilan Kaisar itu � takut � pada orang Galilea, yang disebut sebagai raja orang Yahudi ini. Suatu kuasa yang cemas pada kuasa-kontra, yang bisa mengancam sewaktu-waktu dominasi Romawi di Palestina. Yesus mencoba menguji Pilatus yang memberikan pertanyaan sindiran � Engkau inikah raja orang Yahudi ?� dengan balik mempertanyakan apakah itu pengetahuan dan motif Pilatus sendiri tentang sebutan Raja orang Yahudi itu. Pilatus sebetulnya mengakui ketidaktahuannya, karena sebetulnya maknanya bisa berbeda antara apa yg dimaksud oleh Yesus dan apa yang dituduhkan oleh orang Yahudi. Kemungkinan besar istilah raja orang Yahudi atau raja Israel itu diambil Pilatus dari teriakan orang banyak saat Yesus masuk ke Yerusalem, ketika mereka bersorak-sorai menyambut Yesus : � Hosana, terpujilah Dia yang datang atas nama Tuhan. Terpujilah dia Raja Israel, Putra Raja Daud � ; walau sekarang orang banyak yang sama itu pulalah yang ikut mengajukan Yesus ke pengadilan Pilatus. Maka di tahap pertama ini, Pilatus tidak mendapatkan jawaban dari Yesus dan juga tidak bisa menjawab pertanyaan Yesus. Dan untuk melanjutkan penyelidikan ia bertanya � Apa yang telah Engkau buat, sehingga bangsa-Mu sendiri dan orang-orang Yahudi menyerahkan Engkau untuk kuadili?

Tahap kedua (ayat 36), Yesus lalu menjelaskan sifat dan kodrat kerajaan-Nya. Kerajaan yang tidak bertentara, yang tidak punya kekuatan militer,  tidak berwilayah dan tidak berpemerintahan dan tidak berasal dari dunia ini atau tidak bersifat seperti kerajaan duniawi.

Tahap ketiga (ayat 37, 38), karena Yesus menyebut �kerajaan-Ku�, maka Pilatus menyimpulkan dengan pertanyaan �jadi Engkau adalah Raja?� namun tidak lagi mengatakan Raja orang Yahudi. Dan Yesus menjawab untuk menegaskan bahwa Pilatus sebetulnya telah mengatakan Yesus adalah Raja dari hatinya sendiri: �Engkau mengatakan bahwa Akulah Raja�. Di sini Pilatus mengasumsikan tanggungjawab dari pengadilannya, sebagai penguasa romawi di sana, namun Yesus menjelaskan duduk-perkara alasan dan tujuan atau misi-Nya, mengapa dan untuk apa Ia datang membawa kerajaan-Nya itu. Yakni untuk bersaksi akan kebenaran dan membawa setiap orang dengan kuasa otoritas-Nya kepada kebenaran, hal yang sama sekali tidak mengancam eksistensi romawi. Dan dialog berakhir dengan pertanyaan Pilatus tentang apakah kebenaran itu, yang tak memperoleh jawab dari Yesus.

Kerajaan Politis dan Kerajaan Spiritual
Monolog singkat Yesus di ayat 36 atau di tahap 2 dialog menegaskan transisi antara dua elemen dialog. Pertama, yang berkaitan dengan konsep kerajaan yang lebih bersifat politis (ayat 33-35), di mana Yesus diajukan oleh bangsa Yahudi ke pengadilan dengan tuduhan mau menggalang kekuatan politis melawan penguasa Romawi saat itu dengan ungkapan, �Siapa mengaku dirinya raja, melawan Kaisar (ayat 12) atau �Kami tidak punya raja, selain Kaisar (ayat 15). Hal mana, jika benar berarti menjadi ancaman bagi rezim romawi saat itu.

