Latest News

Showing posts with label Petrus. Show all posts
Showing posts with label Petrus. Show all posts

Monday, April 30, 2012

Inilah Alasan Mengapa Anda Harus Menjadi Katolik


Marilah kita berbicara jujur tentang fakta; Sejak berdirinya Gereja Katolik, berapa banyak orang atau kelompok yang berusaha merongrong dan menghancurkannya? Berapakah yang mengeritik dan menyalahkan Gereja Katolik? Semuanya karena Gereja tetap mempertahankan kebenaran yang satu ini; 'Yesus adalah Tuhan, dan Ia mendirikan Gereja-Nya di atas batu karang Petrus, Rasul yang diangkatnya menjadi pemimpin rasul yang lain. Dan, Gereja itu adalah Gereja Katolik.'

Tuhan Yesus telah bersabda, "Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata; Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Jangan kamu mengikuti mereka."  Dan, rasanya sabda ini mendapatkan pembenaran di zaman ini di mana banyak orang berkotbah di pasar, tempat-tempat umum bahkan dari pintu ke pintu sebagai utusan Tuhan, sementara yang lain memproklamirkan kelompoknya sebagai gereja yang paling benar, bahkan ada yang berani mengatakan dengan tegas bahwa Yesus ada bersama kami. Lihatlah...banyak mujizat terjadi di sini. Mereka ada demikian untuk menggenapi Sabda-Nya, sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata; Akulah Dia. Terhadap semua daya tarik dan bujuk rayu ini, kuingatkan  Anda akan sabda Yesus, pendiri Gereja Katolikmu; 'Jangan kamu mengikuti mereka!'

Pertanyaan refleksif yang hendaknya kita semua renungkan adalah; 'Mengapa kita harus tinggal dan tetap menjadi anggota Gereja Katolik? Atau, mengapa kita tidak boleh berpindah ke lain gereja? Inilah jawabanku kepadamu sebagai saudaraku dalam Gereja yang satu, kudus, Katolik dan Apostolik; "TIDAK MUNGKIN YESUS MENINGGALKAN GEREJA YANG DIDIRIKANNYA SENDIRI di atas batu karang Petrus. Apakah Yesus sedang berjalan-jalan di luar Gereja-Nya? Iya! Ia sedang menjala agar ikan-ikan itu terjerat dalam jalan-Nya dan dibawa kembali ke pangkuan Bunda Gereja. Meskipun demikian, aku yakin bahwa Yesus akan selalu kembali dan tinggal di dalam Rumah-Nya sendiri, yakni Gereja Katolik, karena Ia telah berjanji bahwa kuasa jahat tidak akan menguasainya." Yesus tidak membutuhkan "villa atau istana" sebagai tempat tinggal-Nya yang baru." Ia tetap tinggal di dalam Gereja Katolik, rumah-Nya sendiri, dan terutama di dalam hati kita masing-masing.

Karena itu, marilah kita membuat Gereja kita memiliki daya tarik karena tutur kata dan sikap serta perbuatan kita yang baik, sehingga setiap orang yang mendengar kita mereka mendengarkan Yesus, setiap orang yang melihat wajah kita melihat wajah Yesus, dan setiap orang yang bertemu dengan kita mereka bertemu dengan Yesus.



Monday, April 2, 2012

Yudas, Petrus dan Kerahiman Allah

Ikon Pengkhianatan Yudas
Para Penulis Injil mengemukakan dua kejadian. Pengkhianatan Yudas dihadapkan pada penyangkalan Petrus dan penyesalan Petrus dihadapkan pada kematian Yudas yang sangat tragis.

Kita ditempatkan dalam suatu keadaan yang amat prihatin: Yesus dikuasai sepenuhnya oleh musuh-musuh-Nya, dikhianati oleh seorang murid, ditinggalkan teman-teman-Nya dan disangkal secara tegas oleh seorang dari mereka. Dari pihak Petrus sendiri, keadaan ini pun sangat prihatin. Cintakasihnya, kesetiaannya, keyakinannya akan kemampuan pribadi dan keberaniannya ternyata tidak cukup. Ia ternyata tidak mampu menghadapi bahaya. Apa yang terjadi di sini tidak merupakan kejadian yang berdiri sendiri. Sampai akhir zaman, Kristus selalu akan dikhianati dan disangkal. Tidak ada sebab untuk menghina Petrus yang berdosa karena lemah. Kejadian ini harus merupakan peringatan untuk tidak jatuh dalam kesalahan yang sama karena keteledoran, karena keyakinan yang berlebihan akan kekuatan pribadi dan karena kurangnya pengharapan. 


Duccio di Buoninsegna, 13th century: Peter Denying Christ
Injil mengajarkan juga bahwa untuk setiap dosa selalu ada pengampunan. Tuhan berpaling memandang Petrus. Teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya: �Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga menyangkal Aku.� Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedih. Luk 22:61-62

Peristiwa ini mungkin terjadi ketika para pengawal membawa Yesus dari ruang sidang ke ruang lain di mana Ia dihina dan didera, atau sebaliknya. Bagaimanapun juga, pandangan Kristus, pandangan mata yang tidak terlupakan itu, bertemu sebentar dengan pandangan Petrus, yang berdiri di dekat situ. Wajah-Nya penuh dengan babak belur. Pandangan Yesus menyatakan cintakasih tetapi juga teguran. Petrus menyadarkan diri lagi. Hatinya remuk redam. Cintanya kepada Yesus mencurahkan air mata penyesalan. Hubungan yang telah putus diperbaiki lagi dan sekali waktu juga Petrus akan mengikuti Yesus di jalan salib-Nya.

Nasib Yudas sangat menyedihkan. Kata-kata Yesus yang disampaikan kepadanya, tidak menghasilkan sesuatu di dalam jiwanya; semua perkataan itu kembali tidak berbekas dalam jiwa Yudas karena terbentur pada sikap Yudas yang keras. Kelegaan terhadap keberhasilan pengkhianatannya berlangsung tidak lama. Demikian juga kegembiraan atas uang yang diterimanya. Sekarang ia melihat sendiri akibat perbuatannya: Yesus dihukum mati karena dia. Ia menyesal dan mengembalikan uang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan kaum tua-tua, dan berkata: �Aku telah berdosa karena menyerahkan orang yang tidak bersalah.� Tetapi mereka menjawab: �Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri.� Lalu ia melemparkan uang itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantungkan diri. Mat 27:3-5

Ia menyesal tetapi penyesalannya tidak membawa hasil. Ia tidak mau lagi memegang kepingan uang; daya tariknya sudah hilang. Pada imam-imam besar ia tidak mendapat bantuan. Jalan ke Tuhan tidak diketemukannya lagi. Ia telah putuskan hubungan dengan Yesus dan menduga bahwa suatu perbaikan sudah tidak mungkin lagi. Ia hanya melihat satu jalan ke luar, ialah mengakhiri kehidupannya. Ia telah mengkhianati darah yang tidak bersalah dan ia tidak mengerti bahwa untuk kesalahannya itu pun masih ada kemungkinan pengampunan. Sukar bagi kita untuk mendalami misteri kejahatan ini. kita tidak boleh memisah-misahkan ketidakpercayaan Yudas dan pengkhianatannya. Pengkhianatan adalah konsekuensi dari ketidakpercayaan.

Pater H. Embuiru SVD dalam karyanya �Aku Percaya� hlm. 89-90

Tambahan dari Indonesian Papist:
Kisah Yudas dan Petrus adalah gambaran dari dua orang pendosa yang memilih dua pilihan yang berbeda. Petrus dan Yudas sama-sama menyesal akan perbuatan dosanya namun demikian keduanya berbeda dalam kepercayaan akan kerahiman Yesus Kristus. Petrus percaya akan kerahiman Kristus dan ia, sembari menyesal, menyadari bahwa hubungan dengan Allah masih bisa diperbaiki. Ia sadar dan percaya bahwa setiap dosa bisa diampuni. Saya yakin Petrus masih ingat akan ajaran Yesus Kristus bahwa hanya dosa menghujat Roh Kudus (yaitu menolak untuk bertobat) yang tidak diampuni. Yesus berkata: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal. (Mrk 3:27-28). Apa yang dialami Petrus di hari-harinya kemudian menunjukkan bahwa ia sungguh bertobat, mengambil jalan salib Kristus hingga menjadi martir di Roma pada tahun 67 setelah menjadi uskup selama 27 tahun di sana.

Berbeda dengan Petrus, Yudas meragukan kerahiman Allah. Ia merasa hubungan yang terputus antara ia dengan Allah sudah tidak dapat diperbaiki lagi. Keputusannya untuk mengakhiri hidup menunjukkan penyesalannya yang tidak sempurna.

