Latest News

Monday, January 28, 2013

Patutkah Perempuan Berdoa Kepada Allah dengan Kepala yang Tidak Bertudung?



*Keterangan Gambar:
Atlet ice skating dunia Korsel dan pemenang medali emas Olimpiade 2010, seorang puteri Gereja Katolik, Yuna Kim, sesaat setelah menerima Sakramen Pembaptisannya.

Merupakan tradisi yang amat mulia, perempuan mengenakan penutup rambut seperti yang dilakukan Yuna Kim, pada saat perayaan misa Ekaristi walaupun kini tidak menjadi suatu kewajiban.

Di Korea Selatan dan di beberapa negara dengan tradisi Katolik yang tua sampai pada masa kini, sebagian besar perempuan masih mengenakan mantila (kerudung, penutup kepala) saat menghadiri misa.
=========

Bersama mari kita baca ayat 1 Kor 11:13 dari rasul St Paulus kepada umat di Korintus dan kepada kita di bawah ini:

"Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepada Allah dengan kepala yang tidak bertudung?" (1 Kor 11:13)
=========

Soal kerudung (veil) itu, aturan di Kitab Suci tidak semuanya berlaku untuk selamanya.

Apa dasarnya umat Kristen tidak mematuhi petuah rasul agar wanita berkerudung saat berdoa di Gereja (1 Kor 11:4-16)?
a. Gereja, punya kuasa mengikat dan melepas (Mat 16:19; 18:18).
b. Gereja punya otoritas untuk membuat aturan yang tidak dibuat Yesus. Termasuk di dalamnya membuat dan menghapus larangan.

Tentunya larangan yg tidak berkenaan dengan wahyu yang infallible (dogma, yang dijamin kebal-salah), Misalnya waktu puasa, jenis makanan yang dipantang, kalender liturgis, tata cara pemilihan Paus/Uskup etc.

Termasuk di dalamnya adalah aturan oleh Roh Kudus sekalipun
1. Dalam Kis 15:28-29 Roh Kudus memerintahkan agar umat Kristen tidak makan makanan yang dipersembahkan kepada berhala, tidak makan darah dan tidak makan makanan dari binatang yang mati dicekik.

Tapi toh tidak ada umat Kristen sekarang yang mematuhi apalagi diajarkan larangan tersebut [kecuali sekte tertentu].

Ini karena aturan yang dibuat Roh Kudus tersebut telah diubah oleh Gereja yang memang punya kuasa untuk mengubah aturan disiplin. Karena Gereja dalam kepemimpinannya juga disertai Roh yang sama. Gereja sendiri telah membuat banyak aturan demi kebaikan umat yang tidak dibuat Yesus.

2. Misalnya membukukan Kitab Suci (Yesus tidak pernah memerintahkan untuk membuat Kitab Suci),

3. Menghapus sunat (Yesus sendiri bersunat) dengan baptisan.

4. Mengganti hari beribadah dari Sabtu menjadi Minggu (Yesus sendiri beribadah pada hari Sabbath alias Sabtu) dll.



Tuesday, January 22, 2013

Kalender Yesus merokok dan tenggak bir beredar di India


Kalender Yesus merokok dan tenggak bir beredar di India

Umat Kristen di Negara Bagian Maharashtra, India, marah lantaran ada kalender 2013 memuat gambar Yesus sedang memegang sebatang rokok dan segelas bir.

Mereka meradang dengan menyatakan gambar itu telah menghina agama. Mereka juga meminta pemerintah untuk segera mengambil tindakan atas kejadian itu, seperti dilansir situs eurasiareview.com, Selasa (22/1).

"Gambar menghina itu sudah dicetak sebanyak 30 ribu eksemplar dan sudah beredar di pasaran," kata Presiden Forum Sekuler Katolik (CSF) Joseph Dias.

Dias mengatakan pengacara Vikram E. Amolik dan Pankaj K. Bhandari sudah melayangkan surat tuntutan kriminal ke pengadilan terkait kasus itu. Pengadilan akan segera menggelar dengar pendapat.