Kedua, yang sudah diberi tafsiran teologis yang lebih luas, yakni bahwa Pilatus, figure dari dunia pagan ini mendapat penjelasan cukup dari Yesus dan siap untuk mengakui pada diri Yesus, suatu kerajaan yang bersifat spiritual, melalui pewahyuan mengenai kebenaran. Dalam Injil Yohanes, kebenaran ini tak lain adalah pewahyuan rencana keselamatan Allah dalam diri Yesus sendiri. Kerajaan-Nya ini tidak memiliki nasionalisme atau ambisi duniawi, karena Ia memang bukan dari dunia ini dan ketika Ia mengumpulkan orang, mereka dipanggil tidak untuk menjadi tentara yang siap berperang mempertahankan kekuasaan atau kedudukan, namun menjadi murid-murid yang penuh perhatian pada suara Gurunya dan yang musti mengaku diri sebagai saksi-saksi kebenaran dan yang nantinya tak kenal lelah bersaksi tentang Dia. Bila kisah diteruskan, kita tahu bahwa setelah itu Pilatus hendak membebaskan Yesus karena memang tidak menemukan kesalahan apapun pada-Nya, dan lebih dari itu Yesus tidak membahayakan dirinya atau kekuasaan romawi.


Rancangan Allah, bukan rancangan manusia.
Kisah Kerajaan ini menjadi makin ironis ketika Pilatus tak mampu menolak keinginan orang banyak. Sebuah rencana akan berdirinya kerajaan yang bersifat universal dan abadi sebagai perwujudan kasih Allah pada bangsa-manusia dengan memberikan Putera-Nya yang tunggal dan terkasih, sepertinya dengan mudah menjadi layu sebelum berkembang, ketika Pilatus akhirnya memilih cuci tangan, dan menyerahkan Yesus untuk disalibkan. Namun cara inilah yang dipilih Allah, karena memang Allahlah yang tahu jalan-jalan terbaik untuk mengasihi manusia. Lewat jalan-jalan yang sulit dimengerti manusia itulah Ia menghadirkan Kerajaan-Nya. Ia mempersiapkan kerajaannya hanya dengan 3 tahun masa bakti-Nya di dunia. Ia memilih dan menempatkan orang-orang di kerajaannya, bukan dari kaum cerdik-pandai, namun dari golongan marginal yang polos  dan sederhana. Mahkotanya adalah rangkaian duri dan tahta-Nya adalah kayu salib. Namun kerajaannya itu, yang nota bene berdurasi sejak inkarnasi-Nya sampai parousia, memang tidak dari dunia ini, atau lebih tepatnya mengatasi dunia ini. Ia sendiri, merubuhkan kerajaan maut musuh abadinya,melalui sengsara dan wafat-Nya, membangun Kerajaan Barunya hanya dalam 3 hari lewat misteri kebangkitan-Nya. Dan melihat Dia berani mengaku diri sebagai Jalan, Kebenaran dan Hidup, Akulah Alfa dan Omega, maka kita memahami bahwa kerajaan-Nya itu bersifat dahulu, sekarang dan yang akan datang alias tanpa batas dan tanpa akhir alias mengatasi segala ruang dan waktu alam semesta ini.



Apa yang bisa kita petik dari pemahaman akan Kerajaan Allah seperti ini?
Pertama, ketika Yesus diakui sebagai Raja dengan ciri-ciri tadi, berarti Ia meraja tidak untuk menonjolkan kuasa-Nya, melainkan untuk memberi pada kita kebebasan atau kemerdekaan sebagai anak-anak Allah. Yesus memberi kebebasan kepada setiap orang dengan menawarkan jalan keselamatan dengan memberikan hukum kasih: Kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama. Dan Kasih sebagai jalan keselamatan itu diteladankan Allah dengan menyerahkan anak-Nya yang tunggal. Oleh karena tak seorangpun mampu menjalankan hukum kasih dengan sempurna, maka Allah, si pembuat hukum sendiri, yang menjelma menjadi manusia yang melaksanakan hukum itu secara paripurna untuk memungkinkan penebusan dosa dalam rencana keselamatan itu. Ya, itu karena hanya Allah sajalah yang dapat mengasihi,  mengampuni, menghapus dan menebus dosa manusia, secara penuh. Jadi Allah memberi kebebasan kepada manusia untuk menerima pemberian kasih-Nya itu atau sebaliknya menolaknya.