Dalam konteks pertobatan, menjadi Petrus atau Yudas adalah dua pilihan yang harus kita pilih sebagai seorang Katolik. Tentu, dalam kelemahan kita sebagai manusia, kita dapat jatuh kembali ke dalam dosa. Tetapi mereka yang percaya pada kerahiman Allah, tentu juga percaya bahwa Allah akan mengampuninya. Meragukan kerahiman Allah adalah sesuatu yang menyakiti hati Allah.

Namun, pertanyaan selanjutnya, Apakah percaya bahwa Allah maharahim adalah cukup untuk memperbaiki hubungan yang putus antara Allah dan manusia sebagai akibat dosa manusia? Ajaran Katolik selalu menolak doktrin �hanya iman� (sola fide). Iman tanpa perbuatan adalah mati. Tentang hal ini, akan saya kaitkan dengan Sakramen Tobat.

Setelah kebangkitan-Nya, Kristus menganugerahi kuasa mengampuni dosa kepada Para Rasul. Kata Yesus kepada murid-murid-Nya: �Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada." (Yoh 20:22-23) Melalui suksesi apostolik dan tahbisan imamat, kuasa ini diteruskan hingga sekarang kepada Para Paus, Uskup dan Imam. Pengampunan dosa oleh Allah melalui para tertahbis inilah yang kita terima dalam Sakramen Tobat atau dikenal juga dengan sebutan Sakramen Pengakuan Dosa atau Sakramen Rekonsiliasi.

Iman tanpa perbuatan adalah mati, sekalipun kita meyakini kerahiman Allah tetapi bila kita tidak datang pada-Nya dalam Sakramen Tobat, maka keyakinan kita adalah mati. Perbuatan datang kepada imam dan meminta sakramen tobat adalah perbuatan yang menghidupkan iman akan kerahiman Allah. Sakramen Tobat, di samping Sakramen Ekaristi, adalah sakramen yang menunjukkan kerahiman Allah yang begitu besar. Dalam Sakramen Tobat, kita bisa melihat bahwa Allah tidak bosan-bosannya mengampuni kita sekalipun kita sering jatuh kembali dalam dosa yang sama. Tentu hal ini tidak membuat kita bisa seenaknya berpikir �Mari kita berdosa lagi, toh Allah akan mengampuni kita dalam Sakramen Tobat.� Pemikiran seperti itu justru melecehkan Sakramen Tobat.

Bila kita meyakini Allah maharahim, mengapa enggan menemui Ia dalam Sakramen Tobat? Saat kita menolak menerima Sakramen Tobat, pada saat itu pula kita telah menolak undangan Kristus untuk bertemu dengan-Nya dan pada saat itu pula kita telah menolak menerima rahmat pengampunan dari-Nya di kamar pengakuan. Bila kita mengabaikan Sakramen Tobat, bukankah kita berarti telah mengabaikan kerahiman Allah? Jangan merasa diri tidak pantas menerima sakramen Tobat karena merasa pesimis atau karena menganggap �buat apa mengaku dosa bila nanti berdosa lagi?�. Seperti yang sudah dikatakan di atas, sikap seperti ini meragukan kerahiman Allah dan hal ini menyakiti hati Allah. Iman akan kerahiman Allah tidak akan pernah hidup tanpa perbuatan menerima Sakramen Tobat.

Pilihan ada di tangan kita. Apakah kita hendak menjadi Petrus yang berdosa lalu bertobat karena iman akan kerahiman Allah? Ataukah kita hendak menjadi Yudas yang pesimis, yang meragukan kerahiman Allah, yang menolak bertobat?

Ditulis oleh Indonesian Papist untuk menekan pentingnya Sakramen Tobat. Pax et bonum

Tuesday, March 27, 2012

Keutamaan Rasul Petrus


Tuhan Yesus mendirikan GerejaNya di atas Batu Karang
Yesus mendirikan GerejaNya di atas Rasul Petrus (Kepha, Petros) -yang artinya batu karang- (Mat 16:18) dan memberikan kuasa yang khusus kepadanya di atas para rasul yang lain, untuk menggembalakan domba-domba-Nya (Yoh 21:5-7). Walaupun Kristus juga memberikan kuasa kepada rasul-rasul yang lain (Mat 18:18), hanya kepada Petruslah Ia memberikan kunci-kunci Kerajaan Surga (Mat 16:19) yang melambangkan kuasa untuk memimpin GerejaNya di dunia.

Yesus sang Gembala yang Baik mempercayakan domba-dombaNya kepada Petrus dan mempercayakan tugas untuk meneguhkan iman para rasul yang lain, agar iman Gereja jangan sampai sesat (Luk 22:3-32). Petruslah yang kemudian menjadi pemimpin para rasul setelah hari Pentakosta, mengabarkan Injil, membuat keputusan dan pengarahan (Kis 2:1-41, 15:7-12). Para penerus Rasul Petrus ini dikenal sebagai uskup Roma, yang dipanggil sebagai 'Paus'.

Hal ini sungguh membuktikan kemurnian pengajaran Gereja, karena ajarannya bukan merupakan hasil demokrasi manusia, melainkan diturunkan dari Yesus sendiri.

Kalau Yesus menjanjikan sesuatu kepada Petrus untuk menjadi batu karang dimana Gereja didirikan, maka Dia akan memampukannya. Hal ini bukan karena Petrus yang paling kuat imamnya dari antara para rasul, namun kepercayaan ini adalah berdasarkan janji Kristus. Kristus yang menjanjikan untuk berdoa bagi Petrus, sehingga Petrus dapat memberi kekuatan bagi para rasul yang lain (Lk 22:31-32). Yesus juga yang memberikan kuasa kepada Petrus untuk menggembalakan kawanan domba-Nya (Yoh 21:15-17). Dan Yesus, melalui kuasa Roh Kudus, memilih Petrus untuk berkotbah tentang rencana keselamatan yang telah dirancang oleh Allah dan terpenuhi dalam diri Kristus (Kis 1:14-47). Dan dengan kuasa yang diberikan oleh Kristus, rasul Petrus berbicara dengan otoritas untuk menyelesaikan perselisihan di konsili Yerusalem (Kis 15:6-8). Dan Petrus akhirnya memenuhi nubuat Yesus yang dikatakannya di Yoh. 21:18-19, dengan meninggal di kayu salib secara terbalik di Roma.
 
Jadi, sama seperti kita yang dipilih oleh Allah menjadi anak-anak Allah, Petrus-pun dipilih Allah seturut dengan kebijaksanaan-Nya menjadi Pemimpin umat dan diteruskan hingga sekarang. Di dalam kelemahannya dan juga semua penggantinya, Kristus tetap setia untuk mendampingi Gereja sampai akhir jaman, sehingga alam maut tidak menguasainya. Cobalah pikirkan, dimana dan doktrin apa yang dikeluarkan oleh seorang penerus Petrus pada saat dia berbicara Ex-Cathedra (di tahta Petrus) yang tidak sesuai dengan Alkitab atau yang dulunya benar sekarang dianggap salah atau sebaliknya..?


Keutamaan Rasul Petrus di antara para rasul

Salah satu pandangan yang menolak keutamaan Paus mengatakan bahwa Petrus tidak pernah ke Roma dan karenanya tidak mungkin mendirikan Gereja di Roma. Alasannya, karena di Kitab Suci tidak tertulis eksplisit demikian. Disini akan dipaparkan kenyataan yang sebaliknya. Bahwa meskipun tidak secara tertulis dengan detail di Kitab Suci, fakta sejarah dan bukti tulisan para Bapa Gereja menyatakan bahwa Petrus pernah beberapa kali ke Roma, dan akhirnya wafat di sana sebagai martir.

Pertama- tama kita harus menyadari bahwa Kitab Suci bukanlah merupakan buku sejarah di mana segala fakta harus lengkap tersusun secara kronologis. Namun apa yang tidak tercatat di Kitab Suci bukannya berarti tidak terjadi. Untuk mengetahui hal ini, maka di samping membaca Kitab Suci, kita perlu melihat bukti-bukti yang lain yaitu bukti sejarah dan tulisan para Bapa Gereja. Berikut ini disertakan tulisan yang mengambil sumber utama dari Stephen K. Ray, Upon This Rock.


Pelayanan Rasul Petrus setelah Pentakosta

Rasul Petrus memulai karya Apostoliknya di Yerusalem, untuk memberitakan Injil kepada umat Yahudi. Iapun mengadakan perjalanan ke Samaria, untuk memperkenalkan Keselamatan kepada orang-orang Samaria (Kis 8:4-25), Yoppa (Kis 32-43), dan Kaisarea. Ia lalu membaptis Kornelius, seorang pemimpin prajurit Roma. Kemudian ia kembali ke Yerusalem untuk memberitakan bahwa bangsa- bangsa lain (non- Yahudi) telah menerima Injil dan menerima Roh Kudus seperti mereka para murid yang adalah bangsa Yahudi (Kis 10:40; 11:18).