Mantan pejabat kota Tanaji D. Lonkar dikabarkan menerbitkan kalender itu. Namun dia mengelak dari tuduhan itu dengan mengatakan gambar itu diambil dari Internet. Lonkar menyatakan dia telah menarik peredaran kalender itu.

Dias mengancam akan membalas tindakan itu kecuali pemerintah bertindak cepat dan segera menangkap pelaku.

Beberapa waktu lalu di media sosial Facebook beredar gambar Bunda Maria sedang menyuruh Yesus membersihkan kamar. Kasus itu juga menyulut amarah umat Kristen.

Thursday, January 17, 2013

Mohon Doa! Di Blitar, Sekolah Katolik Dipaksa Ajarkan Agama Islam


TEMPO.CO, Blitar - Kantor Wilayah Kementerian Agama Kota Blitar mewajibkan enam sekolah Katolik memberikan pelajaran agama non Katolik kepada siswanya. Instruksi ini dikeluarkan menyusul penolakan sekolah memberikan layanan pelajaran agama Islam.

Kantor Wilayah Kementerian Agama Kota Blitar mememanggil pengurus Yayasan Katolik untuk membahas tentang peraturan sekolah yang tidak memberikan layanan pendidikan agama selain Katolik kepada siswanya. Padahal, banyak pelajar tersebut yang memeluk agama lain.

Menurut dia, banyak orang tua siswa protes karena menganggap sekolah tersebut diskriminatif. �Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan setara,� kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Blitar, Imam Muchlis, Rabu 16 Januari 2013.

Sebelumnya, enam sekolah yang bernaung di bawah Yayasan Katolik Kota Blitar tidak menyediakan pelajaran agama lain kepada siswa-siswanya. Kebijakan ini dilakukan mulai sekolah tingkat Sekolah Menengah Atas Katolik, Sekolah Menengah Atas Kejuruan Diponegoro, Sekolah Teknik Menengah Katolik, Sekolah Menengah Pertama Yos Sudarso, Sekolah Dasar Santa Maria, dan Taman Kanak-kanak Santa Maria.

Kebijakan tersebut menuai protes di kalangan orang tua siswa dan masyarakat. Pemerintah bahkan mengancam akan menutup sekolah tersebut jika tetap menolak instruksi. Ancaman itulah yang pada akhirnya membuat Yayasan Katolik berubah sikap dan berjanji memberikan layanan pelajaran agama non Katolik. �Kami akan mengevaluasi,� kata Romo Rafael, perwakilan Yayasan Katolik.

Meski tidak menyediakan guru agama selain Katolik, Romo Rafael berjanji akan menitipkan anak didiknya yang beragama lain untuk belajar agama di sekolah terdekat. Sebab posisi sekolah Katolik tersebut berdekatan dengan lembaga sekolah lain yang menyelenggarakan pendidikan selain Katolik.

Romo Rafael menjelaskan kebijakan tidak menyediakan guru pengajar selain Katolik ini merupakan keputusan yang diambil pengurus Yayasan di Surabaya. Ketentuan ini berlaku kepada seluruh lembaga pendidikan yang bernaung di bawah yayasan tersebut. Karena itu pelaksanaan perubahan kebijakan ini masih menunggu sikap pusat. �Yang jelas pelaksanaan pelajaran (agama selain Katolik) di luar sekolah,� katanya.

Walikota Blitar, Samahudi Anwar, meminta pengurus sekolah Yayasan Katolik memberikan pelajaran agama Islam bagi siswanya. Apalagi dia telah mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 8 Tahun 2012 yang mewajibkan setiap anak didik beragama Islam di Kota Blitar harus mampu membaca Al Quran. SK tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 Tentang Pendidikan Agama.

Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2013/01/16/079454882/Di-Blitar-Sekolah-Katolik-Dipaksa-Ajarkan-Agama-Islam

Hagia Sophia, Saksi Kisah Dramatis Jatuhnya Konstantinopel

Aya Sofya atau Hagia Sophia
Hagia Sophia atau orang Turki menyebutnya Aya Sofya adalah landmark Istanbul. Saya yang sebelumnya tidak tertarik membaca sejarah bangunan megah itu, menjadi sangat ingin mengetahuinya lebih jauh. Hagia Sophia adalah sebuah bangunan penuh sejarah, menjadi saksi dari sekian banyak kisah. Kisah paling dramatis adalah saat Konstantinopel jatuh ke tangan Turki Usmani.
 