Kedua, untuk masuk ke dalam Kerajaan-Nya ini, yang diperlukan adalah pertobatan. Karena soal keselamatan adalah soal terbebasnya manusia dari belenggu dosa dan maut. Ketika Yohanes Pembaptis mengawali karyanya, ia berseru-seru, bertobatlah karena Kerajaan Allah sudah dekat. Yesus juga mengundang kepada pertobatan, kepercayaan kepada Injil dan pemberian diri untuk dibaptis karena kerajaan Allah sudah dekat. Jadi untuk menyambut dan masuk ke Kerajaan Allah ini, orang lebih dahulu harus menjadi pantas dan layak, bersih dari dosa.

Ketiga, kita dalam kerajaan ini, tidak perlu mengandalkan apapun selain kasih Allah. Karena ini adalah Kerajaan Allah, maka memang cara Allah yang musti dipakai. Ya, walaupun cara  Allah, yang meraja tanpa kuasa seperti ini, dapat menjadi skandal: baik dahulu maupun sekarang. Bagi orang Yahudi ini batu sandungan: sebab mesias haruslah jaya dan pemenang, pengusir penjajah romawi. Jadi mesias yang tak berdaya di kayu salib, jelas-jelas skandal yang naif dan tidak bisa diterima. Lalu bagi orang Yunani ini kebodohan : kebodohan salib. Orang pandai tak mungkin melakukan kegilaan seperti ini. Kerajaan tanpa tentara, tanpa senjata tanpa kuasa-kuasa yang membuat orang bergetar ketakutan, dapat saja dan umumnya diragukan. Namun bagi kita, yang percaya, ini adalah kebijaksanaan dari kehendak Allah. Mulai dari kesederhanaan dalam saat kelahiran-Nya di Betlehem, hidup dalam kemiskinan di Nazareth yang jauh dari gambaran jaya garis keturunan Daud, Bapa leluhurnya ; Raja yang � blusukan � tanpa batas dengan mereka yang lepra, yang kumuh, yang dihindari masyarakat ; Raja yang bergabung dengan para pendosa, yang berkelana dari desa ke desa ; Raja yang dengan tangan kosong berhadapan dengan para penangkapnya di taman zaitun dan sendirian di hadapan penguasa dunia saat itu dan puncak skandal Raja ini adalah ketakberdayaan dalam penyiksaan dan hukuman di kayu salib, lalu mati. Tak ada kuasa, tak ada wibawa, hanyalah kelemahlembutan dan kerendahhatian yang ditunjukkannya pada mereka yang mencerca, menghina dan memusuhinya, tatapan teduh pada setiap pengikutnya, hati yang berbelaskasih pada mereka yang lapar, dan pengampunan bagi para pendosa yang bertobat dan pada para pembunuh-Nya. Ia yang mahatinggi telah mengambil tempat terendah, menjadi hamba dari para hamba, mengambil ras dari bumi, ras insani. Menjadi Anak domba kelu yang digiring ke tempat pembantaian. Lahir dalam kerendahan dan mati dalam kehinaan.


Pembalikan Radikal : Inti Iman Kita
Sekali lagi melihat itu semua mustinya tak ada alasan apapun yang bisa mendukung kerajaannya akan bisa tumbuh dan berkembang. Waktu terlalu singkat, sarana-prasarana tak memadai, dan infrastruktur tidak jelas dan berantakan. Namun akan menjadi salahlah kalau kita hanya berhenti di situ, karena akan ada pembalikan total yang mengubah segala skandal dan batu sandungan itu, yakni kebangkitan-Nya. Pembalikan sempurna ini untuk membentuk keseluruhan ekstrim yang serba gelap dan tanpa nilai positif itu menjadi ekstrim gemilang dan terang-benderang. Lewat cahaya Paska, kebangkitan-Nya, kita dapat melihat bahwa apa yang dilakukan-Nya adalah suatu bentuk konsekuensi dan konsistensi total dengan seluruh sabda-Nya sendiri, karena Ia adalah pelaksana sempurna hukum yang dibuat-Nya sendiri. �Barang siapa ingin menjadi yang terkemuka, hendaklah ia menjadi pelayan bagi semua; yang meninggikan diri akan direndahkan, yang terdepan akan menjadi yang terbelakang, barangsiapa ingin menjadi sempurna, hendaklah ia melepaskan segala miliknya, barangsiapa ingin menjadi pembesar ia harus menjadi seperti anak kecil, barangsiapa kehilangan nyawanya, akan mendapatkannya kembali. �

Raja Semesta Alam
Pembalikan total inilah yang menjadi inti iman kita dan setelahnya kita tahu bahwa Ia yang telah mengasihi tanpa batas dengan kasih agung pergurbanan diri, menjadi sahaya dari para sahaya inilah yang kemudian memiliki Nama, yang melebihi segala nama. Pada Dia yang dahulu menerima segala hojat dan hinaan serta fitnah keji inilah, yang kelak segala lutut akan bertekuk dan bersujud, serta segala lidah akan mengaku bahwa Ia adalah Tuhan dan Juru selamat. Dia yang mengawali kerajaan-Nya tanpa wilayah dan zero-modal ini ternyata adalah pemilik semesta alam, Raja segala raja. Berkuasa penuh atas segala milik-Nya, sehingga bisa berkata dosamu sudah diampuni, bangkitlah dan berjalanlah!, Hai anak muda bangkitlah!, hari ini juga engkau akan bersama-Ku di firdaus.. ; sebab sebagai penguasa semesta alam Ia tahu di mana Dia dahulu berada, kini berada dan akan berada; Ia tahu isi hati setiap manusia.

�Layaklah Anak domba yang disembelih itu, menerima kuasa, kemuliaan, kebijaksanaan, kekuatan dan hormat. Bagi-Nya, yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, bagi Dialah kemuliaan dan kekuasaan sampai selama-lamanya. Amin.� (Wahyu 5, 12 dan 1,6).

Sumber : http://m.kompasiana.com/post/filsafat/2012/11/24/hari-raya-yesus-kristus-raja-semesta-alam/

Saturday, November 24, 2012

Paus Benediktus XVI: "Indahnya Menjadi Tua"

Kita tahu kesulitan muncul dengan datangnya usia. Saya menggunakan tongkat sesekali mulai awal tahun ini, dan mulai melambat.
-- Paus Benediktus XVI

Paus Benediktus XVI

ROMA - Paus Benediktus XVI berbicara di depan sekelompok orang tua di Roma, Italia, menegaskan bahwa "indahnya menjadi tua" dan bahwa mereka yang berusia lanjut ini masih bisa memberikan kepada masyarakat sekalipun dengan keterbatasan yang ada.

Bernama asli Joseph Aloisius Ratzinger, Paus Benediktus kini berusia 85 tahun. Pemimpin umat katolik sejagat ini lahir pada 16 April 1927 di Bavaria, Jerman selatan. Paus Benediktus XVI termasuk salah satu paus yang terpilih pada usia relatif lanjut pada April 2005. Dia menjadi Paus yang ke-265 dalam hirarki tertinggi Gereja Katolik.

"Kita tahu kesulitan muncul dengan datangnya usia. Saya menggunakan tongkat sesekali mulai awal tahun ini, dan mulai melambat," ujar Paus. Namun kesehatannya tetap saja baik dan jadwal acaranya penuh.

Seperti pada hari Senin kemarin, sebagaimana dilaporkan kantor berita AP, Paus meninggalkan Vatikan berkunjung ke sebuah tempat permukiman di dekat Vatikan guna merayakan Hari Solidaritas Bagi Orang Tua yang acap dirayakan di Eropa.

Paus Benediktus XVI menyerukan para warga berusia tua untuk tidak melihat sedih pada masa muda mereka namun menikmati usia tua mereka sekarang ini.

"Kualitas masyarakat, maksud saya peradaban, bisa dilihat dari bagaimana mereka memperlakukan orang tua," ujar Paus.

Thursday, November 22, 2012

Mehdawi : 50 % Penduduk Palestina Beragama Yahudi



Tidak banyak yang tahu bahwa persentase terbesar penduduk di Palestina adalah penganut yahudi bukan muslim atau nasrani yang selama ini dikenal. Hal ini disampaikan oleh Duta besar Palestina untuk Indonesia, Fariz Mehdawi, ketika ditemui dalam seminar memperingati Hari Internasional Solidaritas untuk Palestina yang berlangsung di Auditorium Yustinus Universitas Atmadjaya, Jakarta, Rabu (30/11/2011).

�Di Palestina 50% penduduknya beragama Yahudi dan sisanya beragama Kristen dan Muslim yang berada di daerah Tepi Barat dan Yerusalem,� ujarnya. 