Kemudian kita ketahui terjadi penganiayaan di Yerusalem, dan Rasul Yakobus dipenggal oleh Kaisar Herodes Agrippa (42-44AD) (Kis 12:2). Petrus lalu dipenjara dan secara ajaib dibebaskan oleh seorang malaikat (Kis 12:7), Petrus kemudian ke Yerusalem (sekitar 44), dan kemudian berangkat ke tempat lain (Kis 12:7), maka kita mengetahui bahwa Petrus memang terus menerus mengadakan perjalanan untuk menyebarkan Injil di daerah Timur, dan tinggal cukup lama di Antiokhia (Gal 2:11-21). Selama masa ini juga Petrus mengadakan perjalanan ke Roma, seperti yang nanti akan dijabarkan lebih lanjut. Ia juga menjelajahi daerah Asia Kecil: Pontus, Galatia, Kapadosia, Asia dan Bitinia (1 Pet 1:1), juga Korintus.

Sejarah juga mencatat Petrus sebagai pemimpin Gereja di Antiokhia. Selanjutnya, Rasul Petrus kembali ke Yerusalem untuk menghadiri Konsili Yerusalem pertama (49-51). Konsili ini diadakan sekitar 8 tahun setelah wafatnya Yakobus Rasul.

Setelah Konsili Yerusalem, memang tak banyak ayat Kitab Suci yang menuliskan keterangan tentang Rasul Petrus dan perjalanannya, kecuali suratnya sendiri yang dikatakannya ditulis dari Babilonia, yang menjadi sebutan kota Roma pada saat itu (1 Pet 5:13). Meskipun tahun-tahun akhir hidupnya tidak ditulis di kitab PB, namun tulisan-tulisan para Bapa Gereja dan bukti sejarah sangat jelas mengacu kepada fakta bahwa Rasul Petrus memang pernah tinggal di Roma, mendirikan Gereja di Roma, dan akhirnya wafat di sana sebagai martir.

Berikut ini adalah daftar perjalanan Rasul Petrus, menurut para ahli sejarah, dan juga berdasarkan Alkitab:


Pelayanan Apostolik St. Petrus (30-67)
 
Tahun 30 Kematian, kebangkitan dan kenaikan Kristus, Pentakosta
30-37- Petrus memimpin Gereja di Yerusalem.
38-39- Perjalanan Petrus di Samaria dan di pantai Palestina.
40-41- Petrus di Antiokhia
42 - Dipenjara di Yerusalem, dibebaskan, dan keberangkatan ke tempat lain
42-49- Persinggahan yang pertama di Roma
49 - Diusir dari Roma oleh edict Claudius yang menentang kaum Yahudi
49-50- Di Yerusalem, dalam Konsili Apostolik [seperti tertulis dalam Kis 15].
50-54- Di Antiokhia, Bitinia, Pontus, Asia dan Kapadokia
54-57- Persinggahan yang kedua di Roma: Injil Markus ditulis di bawah pengarahan Petrus
57-62- Di Bitinia, Pontus dan Kapadokia, Markus di Alexandria, Mesir
62-67- Persinggahan yang ketiga di Roma, menuliskan surat 1 Pet dan 2 Pet Markus ada bersama Petrus di Roma.
67- Dibunuh sebagai martir di Roma, dikuburkan dekat Nekropolis di Vatikan.


Bagaimana Kitab Suci menuliskan keberadaan Petrus di Roma dan kematiannya di sana
 
1. Surat Petrus yang pertama mengatakan,
 
'Dari Petrus, rasul Yesus Kristus, kepada orang-orang pendatang'. Dengan perantaraan Silwanus, yang kuanggap sebagai seorang saudara yang dapat dipercayai, aku menulis dengan singkat kepada kamu untuk menasihati dan meyakinkan kamu,' Salam kepada kamu sekalian dari kawanmu yang terpilih yang di Babilon, dan juga dari Markus, anakku. (1 Pet 1:1, 5:12-13)

Babilon di sini merupakan istilah/ sebutan bagi kota Roma. Sebab Roma telah menganiaya Gereja, sebagaimana Babilon telah menganiaya umat Allah di jaman PL (2 Raj 24). Umat Yahudi saat itu menyebut kota Roma sebagai Babilon, karena melihat kesamaan ciri- ciri antara Babilon [kota dunia yang tak bermoral, sombong, tak ber-Tuhan] yang disebut oleh para nabi (Yes 13; 43:14; Yer 50:29; 51:1-58) dengan kota Roma pada saat itu.

Menjelang kematiannya, Rasul Petrus menulis demikian, 'Sebab aku tahu, bahwa aku akan segera menanggalkan kemah tubuhku ini, sebagaimana yang telah diberitahukan kepadaku oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.' (2 Pet 1: 14)

2. Injil Yohanes menuliskan bahwa Tuhan Yesus sudah menubuatkan kematian Petrus, demikian:

'Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki. Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: 'Ikutlah Aku.' (Yoh 21:18-19).

Injil Yohanes ditulis tahun 90-100, sekitar 30 tahun setelah Petrus wafat sebagai martir. Pada saat Yesus mengucapkan nubuat itu, tentu Rasul Yohanes belum sepenuhnya memahami, tetapi ketika sudah digenapi, ia menyadari bahwa perkataan itu mengisahkan bagaimana Petrus akan mati. Tradisi mengatakan Petrus mati disalib terbalik, pada jaman Kaisar Nero (64-67). Jadi perkataan Yesus, 'Ikutlah Aku' tidak saja berupa ajakan untuk mengikuti-Nya dalam kehidupan, tetapi juga dalam kematian-Nya, yaitu dengan cara disalibkan. Di sini, Petrus sesungguhnya memenuhi janjinya kepada Yesus untuk memberikan nyawanya bagi-Nya (Yoh 13:37).


Bukti- bukti bahwa Rasul Petrus mendirikan gereja Roma dan akhirnya mati di sana
 
1. St. Klemens dari Roma, dalam suratnya yang pertama kepada jemaat di Korintus (96):
 
'. Perhatikanlah teladan yang luhur dari generasi kita sendiri Pilar yang terbaik [yaitu Gereja Roma] telah dianiaya. Mari memusatkan mata hati kita kepada Rasul-rasul yang baik itu: Petrus, yang menderita tidak hanya mengalami satu atau dua kali tetapi banyak kesulitan, dan karenanya pergi ke tempat kemuliaan yang sesuai. Paulus menunjukkan jalan kepada penghargaan atas ketahanan [iman] telah beralih dari dunia ini ke tempat yang suci. Terhadap kedua orang ini yang telah hidup dalam kekudusan harus ditambahkan banyak sekali orang yang menderita penganiayaan yang menjadi contoh yang bersinar di tengah-tengah kita.'
Kesaksian St. Klemens ini penting, karena St. Klemens adalah Paus yang ketiga setelah Rasul Petrus. Urutan Paus: Petrus (sampai 67), Linus (67-79, lih. 2 Tim 4:21), Anacletus (79-85) dan Klemens (85-96).

2. St. Ignatius dari Antiokhia (35-107), Uskup Antiokhia, yang adalah murid Rasul Yohanes, dan kemungkinan juga adalah murid rasul Petrus, karena Petruspun pernah tinggal di Antiokhia. Sebelum wafatnya sebagai martir di Roma, ia menulis 7 surat yaitu kepada gereja- gereja di Ephesus, Magnesia, Tralles, Philadelphia, Smyrna, kepada Polycarpus, dan juga gereja Roma. Topik suratnya antara lain mengenai kelahiran Yesus, hirarki, Ekaristi, Kehadiran Yesus yang nyata dalam Ekaristi. St Ignatius adalah Bapa Gereja pertama yang menggunakan istilah 'katolik' untuk menjelaskan Gereja universal untuk membedakannya dari gereja heretik yang bersifat lokal. Kepada semua gereja itu, ia memerintahkan kesatuan dan harmoni, kecuali kepada gereja di Roma, karena ia mengetahui bahwa gereja Roma telah mempunyai otoritas dari para Rasul:

'Ignatius, yang juga disebut Theoforus, kepada Gereja yang telah menerima belas kasihan di dalam Kemuliaan yang transenden' yang juga memimpin di tempat utama di daerah kekuasaan Roma' Tidak seperti Petrus dan Paulus, saya tidak mengeluarkan perintah kepadamu'.'