Hagia Sophia berasal dari bahasa Yunani A??a S?f?a yang berarti Kebijaksanaan Suci. Digunakan sebagai gereja selama 916 tahun sejak dibangun tahun 537 dan beralih fungsi sebagai masjid selama 481 tahun. Dirancang oleh para ilmuwan Yunani yaitu Isidorus seorang Fisikawan dan Anthemius yang seorang ahli Matematika. Atas perintah Kaisar Justinian Bizantium bangunan gereja itu berdiri. Kubah bangunan ini memiliki tinggi 55,6 meter dan dianggap sebagai lambang arsitektur Bizantium dan juga menjadi katedral terbesar di dunia selama hampir 1000 tahun. Sebenarnya pada tahun 360, Kaisar Constantine pernah membangun sebuah bangunan besar bernama Megalo Ekklesia (the Great Church) di tempat Hagia Sophia berdiri saat ini, namun terbakar pada tahun 404, lalu baru pada tahun 537 dibangun Hagia Sophia.
 
Sejarah Berdirinya Konstantinopel
 
Konstantinopel, merupakan ibukota Kekaisaran Romawi Timur. Dalam sejarahnya, ibukota Romawi Timur sebelumnya adalah Nikomedia di Anatolia lalu sejak tahun 330 berpindah ke Byzantium dan akhirnya berganti nama menjadi Konstantinopel. Romawi Timur merupakan kekuatan terbesar ekonomi, budaya dan militer di Eropa. Wilayah kekuasaannya membentang dari Armenia (sebelah barat Turki) sampai ke Calabria di Italia Selatan juga sebagian Afrika termasuk Mesir. Kekaisaran Romawi terbagi menjadi barat dan timur pada sekitar tahun 395 setelah kematian Theodosius I yang merupakan kaisar yang memerintah seluruh Romawi. Pembagian ini cukup penting karena di dasari oleh persamaan bahasa, di Romawi Barat penduduknya menggunakan bahasa Latin sedangkan Romawi Timur menggunakan bahasa Yunani. Tapi ternyata pemisahan ini menggerogoti persatuan kekaisaran Romawi saat itu.
  
Semenanjung Tanduk Emas (http://imageshack.us)
Konstatinopel yang merupakan ibukota Romawi Timur merupakan wilayah strategis bagi jalur perdagangan bangsa-bangsa Eropa. Letaknya yang berada di jalur darat dari Eropa ke Asia serta jalur laut dari laut Hitam ke Laut Mediterania. Kota ini juga memiliki pelabuhan terbesar yang dijuluki sebagai Tanduk Emas karena bentuk semenanjung yang menyerupai tanduk. Karena letak geografisnya yang strategis ini hampir selama abad pertengahan Konstatinopel menjadi kota terbesar dan termakmur di Eropa. Kota ini didirikan oleh Kaisar Konstantinus I pada tahun 330 (sebelumnya bernama Bizantium). Didesain untuk menjadi sebuah kota metropolis seperti kota Roma, fasilitas-fasilitas umum dibangun seperti alun-alun, jalan raya, saluran air, bahkan hipodromos (tempat pacuan kuda) yang menampung hingga 80.000 penonton dibangun di kota ini.
   
Jatuhnya Konstantinopel
 
http://id.wikipedia.
Pada tahun 1450, ketika wilayah kekuasaan Turki Usmani semakin meluas di wilayah Balkan, posisi Romawi Timur hanya tersisa di Konstantinopel. Posisi yang tidak menguntungkan sebenarnya karena terjepit di Barat dan Timur, namun karena letak Konstantinopel yang strategis, maka Kaisar Constantine XI bersikeras mempertahankannya. Sultan Mehmet II yang saat itu berusia 21 tahun naik tahta menggantikan ayahnya Sultan Beyazid I mencoba memberikan tawaran pada sang Kaisar Romawi untuk menyerahkan Konstatinopel. Sang Kaisar akan diberikan wilayah kekuasaan menjadi gubernur di Yunani dengan membawa seluruh harta kekayaannya serta dijamin keselamatannya asalkan mau meninggalkan Konstantinopel. Namun tawaran itu ditolak mentah-mentah oleh sang Kaisar.
 