Mehdawi juga heran dengan beberapa orang dan kelompok yang selalu berteriak mendukung Palestina dan mengutuk Israel tetapi mereka tidak tahu permasalahannya yang terjadi di Palestina, 

�Saya bingung dan heran dengan isu dan teriakan �Allahu Akbar� dari orang-orang terhadap yang terjadi antara Palestina dan Israel padahal mereka tidak tahu apa-apa dan tidak ada peran sama sekali untuk membantu kami, nol besar,� ungkapnya.

Terkait dengan Indonesia, Palestina membutuhkan bantuan dari Indonesia karena dengan pengalamannya dalam politik dan demokrasi serta sejarah perjuangan mereka selama 350 tahun. 

Tanggal 29 November oleh PBB ditetapkan sebagai Hari Internasional Solidaritas terhadap Palestina pada Sidang Umum PBB 12 Desember 1979. Tanggal ini dipilih karena pada 29 November 1947 PBB menerapkan resolusi 181 (II) atau yang dikenal dengan nama Partition Resolution. 

Resolusi ini mengatur pembagian Palestina menjadi dua, negara Yahudi dan negara Arab, dengan Yerusalem sebagai corpus separatum kedua wilayah. Namun, hanya satu negara yang lahir dari resolusi ini, yaitu Israel. Sementara Palestina masih diragukan kedaulatannya, bahkan oleh PBB sekalipun.

Friday, November 9, 2012

Akhir Tahun, Paus Benedictus XVI Mulai Nge-Tweet



VATIKAN - Tak hanya orang awam yang menggunakan Twitter sebagai sarana untuk berkomunikasi, pemimpin utama umat Katolik, Paus Benedictus XVI, juga berencana melakukannya pada akhir tahun ini.

Hal itu diungkapkan seorang Juru bicara Vatikan, seperti dilansir oleh Sydney Morning Herald, Jumat (9/11/2012). Menurutnya Paus Benediktus XVI akan mulai nge-Tweett sebelum akhir tahun ini menggunakan akun pribadinya.

Paus Benediktus yang sudah berusia 85 tahun itu, sempat mengirimkan pesan melalui Twitter, menggunakan akun resmi Vatikan, tahun lalu ketika ia meluncurkan portal berita informasi Vatikan.

Namun belum diketahui, apakah nantinya Paus sendiri yang akan mengirimkan pesan-pesan apostolik, dan nasihat kepausan lainnya melalui akun Twitter pribadinya tersebut. Hal itu dikarenakan Paus Benedictus yang mencintai tulisan, tidak terbiasa menggunakan komputer.

Juru bicara Vatikan, Federico Lombardi mengatakan rincian tentang aktivitas Paus dengan akun Twitternya, dan informasi lainnya, akan diumumkan ketika Vatikan secara resmi meluncurkan akun tersebut.

Sumber : http://m.tribunnews.com/2012/11/09/akhir-tahun-paus-benedictus-xvi-mulai-nge-tweet

Wednesday, November 7, 2012

Gereja Ortodoks Koptik Kini Punya Pengganti Patriarkh Shenouda III



Uskup Tawadros akhirnya terpilih dalam pemungutan suara pada proses seleksi akhir pemilihan patriarkh baru selama seminggu yang dihadiri oleh ribuan warga Koptik.

Tawadros menggantikan Patriarkh Shenouda III, yang meninggal pada tanggal 17 Maret lalu.

Penobatan Uskup Tawadros sebagai Patriarkh akan berlangsung pada 18 November mendatang di Katedral St Mark.

Uskup Agung dari Gereja Ortodoks Koptik di Inggris, Uskup Angaelos, menyambut hasil seleksi ini.
Berbicara dari Katedral St Mark, ia berkata: "Suasananya luar biasa menggembirakan di katedral, tidak hanya orang-orang di sini tapi di seluruh dunia mengangkat hati mereka meminta pemilihan Allah bagi paus dan patriarkh baru kita.'