3. St. Papias (60-130) murid Rasul Yohanes yang menjadi Uskup Hieropolis, dan St. Klemens dalam bukunya Hypotyposes, seperti dikutip oleh Eusebius (325), menyetujui bahwa Markus disebut dalam suart Rasul Petrus yang pertama, yang ditulis di Roma, yang disebut sebagai Babilon.

4. Phlegon (117-138 masa Kaisar Hadrian) seperti dikutip oleh Origen.

'Phlegon, (Kaisar Hadrian diperkirakan menulis dengan nama budak yang dikasihinya ini) dikatakan oleh Origen sebagai 'salah sangka/ mencampur adukkan' antara Yesus dengan Petrus di dalam tulisannya. Ini adalah sangat penting karena itu membuktikan bahwa Petrus pada saat itu telah dikenal luas di Roma, sampai kaisarpun menyangka bahwa Petrus adalah yang mendirikan iman Kristiani.

5. St. Dionisius (166-174) Uskup Korintus, menulis kepada Paus Soter di Roma, seperti yang dikutip oleh Eusebius:

'Bahwa keduanya baik Petrus dan Paulus sama-sama wafat sebagai martir ' ditegaskan kembali oleh Uskup Dionisius, kepada suratnya kepada gereja Roma, 'Kamu juga telah, dengan teguranmu, menghasilkan tanaman yang telah ditaburkan oleh Petrus dan Paulus di Roma dan Korintus, sebab mereka berdua telah menanam di Korintus dan mengajar kami, dan keduanya juga mengajar di Italia, dan wafat sebagai martir pada saat yang sama.'

6. Gaius (Caius, 198-217) seorang Imam Roma:

''Ia (Nero) membantai para rasul. Oleh karena itu, tertulis bahwa Paulus dipenggal kepalanya di Roma dan demikian juga Petrus disalibkan di bawah kepemimpinan Nero. Tentang Petrus dan Paulus ini sesuai dengan fakta bahwa nama mereka tetap ada di kuburan sampai saat ini. Ini juga dikonfirmasikan oleh Caius, anggota gereja Roma, di bawah kepemimpinan Zephyrinus, Uskup Roma (198-217). Mudah untuk mencari kubur para rasul itu, sebab jika kita ke Vatikan atau ke jalan Ostian, kita akan menemukan kubur mereka yang meletakkan dasar Gereja ini.'

Dari tulisan ini kita ketahui bahwa lokasi kuburan dua rasul tersebut telah dihormati dan dikenal cukup luas di Roma. Ia tidak mungkin mengatakan hal ini dengan begitu yakin jika fakta yang sesungguhnya tidak demikian.

7. St. Irenaeus (130-200), murid Polikarpus yang adalah murid Rasul Yohanes, Uskup Gaul:

''.Tradisi diperoleh dari para rasul, dari Gereja yang sangat besar, sangat ancient, sangat luas dikenal, yang didirikan dan diatur di Roma oleh kedua rasul yang sangat mulia, Petrus dan Paulus '. Para rasul yang terberkati ini, setelah mendirikan dan membangun Gereja, mempercayakannya ke tangan Linus jabatan episkopat'.'

8. Tertullian (160-225).
 
'Bergabunglah dengan Gereja- gereja para rasul, di mana kursi (cathedrae) Rasul masih ada; di mana tulisan-tulisan mereka yang otentik dibacakan'. Jika kamu ada di dekat Italia, kamu mempunyai Roma, yang dari mana otoritas kami berasal. Betapa bahagianya Gereja itu, yang kepadanya para Rasul menumpahkan darah mereka, Petrus menjalani kisah sengsara seperti Tuhan kita [disalibkan] dan Paulus dimahkotai dengan mati dipenggal seperti Yohanes Pembaptis.'

'Di Roma Nero adalah yang pertama untuk menodai iman yang berkembang dengan darah. Petrus diikat oleh orang lain (Yoh 21:18), ketika ia dipaku di kayu salib. Paulus memperoleh kelahiran yang sesuai dengan kewarganegaraan Roma, ketika di kota itu ia dilahirkan kembali dengan kemartiran yang luhur.'

9. Origen dari Alexandria (185-254)
 
'Sementara itu para rasul yang kudus dan para murid Penyelamat kita tersebar ke seluruh dunia. Parthia ditentukan untuk Thomas, Scythia untuk Andreas, Asia untuk Yohanes. Petrus telah berkthotbah di Pontus, Galatia, Bitinia, Kapadosia, dan Asia kepada umat Yahudi yang tercerai berai. Dan akhirnya, setelah datang ke Roma, ia [Petrus] disalibkan terbalik, sebab ia memohon untuk disalibkan dengan cara demikian. Paulus,[juga] menjadi martir di Roma, di bawah kekuasaan Nero. Fakta- fakta ini dikumpulkan oleh Origen''

10. Eusebius, (260- 340) Uskup Caesarea dan Bapa Sejarah Gereja.
 
'Tahun kedua dari duaratus lima olympiad: Rasul Petrus, setelah mendirikan Gereja di Antiokhia, dikirim ke Roma, di mana ia tinggal sebagai uskup di kota tersebut, berkhotbah selama dua puluh lima tahun. Tahun ketiga dari duaratus lima olympiad: Markus Penginjil, interpreter Rasul Petrus mengabarkan Kristus ke Mesir dan Alexandria. Tahun keempat dari duaratus sebelas olympiad: Nero adalah yang pertama mengadakan penganiayaan umat Kristen, yang karenanya Petrus dan Paulus wafat dengan mulia di Roma.'

'Di jaman Claudius [Kaisar Roma, 41-54 AD], penyelenggaraan alam semesta membawa kepada Roma seorang rasul yang terkuat dan terbesar, yang dipilih untuk menjadi juru bicara dari rasul-rasul yang lain, yaitu Rasul Petrus' '

'Para pendengar Petrus di Roma yang yakin akan terang agama yang sejati, tidak puas dengan mendengarkan ajaran lisan tentang pesan ilahi, mereka memohon dengan secala cara untuk mempengaruhi Markus (yang Injilnya kita punyai sekarang), kerena ia adalah murid Petrus, untuk meninggalkan kepada mereka ringkasan tertulis tentang perintah-perintah yang telah mereka terima secara lisan,dan oleh karena itu [ia] bertanggungjawab menuliskan apa yang kita kenal sebagai Injil Markus. Klemens mengutip kisah ini dalam Outline buku VI, dan dikonfirmasi oleh Uskup Papias dari Hierapolis', bahwa Markus disebut oleh Petrus di suratnya yang pertama, yang dikatakannya ditulis di Roma itu sendiri, seperti yang diindikasikan olehnya ketika ia menyebutkan kota itu secara figuratif sebagai Babilon.'

 11. Petrus dari Alexandria (d. 311)
 
'Petrus, Rasul yang dipilih pertama dari antara para rasul, setelah sering ditangkap dan dibuang di penjara, dan diperlakukan denga kejam, akhirnya disalibkan di Roma. Dan Paulus, yang tahan dalam menghadapi berbagai kejahatan,diserahkan kepada pedang dan dipenggal di kota yang sama.'

12. Lactantius dari Afrika (240-320)
 
'Ketika Nero memerintah, Petrus datang ke Roma, melakukan banyak mukjizat yang dikerjakan oleh kuasa Tuhan yang diberikan kepadanya, mempertobatkan banyak orang kepada kebenaran dan mendirikan bait Allah yang kokoh dan teguh. Ketika hal ini dilaporkan kepada Nero, ia melihat bahwa tak hanya di Roma, tetapi dimana-mana sejumlah besar orang telah mencampakkan penyembahan berhala, dan memeluk agama yang baru tersebut. Ia [Nero] menugaskan untuk menghancurkan bait Allah dan kebenarannya. Ialah yang pertama-tama menganiaya para pelayan Tuhan. Petrus disalibkannya, dan Paulus dipancungnya.'

13. St. Cyril dari Yerusalem (315- 386)
 
'[Simon Magus], setelah diusir oleh para rasul, datang ke Roma. Ia menipu kota Roma sehingga Claudius mendirikan patungnya yang bertuliskan, 'Simoni Deo Sancto' (kepada Simon Tuhan yang kudus). Ketika penipuan meluas, Petrus dan Paulus, pasangan yang luhur, pemimpin Gereja, tiba [di Roma] dan meluruskan kesalahan. Sebab Petrus ada di sana, yang membawa kunci-kunci Kerajaan Surga.'