Penolakan itu serta merta mengakibatkan perang besar di kota ini pada tahun 1453. Diawali dengan pengepungan Konstantinopel pada 6 April 1453 di segala penjuru. Sang Sultan Mehmet II menggunakan meriam raksasa, senjata yang relatif baru pada masa itu untuk merobohkan benteng yang dibangun mengelilingi Konstantinopel. Sebenarnya perang ini tidak seimbang, bayangkan saja tentara Konstantinopel saat itu hanya berjumlah sekitar 7.000 tentara sedangkan kekuatan pasukan Turki Usmani mencapai 100.000 tentara. Walaupun sudah dikerahkan penduduk Konstantinopel yang berjumlah 50.000 orang tetap saja tidak bisa mengimbangi kekuatan pasukan Turki waktu itu. Namun kuatnya benteng menjadi masalah tersendiri hingga menyebabkan Sultan Mehmet II merencanakan penyerbuan yang lebih masif.
 
Pengepungan Konstantinopel dari seluruh penjuru tembok

Tanggal 28 Mei 1453, pengepungan kota oleh tentara Turki dimulai sejak tengah malam. Warga kota semakin menyadari bahwa kekalahan sudah di depan mata. Lonceng-lonceng gereja dibunyikan sepanjang malam, ribuan orang berkumpul di Katedral Agung Hagia Sophia untuk melakukan misa terakhir. Sebagian menyanyikan hymne suci, sebagian menangis dan sebagian yang lain saling bermaaf-maafan, rakyat Konstantinopel menyadari saat kematian akan segera tiba. Dalam prosesi malam itu, sang Kaisar juga berpidato di depan para panglima perangnya mengatakan bahwa dia akan ikut berjuang sampai titik darah penghabisan demi mempertahankan Konstantinopel.
 
Dini hari tanggal 29 Mei 1453, pertempuran besar terjadi sehingga menyebabkan benteng kota yang kokoh itu akhirnya mampu ditembus oleh pasukan Turki Usmani. Sultan Mehmet II memasuki kota yang telah luluh lantak, dia begitu bergembira pada waktu pasukan tempurnya berhasil menghancurkan pasukan yang masih setia kepada Kaisar Byzantium.Setelah kota itu berhasil takluk, Sultan turun dari kudanya dan bersujud; memerintahkan hari itu juga untuk mengubah Kathedral Agung Hagia Sophia menjadi Masjid Aya Sofia; merusak patung-patung, ikon, altar, lonceng dan mimbar gereja yang sudah berusia ribuan tahun itu. Pada hari Jumat, Mei 1453 Sholat Jumat langsung diadakan di dalam bekas Katedral yang sudah diubah menjadi masjid itu. Menara masjid kemudian dibangun di samping kiri kanan bekas Gereja. Tahun 1937 Kemal Ataturk merubah masjid menjadi museum sampai sekarang. Kota itu kemudian diubah nama menjadi Istanbul (Kota Islam).
  
Hagia Sophia Saat Ini

Pada tahun 1937, Mustafa Kemal Atat�rk mengubah status Hagia Sophia menjadi museum. Mulailah proyek "Pembongkaran Hagia Sophia". Beberapa bagian dinding dan langit-langit dikerok dari cat-cat kaligrafi hingga ditemukan kembali lukisan-lukisan sakral Kristen. Sejak saat itu, Gereja Hagia Sophia dijadikan salah satu objek wisata terkenal oleh pemerintah Turki di Istanbul. Nilai sejarahnya tertutupi gaya arsitektur Bizantium yang indah mempesona.
 
Masuk ke dalam bangunan masjid yang sudah menjadi museum sejak tahun 1934 ini kita harus membayar tiket seharga 25 TL dan gratis untuk anak-anak usia 0 -12 tahun. Boleh membawa kamera, tapi jika anda membawa tripod, harus dititipkan dibagian pemeriksaan, kita bisa mengambilnya lagi setelah keluar.
   