"Ada semacam reaksi gembira ketika nama Uskup Tawadros diumumkan, dan kami sekarang menggeser doa kami dari pilihan Allah ke bimbingan dan kasih karunia Allah kepadanya untuk memimpin Gereja Ortodoks Koptik tercinta kita agar dapat melanjutkan misi gereja untuk menjadi terang dan garam di Mesir dan seluruh dunia."

Selamat kepada Uskup Tawadros, semoga di kepemimpinan Anda, Gereja Orthodoks Koptik semakin menjadi gereja yang membawa dampak kepada sekitar dan dunia ini.

Sumber : www.jawaban.com/index.php/mobile/news/detail/id/90/news/121106115302/page/0/limit.html

Tuesday, November 6, 2012

Inggris Butuh Bantuan Misionaris Asing



Inggris pernah menjadi bangsa pengirim misionaris tapi setelah sekularisasi sukses masuk ke masyarakat bertahun-tahun, orang Kristen di Inggris semakin mencari gereja dari luar negeri untuk membantu mereka dalam pewartaan Injil.

Dalam hasil survei terbaru yang dilakukan terhadap lebih dari 1.100 orang Kristen Inggris, 74% setuju bahwa Inggris membutuhkan misionaris dari negara lain untuk datang dan mewartakan Injil kepada rakyat disana.

Angka ini semakin didukung oleh hasil temuan selanjutnya yakni 68% responden menyatakan dari semua wilayah di dunia, Inggris harus menerima prioritas tertinggi untuk misi gereja, doa dan bantuan.

Yang menarik juga dari penelitian ini adalah adanya fakta bahwa sebagian besar orang Kristen di Inggris tersebut memiliki hati memberi untuk negaranya. Lebih dari 50 persen orang-orang yang disurvei mengaku telah menabur secara finansial lebih banyak di Inggris dibandingkan ke negara-negara lain.

Untuk diketahui, angka-angka diatas telah tercantum semua dalam "The World on Our Doorstep?", sebuah buku kecil triwulanan terbaru keluaran divisi riset Evangelical Alliance.

Selain mendapati adanya kebutuhan akan evengelis dari luar negeri, Evangelical Alliance juga menganalisis apa yang sebenarnya terjadi dengan orang Kristen di Inggris hari-hari ini.

"Sebagai bangsa kita cukup nyaman menunjukkan reservasi dan tekad dalam ukuran yang sama," kata Steve Clifford, direktur umum dari Evangelical Alliance menanggapi hasil survei yang dibuat oleh perusahaannya tersebut.

"Ketika Anda diberkati dengan penekanan seperti ini maka menjadi tidak mengherankan bahwa meskipun kita sangat ingin menjadi evangelis, kita akan sangat berjuang untuk hal tersebut. Inilah yang bisa menjelaskan mengapa orang Kristen (di Inggris) akhirnya melihat ke Gereja di luar negeri'

"Walau begitu kita harus menerima misionaris luar negeri sebagai hadiah (dari Tuhan) dan membiarkan mereka menginspirasi kita. Kita perlu meningkatkan keyakinan kita dalam berbicara tentang iman dan sekaligus bertanya kepada diri sendiri 'apa yang bisa saya lakukan hari ini di gereja saya sendiri untuk menjahit nilai-nilai Kekristenan ke dalam masyarakat lokal kami?',' pungkas Clifford.

Tidak hanya Inggris, kondisi kekristenan di sebagian besar negara di Eropa juga sangat memprihatinkan. Bukan hal aneh jika saat mengunjungi satu gereja disana, jemaat yang hadir adalah para orang tua. Sangat jarang sekali ditemukan anak-anak yang mau beribadah di gedung pertemuan orang-orang Kristen.

Oleh sebab itu, kiranya ini menggerakkan hati kita untuk berdoa kepada Tuhan, meminta Dia kembali melawat orang-orang disana. Akan sangat bersyukur lagi jika akhirnya ada diantara Anda yang tergerak mengambil bagian untuk menginjili disana. Inilah waktunya giliran kita memberkati Inggris dan negara-negara lain di Eropa. Mari bersama bawa kembali benua biru bagi kemuliaan Tuhan !