14. Paus St. Damasus I ( 304- 384)
 
'Rasul Paulus yang terberkati dimahkotai dengan kematian yang agung bersama dengan Petrus di kota Roma pada jaman Kaisar Nero keduanya sama-sama mengkonsekrasikan Gereja Roma kepada Kristus Tuhan; dan dengan kehadiran mereka dan dengan kemenangan yang mereka capai di barisan terdepan mengatasi semua yang lain di semua kota di dunia. Oleh karena itu, keuskupan/ tahta suci yang utama adalah yang dipimpin Rasul Petrus di Gereja Roma, yang tidak mempunyai noda, atau cacat atau apapun yang sejenisnya.'

15. Doktrin Addai (Dokumen gereja Siria 400).
 
'[.... Aggai yang mentahbiskan imam-imam di Siria, dibunuh sebagai martir pada saat mengajar di gereja oleh anak Abgar. Penerusnya, Palut, diharuskan ke Antiokhia untuk menerima konsekrasi episkopal, yang diterimanya dari Uskup Serapion, Uskup Antiokhia] yang juga menerima penumpangan tangan dari Zephyrinus, Uskup dari kota Roma dari penerusan penumpangan tangan dari imamat Simon Petrus (Kepha), yang diterimanya dari Tuhan kita, ia [Petrus] yang menjadi Uskup di Roma selama 25 tahun pada masa Kaisar Nero yang bertahta di sana selama 13 tahun lamanya.'

Di sini terlihat bahwa sejak awal Gereja Siria mempunyai garis apostolik, dan pemimpinnya tidak saja menerima penumpangan tangan dari keuskupan Antiokhia, tetapi juga Roma.

16. Liber Pontificalis (abad 4, disusun sekitar abad 6,7) memuat kisah Kepausan

'Pada saat yang sama Kaisar Konstantin Agustus membangun, atas permohonan Uskup Silvester, sebuah basilika bagi Rasul Petrus yang terberkati dibaringkan di sana jenazah Petrus. Peti mati ditutup di semua sisinya dengan tembaga. Dan di atasnya ia membangun tiang-tiang porphyry' Ia membuat atap kubah di basilika, yang dilapis emas, dan di atas jenazah Petrus yang terberkati, di atas tembaga yang menutupinya, ia memasang sebuah salib dari emas murni, dengan berat 50 lbs''

Adalah sangat tidak mungkin untuk meragukan bahwa pada abad ke- 4 Kaisar Konstantin memang telah membangun basilika bagi Rasul Petrus. Sebab pada saat abad 15-16, ketika basilika ini dirubuhkan untuk dibangun kembali menjadi basilika yang kita kenal sekarang, terlihat bahwa batu- batu bata yang digunakan memiliki cap Kaisar Konstantin abad ke-4. Pada tahun 1594, saat sedang menggali untuk pondasi untuk altar, para penggali menemukan lubang yang dalam, dan ketika disinari, terlihatlah sebuah salib emas [seperti deskripsi di atas] yang terletak di dasar lantai yang gelap. Paus Klemens VIII, yang dipanggil untuk menyaksikannya, memerintahkan agar lubang ditutup kembali. Penemuan itu menunjukkan bahwa basilika tersebut memang telah dibangun di abad ke-4, untuk menghormati tempat Petrus dibunuh sebagai martir.
 
17. Catalogus Liberianus (ditulis 354)
 

''.setelah kenaikan-Nya Petrus yang terberkati mendirikan episkopat'. Petrus, 25 tahun, 1 bulan, 9 hari, adalah Uskup dalam pemerintahan Kaisar Tiberius, dan Gaius, dan Tiberius Claudius dan Nero. Ia [ Petrus] menderita bersama Paulus, 29 Juni, dalam pemerintahan Nero.'
 
18. Optatus dari Milevis (370)
 
'Kita harus mengetahui siapa yang mendirikan tahta suci dan di mana. Kalau kamu tidak tahu, akuilah' Tetapi kamu tidak dapat memungkiri bahwa tahta suci keuskupan didirikan pertama kali di kota Roma oleh Petrus dan bahwa di sana duduklah Petrus, pemimpin dari semua rasul, yang mana ia disebut sebagai Kepha.'

 ?19. St. Agustinus dari Hippo (400)

'Jika urutan episkopal secara turun temurun adalah sesuatu yang harus dipertimbangkan, adalah lebih lagi dalam hal kepastian, kebenaran dan keamanan, kita mengurutkannya dari Petrus sendiri, yang kepadanya, sebagai seorang yang mewakili seluruh Gereja, Tuhan Yesus berkata, 'Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.' Petrus digantikan oleh Linus, Linus oleh Klemens, Klemens oleh Anacletus, Anacletus oleh Evaristus, Evaristus oleh Sixtus, Sixtus oleh Telesforus, Telesforus oleh Hyginus, Hyginus oleh Anicetus, Anicetus oleh Pius, Pius oleh Soter. Soter oleh, Alexander, Alexander oleh Victor, Victor oleh Zephyrinus oleh Callistus, Callistus oleh Urban, Urban oleh Pontianus, Pontianus oleh Anterus, Anterus oleh Fabian, Fabian oleh Cornelius, Cornelius oleh Lucius, Lucius oleh Stephen, Stephen oleh Sixtus, Sixtus oleh Dionisius, Dionisius oleh Felix, Felix oleh Eutychian, Eutychian oleh Caius, Caius oleh Marcellus, Marcellus oleh Eusebius, Eusebius oleh Melchiades, Melchiades oleh Sylvester oleh Markus, Markus oleh Julius, Julius oleh Liberius, Liberius oleh Damasus, Damasus oleh Siricius, Siricius oleh Anastasius. Dalam urutan ini tidak ada satupun uskup Donatist ditemukan.'
 
Fakta bahwa Rasul Petrus pernah ke Roma tidak pernah dipertanyakan oleh St. Agustinus. Ia malah menggunakan fakta ini untuk mendukung argumennya melawan bidaah Donatism. Suatu pertanyaan mengapa Luther dan Calvin yang sama- sama merupakan 'murid' St. Agustinus dan mempelajari tulisan-tulisannya, dapat mempunyai pandangan berbeda dengan St. Agustinus ini.
 
20. St. Jerome (342- 420) yang disebut sebagai Doctor of the Church, dan ahli Kitab Suci yang terbaik di masa Gereja awal.
 
'Simon Petrus,' saudara Andreas Rasul, dan ia sendiri adalah pemimpin para rasul, setelah menjadi uskup di Antiokhia dan pemberitaan kepada kaum Yahudi yang tersebar' di Pontus, Galatia, Kapadosia, Asia dan Bitinia, di tahun kedua pemerintahan Kaisar Claudius, pergi ke Roma untuk mengusir Simon Magus, dan mendirikan di sana tahta suci selama dua puluh lima tahun sampai tahun terakhir Nero, yaitu ke-empat belas. Oleh Nero ia dipaku di kayu salib dan dimahkotai dengan kemartiran, kepalanya di bawah terarah pada tanah, sedangkan kakinya terangkat tinggi, sebab ia berkeras bahwa ia tidak layak untuk disalibkan dengan cara yang sama dengan Tuhan-nya'.Ia dikuburkan di Roma di Vatikan, dekat Via Triumphalis, dan dirayakan dengan penghormatan seluruh dunia.'
 
Tidak ada seorangpun saat itu yang menantang/ menolak pernyataan historis St. Jerome. St. Jerome adalah seorang terpelajar yang sempurna (par excellence) yang belajar di Roma dan menjelajahi dunia Kristen. Ia mempunyai akses kepada dokumen-dokumen sejarah dan keterangan yang sekarang sudah punah. Maka masa 25 tahun masa kepemimpinan Petrus di Roma tidaklah dipermasalahkan oleh para ahli sejarah, yang dipersoalkan hanya kapan tepatnya masa tersebut dimulai, dan berkaitan dengan kejadian apa. Nampaknya Rasul Petrus berada di Roma secara sporadis antara tahun 42 sampai 62; ia memimpin Gereja bahkan saat ia aktif melakukan perjalanan untuk menyebarkan Injil, dan melakukan tugasnya sebagai pengurus rumah tangga dari Kerajaan Allah.

Mengapa menentang fakta keberadaan Rasul Petrus di Roma?

Jelaslah dari bukti-bukti di atas ini, bahwa kenyataan bahwa Petrus memimpin Gereja Roma hanya diragukan pada jaman modern saja, yang disebabkan oleh ide 'Sola Scriptura'. (Sola Scriptura sendiri sesungguhnya malah tidak Alkitabiah, karena Kitab Suci tak pernah mengajarkan tentang sola/ hanya Kitab Suci satu-satunya sebagai sumber kebenaran, 'Sola Scriptura' adalah doktrin yang baru lahir di jaman Reformasi Protestan, di abad ke 16, walaupun dikatakan bahwa cikal bakalnya sudah ada di jaman John Wycliffe (1329- 1384) dan Jan Hus (1373- 1415), yang mengatakan bahwa ajaran yang tidak tertulis secara eksplisit di Kitab Suci tidak dapat dikatakan sebagai 'mengikat' bagi semua umat beriman. Jadi mereka berpendapat bahwa karena Petrus tidak pernah mengatakan secara eksplisit bahwa ia ada di Roma (bagi mereka Babilon bukan Roma) maka Petrus tidak pernah ke Roma, atau umat tidak dapat yakin akan fakta tersebut. Mereka mengabaikan semua bukti-bukti di luar kitab Perjanjian Baru, walaupun bukti- bukti itu begitu kuat.