Tiket masuk museum Aya Sofya
Bangunan megah ini terdiri dari 2 lantai. Lantai dasar yang juga merupakan main hall yang dulu digunakan sebagai tempat ibadah, ornamen-ornamen gereja seperti gambar Yesus masih ada dalam bangunan ini berdampingan dengan kaligrafi Islam seperti lafadz Allah dan Muhammad serta beberapa tulisan kaligrafi lainnya seperti halnya dalam sebuah masjid. Uniknya, bangunan Aya Sofya ini sudah nyaris menghadap ke arah kiblat, jadi tidak perlu lagi merubah mihrab tempat imam, hanya sedikit saja menggeser arahnya beberapa derajat.

Untuk menuju lantai 2, anda akan melewati lorong berukuran tinggi orang dewasa dan lebar sekitar 1,5 - 2 meter. Jangan khawatir capek untuk naik ke atas karena jalan menuju ke sana bukan berupa tangga tapi ramp yang landai. Di lantai 2, terdapat gallery. Nuansa gereja masih kental di sini, ikon-ikon kuno bergambar Bunda Maria dan Yesus juga Kaisar Constantine dan istrinya bisa kita saksikan.

Berikut ini foto-foto Museum Aya Sofya
  
Interior Aya Sofya


Beberapa kaligrafi yang menghiasi Aya Sofya
Mimbar untuk Khotbah
Icon bergambar Yesus dengan tulisan Yunani kuno (lantai 2)
Icon Theotokos dan kanak-kanak Yesus, di kanan dan kirinya adalah Kaisar Constantine dan Istrinya
Icon Theotokos berdampingan dengan Kaligrafi Arab

*Sumber sejarah :
  • Istanbul, The Cradle of Civilitations, ARD Yayin ve Tic. Ltd. Sti
  • Wikipedia

Wednesday, January 16, 2013

Mohon Doa! Walikota Blitar Ancam Penutupan 6 Sekolah Katolik


indosiar.com, Blitar - (Selasa, 15.01.2013) Sebanyak 6 sekolah swasta di kota Blitar, Jawa Timur terancam ditutup oleh pemerintah daerah karena menolak memberikan tambahan pelajaran agama bagi siswanya yang beragama Islam. Walikota Blitar mengeluarkan aturan yang mewajibkan setiap anak didik harus bisa membaca Al Quran.

6 sekolah swasta di kota Blitar yang diperingatkan oleh pemerintah kota Blitar karena tidak menerapkan pendidikan agama bagi siswanya yang beragama lain adalah SMA Katolik Diponegoro, STM Katolik, TK Santa Maria, SD Katolik Santa Maria serta SD Katolik dan SMP Yos Sudarso.

Ke 6 sekolah tersebut tidak bersedia memberikan tambahan kurikulum atau pelajaran agama bagi siswanya yang beragama Islam. Pihak sekolah beralasan, penerapan kurikulum yang diberlakukan sekolahnya bisa diterima siswa ataupun wali murid.

Sementara peringatan Walikota Blitar terkait SK No.8 tahun 2012 yang mewajibkan setiap anak didik harus bisa membaca Al Quran mengacu pada Peraturan Pemerintah No.55 tahun 2007 tentang pendidikan agama.

Pemkot Blitar mewajibkan seluruh sekolah menjalankan kurikulum agama Islam hingga 19 Januari 2013, namun pihak sekolah masih menunggu hasil petunjuk dari pimpinan yayasan yang berada di Jakarta.

Kepala Seksi Madrasyah dan Pendidikan Agama Islam (kasi Mapenda) Kantor Kementrian Agama Kota Blitar Baharudin mengatakan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi terhadap sekolah-sekolah yang berada di kota Blitar sejak akhir tahun 2012. Namun, hingga kini ada 6 sekolah swasta yang tidak bersedia memberikan pelajaran tambahan bagi anak yang beragama Islam.

Pihak kantor Kementrian Agama sudah tiga kali memberi peringatan. Jika hingga batas waktu 19 Januari 2013, pihak sekolah belum menyatakan kesiapan untuk memberikan tambahan pelajaran, maka pemerintah akan mencabut ijin operasional 6 sekolah tersebut.