Sumber : www.jawaban.com/index.php/mobile/news/detail/id/90/news/120628103303/limit/0/Inggris-Butuh-Bantuan-Misionaris-Asing.html

Di Bawah Kepemimpinan Morsi, Pemerintah Mesir Akhirnya Masukkan Alkitab dalam Kurikulum Pendidikan



KAIRO (MESIR) - Masuknya Alkitab bersanding dengan Al Qur'an dalam kurikulum pendidikan mesir adalah bentuk dari reformasi pendidikan di negara berpenduduk mayoritas muslim itu.

Bulan lalu, Departemen Pendidikan Mesir, seperti dirilis Al Arabiya, membuat pengumuman bahwa sekolah menengah di negara itu  akan menerapkan kurikulum pendidikan baru.

Dalam sistem  baru itu  akan tercakup didalamnya tentang pelajaran kewarganegaraan berlatar ajaran agama  Abrahamik, tentunya dengan menganalisa data dari sumber  ayat-ayat dari kitab suci, salah satunya adalah Alkitab.

Kurikulum itu sedianya akan mulai diterapkan kepada para siswa  pada tahun kedua mereka duduk di sekolah menengah.  Seperti dilansir AlArabiya dari Mesir al-sayid, pelajaran akan dimulai dengan bahasan seputar prinsip-prinsip hak asasi manusia seperti yang terlihat dalam agama Kristen.

Sorotan utamanya pada ayat-ayat yang menentang perlakuan tidak pada tempatnya terhadap orang miskin.   Tidak hanya itu, ayat-ayat teks Alkitab tentang kebebasan kehendak dan penentuan nasib sendiri akan diketengahkan pada kurikulum baru tersebut.

Yang lebih mengejutkan adalah pelajaran tentang toleransi beragama. Pada kurikulum baru ini juga concern terhadap ajaran-ajaran Islam tentang hak-hak non-Muslim. Pada kurikulum tahun ketiga, akan secara khusus mengetengahkan tentang isu-isu perlindungan kehormatan, kebebasan untuk memilih agama seseorang di antara ajaran Islam lainnya.

Sambutan positif datang dari banyak kalangan, utamanya dari kalangan minoritas Koptik.  Langkah ini menurut Dr Kamal Mogheeth, dari Pusat Nasional untuk Penelitian Pendidikan, kepada situs berita online Al-sayid  adalah langkah yang patut diacungi jempol.  Kamal percaya langkah untuk menggunakan teks-teks suci di sekolah menengah akan membawa hasil yang positif, khususnya terkait promosi untuk menciptakan interaksi antara agama-agama yang berbeda.

"Ini adalah langkah menuju menghilangkan ketegangan dan intoleransi antara Muslim dan Koptik yang dari waktu ke waktu muncul dalam insiden di Mesir," kata Kamal.

Namun demikian Kamal mewanti-wanti betul dalam pengutipan teks-teks suci agar ditangani dengan sangat hati-hati, sehingga tidak menimbulkan kebingungan yang dapat menyebabkan perselisihan kontroversial.

Sumber : http://kabargereja.tk/2012/11/pemerintah-mesir-akhirnya-masukkan.html?m=1

Thursday, November 1, 2012

SBY Terima Penghargaan Ksatria Salib Agung



Pesawat kepresidenan Garuda Indonesia yang membawa Presiden RI Susilo Bambang Yuhoyono dan Ny Ani Yudhoyono beserta rombongan mendarat di Terminal 5 Bandara Internasional Heathrow, London, Selasa (30/10/2012) sekitar pukul 18.00 waktu setempat.

Dalam lawatannya ke Inggris ini, Presiden SBY didampingi Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri ESDM Jero Wacik, Menteri Pendidikan M Nuh, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Ketua DPR Marzuki Alie, Ketua DPD Irman Gusman, Ketua Komisi II DPR Agun Gunanjar, serta dua putra Yudhoyono, yakni Edhi Baskoro Yudhoyono dan Agus Harimurti Yudhoyono.

Sebelumnya, Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah mengatakan bahwa Presiden SBY akan memperoleh gelar penghargaan dari Ratu Inggris Elizabeth II.

"Nama penghargaannya 'Knight Grand Cross in the Order of the Bath'. Ada tiga kelas dari Order Bath dan Bapak Presiden yang tertinggi," kata Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah, seperti dikutip kantor berita Antara, Senin (29/10/2012).