Mereka mengatakan hal Petrus memimpin Gereja Roma dan wafat sebagai martir sebagai cerita dongeng/ legenda, seperti yang dikatakan oleh Loraine Boettner dalam bukunya Roman Catholicism. Padahal, jika benar Rasul Petrus tidak pernah ke Roma, tentulah banyak tulisan pada jaman itu yang menyangkalnya, mengingat tulisan yang menuliskan fakta ini begitu banyaknya. Tetapi mengapa tak ada satupun tulisan pada jaman itu yang menyanggahnya? Mengapa tak ada yang menyanggah tulisan Klemens, Ignatius, Dionisius, Gaius, St. Agustinus dan St. Jerome? Jika Petrus wafat di tempat lain, mengapa tidak ada tempat/ kota lain yang mengklaim tulang- tulangnya atau dikenal sebagai tempat wafatnya Rasul Petrus? Bahkan tulisan para heretik dari Gnostics dan Ebionites di abad awal tidak pernah menempatkan lokasi lain bagi kemartiran Petrus maupun tahta suci, selain di Roma. Perlu kita mengingat bahwa meskipun penganiayaan umat Kristen di bawah pemerintahan Nero juga tidak secara eksplisit tertulis di PB, tetapi kita juga tidak dapat mengabaikan bukti/ data sejarah yang menyatakan bahwa penganiayaan yang mengerikan itu memang pernah terjadi.

Maka jika keberadaan Petrus di Roma ditolak oleh sebagian orang, umumnya karena pandangan mereka yang menentang ajaran dan otoritas Gereja Katolik. Dengan menganggap Petrus tidak pernah ke Roma, maka mereka seolah dapat beranggapan bahwa tidak pernah ada keutamaan Petrus dan tahta suci/ keuskupan Roma. Anggapan ini memaksa banyak orang untuk menentang begitu banyaknya fakta sejarah, demi mendukung tradisi baru 'Sola Scriptura' itu.

Selanjutnya tentang oposisi dari pihak Protestan akan disampaikan dalam artikel selanjutnya. Namun sebagai penutup artikel bagian ke- 2 ini, mari kita membaca tulisan Oscar Cullman, seorang Protestant scholar, tentang hal ini :

'Kita tidak mempunyai bahkan sedikitpun jejak yang menunjukkan ke tempat yang lain yang dapat dianggap sebagai tempat kematian-nya [Petrus]. Adalah hal lain yang penting di sini, bahwa di abad-abad kedua dan ketiga, ketika beberapa gereja berada dalam persaingan dengan Gereja Roma, tidak pernah terjadi satupun dari antara mereka yang menentang klaim bahwa Roma adalah tempat wafatnya Petrus sebagai martir.'


Mengapa menentang fakta keberadaan Rasul Petrus di Roma?

Jelaslah dari bukti-bukti di atas ini, bahwa kenyataan bahwa Petrus memimpin Gereja Roma hanya diragukan pada jaman modern saja, yang disebabkan oleh ide �Sola Scriptura�. (Sola Scriptura sendiri sesungguhnya malah tidak Alkitabiah, karena Kitab Suci tak pernah mengajarkan tentang sola/ hanya Kitab Suci satu-satunya sebagai sumber kebenaran, 'Sola Scriptura' adalah doktrin yang baru lahir di jaman Reformasi Protestan, di abad ke 16, walaupun dikatakan bahwa cikal bakalnya sudah ada di jaman John Wycliffe (1329- 1384) dan Jan Hus (1373- 1415), yang mengatakan bahwa ajaran yang tidak tertulis secara eksplisit di Kitab Suci tidak dapat dikatakan sebagai 'mengikat' bagi semua umat beriman. Jadi mereka berpendapat bahwa karena Petrus tidak pernah mengatakan secara eksplisit bahwa ia ada di Roma (bagi mereka Babilon bukan Roma) maka Petrus tidak pernah ke Roma, atau umat tidak dapat yakin akan fakta tersebut. Mereka mengabaikan semua bukti-bukti di luar kitab Perjanjian Baru, walaupun bukti- bukti itu begitu kuat.

Mereka mengatakan hal Petrus memimpin Gereja Roma dan wafat sebagai martir sebagai cerita dongeng atau legenda, seperti yang dikatakan oleh Loraine Boettner dalam bukunya Roman Catholicism. Padahal, jika benar Rasul Petrus tidak pernah ke Roma, tentulah banyak tulisan pada jaman itu yang menyangkalnya, mengingat tulisan yang menuliskan fakta ini begitu banyaknya. Tetapi mengapa tak ada satupun tulisan pada jaman itu yang menyanggahnya? Mengapa tak ada yang menyanggah tulisan Klemens, Ignatius, Dionisius, Gaius, St. Agustinus dan St. Jerome? Jika Petrus wafat di tempat lain, mengapa tidak ada tempat atau kota lain yang mengklaim tulang-tulangnya atau dikenal sebagai tempat wafatnya Rasul Petrus? Bahkan tulisan para heretik dari Gnostics dan Ebionites di abad awal tidak pernah menempatkan lokasi lain bagi kemartiran Petrus maupun tahta suci, selain di Roma. Perlu kita mengingat bahwa meskipun penganiayaan umat Kristen di bawah pemerintahan Nero juga tidak secara eksplisit tertulis di PB, tetapi kita juga tidak dapat mengabaikan bukti atau data sejarah yang menyatakan bahwa penganiayaan yang mengerikan itu memang pernah terjadi.

Maka jika keberadaan Petrus di Roma ditolak oleh sebagian orang, umumnya karena pandangan mereka yang menentang ajaran dan otoritas Gereja Katolik. Dengan menganggap Petrus tidak pernah ke Roma, maka mereka seolah dapat beranggapan bahwa tidak pernah ada keutamaan Petrus dan tahta suci atau keuskupan Roma. Anggapan ini memaksa banyak orang untuk menentang begitu banyaknya fakta sejarah, demi mendukung tradisi baru 'Sola Scriptura' itu.

Selanjutnya mari kita membaca tulisan Oscar Cullman, seorang Protestant scholar, tentang hal ini :

'Kita tidak mempunyai bahkan sedikitpun jejak yang menunjukkan ke tempat yang lain yang dapat dianggap sebagai tempat kematian-nya [Petrus]. Adalah hal lain yang penting di sini, bahwa di abad-abad kedua dan ketiga, ketika beberapa gereja berada dalam persaingan dengan Gereja Roma, tidak pernah terjadi satupun dari antara mereka yang menentang klaim bahwa Roma adalah tempat wafatnya Petrus sebagai martir.'



Tuesday, March 13, 2012

Mengapa Rasul Petrus Datang ke Roma?