Rencananya ke 6 pengelola sekolah swasta ini akan menggelar rapat tertutup membahas ancaman penutupan sekolah mereka melibatkan para pengurus yayasan, komite, alumni serta wali murid.


Monday, January 14, 2013

Kristen, Agama Terbesar di Dunia


WASHINGTON, KOMPAS.com ' Orang Kristen merupakan kelompok agama terbesar di dunia, dengan jumlah sekitar 2,2 miliar orang, demikian menurut sebuah studi yang dirilis Pew Forum tentang Agama dan Kehidupan Publik, Selasa (18/12).

Pew mengumpulkan data jumlah dan distribusi geografis delapan kelompok agama utama, termasuk mereka yang tidak percaya agama apa pun.

Studi itu menemukan, orang Kristen berjumlah sekitar 32 persen dari populasi dunia, diikuti umat Islam yang menjadi kelompok terbesar kedua, dengan 1,6 miliar pengikut.

Hindu merupakan kelompok terbesar ketiga, berjumlah sekitar satu miliar (15 persen), diikuti umat Buddha, berjumlah 500 juta (tujuh persen) dan orang-orang Yahudi, yang berjumlah 14 juta orang (0,2 persen).

Studi demografi seluruh dunia terhadap lebih dari 230 negara dan teritori itu menemukan bahwa lebih dari delapan orang dalam setiap 10 orang, sekitar 5,8 miliar orang, mengidentifikasi diri sebagai orang beragama.

Lebih dari 400 juta orang (enam persen) mempraktikkan berbagai tradisi rakyat, termasuk tradisi Afrika dan agama asli.

Pew Forum mengatakan studi itu, dengan afiliasi agama didasarkan pada identifikasi diri, tidak berusaha untuk mengukur sejauh mana penganut menghayati keyakinan mereka.


Sumber : http://m.kompas.com/news/read/2012/12/18/13105554/Kristen.Agama.Terbesar.di


Sunday, January 6, 2013

Gedung Gereja Katolik Convert/Pindah Menjadi Masjid

Gedung Gereja Katolik Convert/Pindah Menjadi Masjid

Gereja Katolik St John Maron, sebuah gedung gereja yang berada di daerah Orange County, California, akhirnya berubah menjadi masjid. Sebuah masjid Islam berencana untuk memperluas tempat ibadah mereka kini beroperasi di sebuah bekas gereja kecil yang sebelumnya diduduki oleh gereja Katolik Maronit.

Masyarakat Islam Jafaria membeli gereja tersebut yang terletak di Jalan 1.546 E. La Palma Ave. (Dekat St Universitas Bouleverd) dan telah menggunakannya sebagai masjid sejak bulan Juni. Masyarakat Islam memiliki rencana untuk memperluas bangunan dan melakukan renovasi supaya bangunan ini sesuai dengan tradisi Islam. Jarak bangunan ini kurang dari satu mil dari sebuah masjid - Institut Islam Orange County, di State College Boulevard. 

Gereja Katolik St John Maron yang mengikuti tradisi Katolik Maronit didirikan oleh seorang biarawan Syria pada abad ke empat dan dalam persekutuan dengan Gereja Katolik Roma, telah memiliki gedung sejak Agustus 1995. 

Kehadiran jemaat di gereja tersebut bertumbuh cukup pesat, Gereja Katolik St John Maron memiliki rencana pada tahun 2005 untuk memperluas bangunan. Ini dimulai pembangunan pada bulan Oktober 2008, tetapi beberapa hari sebelum Natal tahun itu, kebakaran menghancurkan bagian dari bangunan. 

Alih-alih melanjutkan dengan renovasi dan perluasan, pemimpin gereja malah pindah gereja ke Orange pada Oktober 2010, meninggalkan masa depan gedung dengan tidak jelas. Baru-baru ini, jemaat gereja dan warga sekitar melihat bahwa gereja tersebut telah dijual ke sebuah masjid. 


Penjualan tersebut menimbulkan tanda tanya besar bahkan dari umat paroki gereja tentang masa depan tempat tersebut.