Menurut Faizasyah, penghargaan ini juga pernah diberikan kepada pemimpin asing, di antaranya mantan Presiden Amerika Serikat Ronald Reagen, mantan Presiden Perancis Jacques Chirac, dan Presiden Turki Abdullah Gul.

Knight Grand Cross in the Order of Bath merupakan kelas tertinggi dari Order of Bath. Penghargaan ini pertama kali diberikan oleh Raja George I pada 1725. Penghargaan ini diberikan kepada mereka yang memiliki prestasi menonjol baik dari kalangan militer maupun masyarakat sipil.

Sementara itu, kunjungan kenegaraan Presiden Yudhoyono ke Kerajaan Inggris kali ini untuk memenuhi undangan Ratu Elizabeth II, dan merupakan yang pertama setelah era Presiden Soeharto pada 1979.

Menurut Faizasyah, selain bertemu dengan Ratu Elizabeth II, Presiden juga dijadwalkan akan bertemu dengan Pangeran Charles, Perdana Menteri David Cameron, Ketua Partai Liberal Demokrat Nick Clegg, dan pemimpin oposisi Ed Miliband.

Presiden Yudhoyono juga akan menyampaikan pidato di beberapa forum, termasuk di antaranya di hadapan All-Party Parliamentary Group on Indonesia, Royal College for Defence Studies, dan Wilton Park.

Presiden berangkat ke Inggris pada 30 Oktober dan akan mengakhiri kunjungan pada 3 November 2012. Dari Inggris, Presiden langsung bertolak menuju Vientiane, Laos, untuk melakukan kunjungan kenegaraan selama tiga hari. Kunjungan kenegaraan di Laos akan dirangkaikan dengan KTT ASEM ke-9 yang digelar di Vientiane.

Presiden direncanakan akan kembali ke Tanah Air pada 6 November 2012.



Sejarah Gelar Knight Grand in The order of  Bath

Gelar the Order of Bath sendiri, seperti dikutip dari detikcom, pada awalnya diberikan pada para tentara dan beberapa masyarakat sipil. Penerima gelarnya selalu pria.

Baru pada tahun 1971, ada seorang wanita yang diberi penghargaan tersebut untuk pertama kalinya.

Susunan pemberi gelar terdiri dari pemangku kedaulatan (ratu), seorang Great Master (Pangeran dari Wales) dan tiga anggota dari kelas berbeda.

Gelar 'Bath' sendiri berasal dari ritual mandi atau membersihkan diri, terinsipirasi dari mandi dalam proses pembaptisan. Ini adalah simbol dari upaya penyucian diri, sebuah proses persiapan seorang ksatria Inggris sebelum bertugas.

Penghargaan ini tak akan diberikan sebelum para kandidat sudah mempersiapkan diri dengan berbagai ritual seperti puasa, berdoa, dan membersihkan dirinya dengan mandi.

Kisah seremoni mandi untuk menciptakan seorang ksatria tercatat dilakukan oleh Raja William I. Saat itu dia memandikan bocah 15 tahun bernama Geoffrey Count of Anjou di tahun 1128 yang belakangan menjadi ksatria.

Pada saat pengangkatan Henry V sebagai raja tahun 1413, dia juga melakukan ritual yang sama untuk para ksatria.

Namun akhir abad ke-15, ritual mandi ini mulai hilang. Namun seremoni pemberian gelar dengan sebutan 'Knights of the Bath' masih dilakukan.

Pada tahun 1725, saat George I menjadi raja, pemberian gelar dihidupkan kembali untuk memenuhi keinginan Perdana Menteri Inggris pertama Sir Robert Walpole yang menginginkan adanya tambahan penghargaan politik.

Tahun 1815, saat era perang Napoleon berakhir, Pangeran Regent (Raja George IV) membuat dua divisi dalam penghargaan ini, militer dan sipil.

Lalu sejak tahun 1825, ritual mandi dalam pemberian penghargaan ini resmi dihilangkan. Begitu juga dengan ritual puasa. SBY dijadwalkan menerima penghargaan itu pada hari Rabu ini. Penghargaan ini diberitakan Ratu Elizabeth II atas jasa SBY yang mempererat hubungan kedua negara. Inggris merupakan investor nomor dua di Indonesia.

Recent Post