A. Apakah bukti bahwa Petrus datang ke Roma?
I. Bukti dari Kitab Suci:
  1. Salam kepada kamu sekalian dari kawanmu yang terpilih yang di Babilon, dan juga dari Markus, anakku� (1 Pet 5:13).
    Dari surat 1 Petrus ini, kita tahu bahwa Petrus berada di Babilon pada waktu dia menulis surat.
  2. Babilon adalah nama lain dari Roma. Kita dapat melihat di kitab Wahyu, dimana para malaikat mengatakan �Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, yang telah memabukkan segala bangsa dengan anggur hawa nafsu cabulnya.�(Why 17:5). Dan lebih lanjut dikatakan �Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci� (Why 18:2).
  3. Bahwa Babilon yang digunakan dalam 1 Pet 5:13, merujuk kepada Roma diteguhkan oleh St. Clement dari Alexandria (150-215 AD, dalam bukunya H.E. 2.15), seperti yang ditulis oleh Eusebius �Dia juga mengatakan bahwa Petrus menyebut Markus dalam suratnya yang pertama dan bahwa dia menuliskannya di Roma, yang digambarkan sebagai Babilon di dalam perkataan �..dari kawanmu yang terpilih yang di Babilon, dan juga dari Markus, anakku�.�
II. Bukti dari Bapa Gereja:
  1. St.Irenaeus, Against Heresies (190 AD) mengatakan bahwa Matius menulis Injil ketika Petrus dan Paulus mewartakan di Roma dan meletakkan pondasi Gereja. Kemudian lebih lanjut dikatakan bahwa Linus adalah penerus dari Petrus, atau sebagai Paus yang kedua, dilanjutkan oleh Anackletus (Cletus) dan kemudian Clement dari Roma.
  2. St. Clement of Alexandria (150-215) menuliskan �Ketika Petrus berkotbah tentang Firman Tuhan secara publik di Roma, dan menyatakan kabar gembira oleh kuasa Roh Kudus, dan banyak orang yang hadir meminta kepada Markus, yang telah begitu lama menjadi pengikutnya dan telah mengingat apa yang dikatakan oleh Petrus, harus menuliskan apa yang telah diwartakan.
  3. Eusebius (263-339 AD), History of the Church (Bk.2, Ch.25) mengatakan �Telah tercatat bahwa Paulus telah dihukum penggal di Roma, dan demikian juga Petrus, telah disalibkan dalam pemerintahan kaisar Nero�� (lih. The Faith of the Early Fathers � Vol.1, William A. Jurgens, p.44). Petrus disalibkan juga sesuai dengan apa yang dikatakan Yesus di Yoh 21:18.
  4. Dan masih begitu banyak lagi bukti-bukti dari tulisan Bapa Gereja yang menyatakan bahwa Petrus datang ke Roma, mewartakan Kristus, dan meninggal di Roma. Saya merasa bahwa akan sangat sulit untuk menyangkal hal ini, karena begitu banyak bukti-bukti sejarah yang mendukung bahwa Petrus meninggal di Roma.
  5. Dari bukti-bukti di atas kita dapat menyimpulkan bahwa St. Petrus memang datang ke Roma dan meninggal di Roma. Kalau ditanya mengapa Petrus datang ke Roma? Saya percaya bahwa St. Petrus sebagai rasul yang dipercayai oleh Kristus sebagai batu karang (Mat 16:18) dimana Gereja didirikan di atasnya, dan dinubuatkan oleh Yesus sendiri bahwa dia akan memuliakan Allah dengan kematiannya (Yoh 21:18-19), maka Roh Kudus sendiri yang menuntun Petrus untuk memberitakan kebenaran Kristus ke pusat dunia pada waktu itu, yaitu Roma. Dengan demikian, banyak orang dari segala bangsa dapat mendengarkan kebenaran Kristus, sehingga St. Petrus sendiri memenuhi apa yang difirmankan oleh Kristus untuk memberitakan kebenaran ke seluruh bangsa (Mat 28:19-20). Dan melalui karya Roh Kudus inilah, dunia menyaksikan bahwa janji Tuhan yang melindungi Gereja-Nya sampai akhir jaman (Mat 16:18; Mat 28:20) terpenuhi dengan adanya Paus, yang menjadi uskup Roma sekaligus gembala seluruh umat Katolik seluruh dunia, yang dimulai dari Rasul Petrus, sampai saat ini, Paus Benediktus XVI � Paus ke 265, dan pengganti-penggantinya sampai akhir jaman.
B. Apakah buktinya bahwa St. Petrus adalah paus yang pertama.
I. Bukti dari Kitab Suci:
  1. Yesus mendirikan Gereja di atas batu Karang, yaitu Petrus (Mat 16:18), dimana Yesus juga mempercayakan penggembalaan kawanan umat beriman kepada Petrus (Yoh 21:15-17). Sebelum sengsara-Nya, Yesus yang sudah tahu bahwa Petrus akan menyangkal Dia; mendoakan Petrus secara khusus, agar nantinya setelah Petrus insyaf, ia dapat menguatkan iman para rasul yang lain (lihat Luk 22:32).
  2. Petrus senantiasa disebutkan yang pertama di beberapa ayat di Alkitab (Mat 10:2-5; Mk 3:16-20; Lk 6:14-16; kis 1:13).
    Petrus disebutkan 118 kali di Injil, dan Yohanes 38 kali. Dan penggabungan Injil dan Kisah Para Rasul menyebutkan Petrus 171 kali dan Yohanes 46 kali.
  3. Dan masih begitu banyak lagi yang menceritakan tentang keutamaan rasul Petrus dibandingkan yang lain. Nanti dalam tulisan tersendiri, saya akan mencoba untuk melengkapinya.
II. Bukti dari Bapa Gereja:
  1. St.Irenaeus, Against Heresies (190 AD) memberikan urutan dari uskup Roma, yaitu: Petrus, Linus, Anacketus (Cletus) dan kemudian Clement dari Roma.
  2. St. Ambrose dari Milan (379 AD dalam The Faith 4:5) mengatakan �Kristus telah mengatakan �Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini, Aku akan membangun Gereja-Ku�� Apakah kemudian Dia tidak menguatkan iman dari orang itu, yang bertindak dengan kenggunakan otoritas-Nya, Dia telah memberikan kerajaan, Dia telah memanggil batu karang, dengan demikian menyatakan bahwa dia [Petrus] menjadi pondasi dari Gereja.
  3. St. Jerome (393 AD, dalam bukunya �Against Jovinian 1:26) mengatakan �Tetapi engkau [Jovinian] akan berkata �Gereja telah didirikan di atas Petrus [Mat 16:18]. Baik� satu dari dua belas rasul telah dipilih untuk menjadi pemimpin mereka sehingga mengambil semua kemungkinan perpecahan.�
  4. Dan masih begitu banyak Bapa Gereja yang memberikan kesaksian akan keutamaan Rasul Petrus di antara para murid yang lain. Keutamaan tersebut bukan karena Rasul Petrus lebih baik dari yang lain, namun karena Yesus sendiri yang memilihnya.
Sumber :

Thursday, March 1, 2012

Sejarah Gereja Katolik


Sejarah Gereja Katolik meliputi rentang waktu selama lebih dari dua ribu tahun. Sebagai cabang kekristenan tertua, sejarah Gereja Katolik merupakan bagian integral Sejarah kekristenan secara keseluruhan. Gereja Katolik sebagai satu-satunya Gereja yang didirikan di Yerusalem oleh Yesus dari Nazaret (sekitar tahun 33 Masehi) dan dipimpin oleh suatu suksesi apostolik yang berkesinambungan melalui Santo Petrus Rasul Kristus, dikepalai oleh Uskup Roma sebagai pengganti St. Petrus, yang kini umum dikenal dengan sebutan Paus.

Sepanjang sejarahnya, skisma telah merusak kesatuan kekristenan. Perpecahan-perpecahan utama terjadi pada 318 akibat Arianisme, pada 1054 skisma Timur-Barat dengan Gereja Ortodoks Timur, dan pada 1517 dengan Reformasi Protestan. Gereja Katolik telah menjadi kekuatan penggerak pada beberapa peristiwa utama dalam sejarah dunia termasuk evangelisasi Eropa dan Amerika Latin, perluasan melek aksara dan pendirian universitas-universitas, rumah-rumah sakit, monastisisme, perkembangan Seni rupa, Musik dan Arsitektur, Inkuisisi, Perang Salib, metode filsafat analitis, dan runtuhnya Komunisme di Eropa Timur pada akhir abad ke-20.

Kekaisaran Romawi (sekitar tahun 1 � 312)

Sekitar 1: Kelahiran Yesus. Menurut Injil Lukas, kelahiranNya berlangsung di Betlehem pada masa pemerintahan Raja Herodes Agung dari Yudea dan Kaisar Romawi Augustus, dan bahwa dia adalah putera dari Perawan Maria, yang mengandung oleh kuasa Roh Kudus. Umat Kristiani menganggapNya sebagai inkarnasi ilahi Putera Allah.

Sekalipun perhitungan yang dilakukan Dionysius Exiguus menentukan kelahiran Yesus pada pada tahun yang disebut sebagai 1 Masehi, sejarah menempatkan kelahiranNya pada waktu antara tahun 6 dan 4 SM.

Sekitar 27: Yesus dibaptis, dimulainya pelayanan, dan dipilihnya para rasul. Injil Lukas mengindikasikan bahwa Kristus dibaptis pada tahun ke-15 pemerintahan Kaisar Tiberius yakni tahun 27 Masehi (Lukas 3:1,21,22). Injil-Injil umat Kristiani sangat menonjolkan Petrus sebagai pimpinan dan juru bicara para rasul Yesus dengan seringnya disebutkan namanya dalam Injil-Injil. Petrus, dan putera-putera Zebedeus, Yakobus dan Yohanes, merupakan lingkaran dalam dari para rasul Yesus karena menyaksikan peristiwa-peristiwa penting tertentu dari kehidupan Yesus. Dakwah-dakwah utama Yesus, seperti Khotbah di Bukit. Perbuatan-perbuatan mukjizat, seperti membangkitkan orang mati, memberi makan lima ribu orang, berjalan di atas air, dst.