"Ini tampaknya aneh bagi saya bahwa bangunan yang ditahbiskan sebagai gereja akan dijual ke agama Islam," kata Hilda Ramirez, seorang Katolik dari Anaheim yang bukan jemaat gereja St John Maron. Katanya lagi, "Tapi setidaknya itu masih melayani tujuan keagamaan bagi orang yang mencoba untuk berbuat baik." 

Pejabat di St John Maron tidak membalas telepon dan tidak memberi komentar apapun. 

Website Islamic Center menunjukkan bahwa pembelian dari gedung gereja yang terletak di sebelah Sycamore Junior High  tersebut diperkirakan mencapai US $ 2,2 juta. 

Seorang juru bicara kota mengatakan bahwa izin bangunan telah diminta dan diberikan untuk proyek 1.465 kaki persegi re-konstruksi. Pengelola Masjid menyatakan bahwa ia memiliki rencana untuk menambahkan sebuah perpustakaan dan pusat sumber daya.

Sumber : http://www.ocregister.com/articles/church-372353-building-islamic.html

Saturday, January 5, 2013

Crystal Cathedral Bangkrut, Kini Bersatu dalam Gereja Katolik

Eksterior Crystal Cathedral

Crystal Cathedral Bangkrut, Kini Bersatu dalam Gereja Katolik

Crystal Cathedral, suatu gedung gereja milik denominasi Protestan yang mewah dan unik di daerah Orange County, California, akhirnya resmi menjadi milik Keuskupan Orange. Keuskupan Orange membeli gedung ini dengan harga 57,5 juta dollar AS, mengalahkan tawaran Universitas Chapman sebesar 59 juta dollar. Pemilik gedung gereja ini, Pendeta Robert H. Schuller beserta keluarga, lebih memilih menjual gedung gereja ini kepada Keuskupan Orange ketimbang kepada Universitas Chapman karena Gereja Katolik Keuskupan Orange berkomitmen menjaga gedung ini tetap sebagai tempat ibadah, sementara Universitas Chapman hendak mengubahnya menjadi kampus satelit dan tempat sekuler. Sang pemilik Crystal Cathedral ini mengalami kebangkrutan sehingga terpaksa menjualnya.

Pembelian ini adalah solusi terbaik yang dimiliki Keuskupan Orange untuk mengatasi permasalahan akibat kurangnya daya tampung gedung Gereja Katolik di sana. Ketimbang membangun gedung baru dengan biaya sekitar 250 juta dollar, pembelian dan renovasi Crystal Cathedral akan menghemat setengah dari angka 250 juta tersebut. Keuskupan Orange adalah Keuskupan terbesar ke-10 dari 195 Keuskupan yang ada di AS. Jumlah umat Katolik di sana mencapai 1,2 juta orang.
   
Interior Crystal Cathedral
Keuskupan Orange akan mengizinkan sang pendeta dan karya pelayanannya berlangsung di Crystal Cathedral selama 3 tahun ke depan sembari Keuskupan Orange melakukan renovasi supaya Cathedral ini sesuai dengan tata Liturgi Gereja Katolik.
   
Sang Pendeta sendiri memiliki respek yang besar terhadap Gereja Katolik. Cucu dari pendeta Crystal Cathedral, Bobby Schuller, memberitahu jemaatnya bahwa Gereja Katolik Roma adalah "dari Tuhan" dan bahwa Dia akan terus disembah di Katedral tersebut. ("Bobby Schuller Encourages Crystal Cathedral to Press On," Christian Post, 11 Juni 2012).

Crystal Cathedral sendiri adalah landmark kota Orange County. Ada lebih dari 10.000 panel kaca pada gedung ini. Crystal Cathedral yang membiaskan cahaya matahari sehingga menjadi pelangi tujuh warna akan segera menyinarkan cahaya Iman Katolik dengan tujuh Sakramen Kudusnya bagi Orange County.

Lebih lanjut, nama Crystal Cathedral secara resmi diubah menjadi Christ Cathedral setelah inkarnasinya sebagai sebuah Katedral Roma Katolik. 
   
Penambahan ornamen patung di lingkungan Crystal Cathedral
Sumber :
http://www.indonesianpapist.com/2011/12/gedung-gereja-protestan-convertpindah.html
http://graphe-ministry.org/articles/?p=1287 

Recent Post