Sekitar 33: Petrus menyatakan dan para pengikut lainnya percaya bahwa Yesus dari Nazaret adalah Al-Masih bangsa Yahudi yang dijanjikan Yahweh menurut kitab-kitab suci Yahudi dan ramalan-ramalan para nabi Ibrani. Masuk ke Yerusalem, dimulainya sengsara Kristus. Yesus dari Nazaret disalibkan di Yerusalem di bawah kuasa Pontius Pilatus, procurator Yudea pada masa pemerintahan Tiberius dan Herodes Antipas, setelah Sandhedrin, di bawah pimpinan Imam Besar Kayafas, menuduh Yesus melakukan hujat. Akan tetapi Dia disalibkan oleh bangsa Romawi, atas dakwaan kejahatan politik yakni perbuatan makar dan pemberontakan seperti yang tertulis pada titulus di atas salib yang menunjukkan kejahatan yang diperbuatNya yakni: "Yesus dari Nazaret, Raja orang Yahudi". Menurut para pengikutNya, tiga hari kemudian, "Allah membangkitkanNya dari antara orang mati", atau, seperti yang juga mereka katakan, Dia "sudah bangkit." Empat puluh hari setekah kebangkitanNya, Yesus naik ke surga, Injil-Injil Kristiani meriwayatkan bahwa Yesus memberi petunjuk kepada para muridNya bahwa: "Segala kuasa telah diberikan kepadaKu di surga dan di atas bumi. Karena itu pergilah dan jadikanlah semua bangsa muridKu, baptislah mereka dalam nama Bapa dan Putera dab Roh Kudus, ajarilah mereka untuk melakukan semua yang telah kuperintahkan kepadamu; dan lihatlah, Aku menyertaimu, bahkan sampai akhr zaman." (Matius 28:18-20). Sepuluh hari kemudian (Pentakosta) Petrus memberikan khotbah perdananya dan 3.000 orang memberi diri untuk dibaptis. Sejak saat itu, ajaran-ajaran Yesus menyebar ke seluruh dan ke luar batas Kekaisaran Romawi sehingga membentuk Gereja-Gereja yang dipimpin oleh para Rasul. Tradisi Kristiani mencatat bahwa Gereja Kristiani di Roma didirikan oleh Santo Petrus bersama Santo Paulus, dan bahwa Petrus adalah uskupnya yang pertama.

Sekitar 34: St. Stefanus, seorang diakon dan syuhada Kristiani yang pertama, dirajam sampai mati di Yerusalem.

Sekitar 50: Konsili Yerusalem

Sekitar 52: Kedatangan St. Thomas Rasul di India menurut tradisi.

Sekitar 64: Penindasan atas umat Kristiani dimulai oleh Kaisar Nero setelah Kebakaran besar di Roma. Penindasan berlanjut sampai tahun 313 Masehi.

Sekitar 64-67?: Wafatnya St. Petrus dan St. Paulus di Roma.

Sekitar 70: Kejatuhan Yerusalem dan penghancuram Bait Suci.

Sekitar 72: Kesyahidan St. Thomas Rasul di Mylapore.

Sekitar 96: Tahun yang menurut tradisi ditulisnya Epistola Klemens yang pertama yang dikaitkan dengan Paus Klemens I yang dialamatkan kepada Gereja di Korintus.

Sekitar 100: St. Yohanes, yang tersisa dari ke-12 Rasul, wafat di Efesus.

Sekitar 110: Ignatius dari Antiokhia menggunakan istilah Gereja Katolik dalam sepucuk suratnya kepada Gereja di Smyrna, salah satu dari surat-surat yang otentisitasnya tak diragukan yang dikaitkan dengannya. Dalam surat ini dan surat-surat lainnya dia menekankan pentingnya para uskup dalam Gereja dan berbicara keras mengenai bidaah.

Sekitar 150: Naskah-naskah Alkitab terjemahan Bahasa Latin (Vetus Latina) dari Alkitab dalam bahasa Yunani beredar di kalangan umat Kristiani yang bukan pengguna Bahasa Yunani.

Sekitar 155: Ajaran-ajaran Marcion, gnostik Valentinus dan pentakostal kaum Montanis menimbulkan memecah-belah komunitas Romawi. Penindasan atas umat Kristiani di Kekaisaran Romawi terus berlanjut.

Sekitar 180: Adversus Haereses karya Irenaeus makin memperjelas konsep "bidaah."

Sekitar 195: Paus Viktor I, Paus pertama yang berasal dari Afrika, mengekskomunikasi kaum Kuartodesiman dalam suatu Kontroversi Paskah. Beberapa pihak berpendapat bahwa mungkin dialah paus pertama yang merayakan misa dalam Bahasa Latin bukannya Bahasa Yunani.

Sekitar 200: Tertullianus, pujangga Latin Kristiani pertama, yang melahirkan istilah-istilah Latin mengenai konsep-konsep Kristiani seperti "Trinitas", "Tres Personae", "Una Substantia", "Sacramentum"

20 Januari 250: Kaisar Decius memulakan penindasan besar-besaran atas umat Kristiani di Roma. Paus Fabianus wafat sebagai syuhada. Sesudah itu kontroversi Donatis mengenai penerimaan kembali orang-orang murtad meresahkan banyak orang di Afrika Utara.

Sekitar 250: Paus Fabianus dikatakan telah mengutus tujuh orang uskup dari Roma ke Galia untuk memberitakan Injil: Gatianus ke Tours, Trofimus ke Arles, Paulus ke Narbonne, Saturninus ke Toulouse, Denis ke Paris, Austromonius ke Clermont, dan Martialus ke Limoges.

28 Oktober 312: Kaisar Konstantinus memimpin pasukan Kekaisaran Romawi meraih kemenangan dalam Pertempuran Pons Milvius. Menurut tradisi, pada malam menjelang pertempuran itu, Konstantinus mendapat sebuah penglihatan bahwa dia akan meraih kemenangan jika dia bertempur di bawah lambang Kristus; oleh karena itu, para prajuritnya menerakan pada perisai-perisai mereka tanda Khi-Rho yang terdiri atas dua huruf pertama dari kata Yunani untuk "Kristus" (???S??S). Setelah memenangi pertempuran itu, Konstantinus melegalkan kekristenan. Dia sendiri tidak dibaptis sampai menjelang ajalnya.

Kekaisaran Romawi Akhir (313 � 476)

313: Maklumat Milan menyatakan Kekaisaran Romawi netral terhadap pandangan-pandangan keagamaan, keluarnya maklumat ini mengakhiri penindasan atas umat Kristiani.

318: Arius dikutuk dan diekskomunikasi oleh sebuah konsili yang diselenggarakan oleh Aleksander, Uskup Aleksandria.

321: Dengan menganugerahkan hak kepada Gereja untuk memiliki properti, Konstantinus menyumbangkan istana Laterani kepada Paus Miltiades. Basilika Lateran (Basilika Penebus Kita) menjadi tahta keuskupan dari Uskup Roma.

3 November 324: Konstantinus meletakkan dasar ibukota baru Kekaisaran Romawi di Bizantium, yang kelak dikenal sebagai Konstantinopel.

325: Kontroversi Arian pecah di Aleksandria, menimbulkan kekerasan dan perpecahan besar-besaran di kalangan umat Kristiani.

20 Mei 325: konsili Ekumenis Nicaea Pertama, diselenggarakan untuk menanggapi kontroversi Arian, menghasilkan Kredo Nicea, menyatakan keyakinan umat Kristiani Trinitarian ortodoks akan Tritunggal Maha Kudus. Format Kredo Nicea telah melalui kontroversi sehubungan dengan Klausa Filioque namun masih digunakan Gereja Katolik sampai sekarang.

18 November 326: Paus Silvester I mengkonsekrasi Basilika Santo Petrus yang dibangun oleh Konstantinus Agung di atas makam Rasul Petrus.

11 Mei 330: Konstantinopel diresmikan. Konstantinus memindahkan ibukota Kekaisaran Romawi ke Bizantium, dan memberinya nama baru Roma Baru.

22 Mei 337: Konstantinus Agung mangkat. Dibaptis menjadi Kristen menjelang akhir hayatnya.

360: Julianus si murtad menjadi Kaisar Romawi non-Kristiani terakhir.

27 Februari 380: Kaisar Theodosius mengeluarkan sebuah maklumat, De Fide Catolica, di Tesalonika, dipublikasikan di Konstantinopel, menyatakan kekristenan Katolik sebagai Agama negara Kekaisaran Romawi.

24 November 380: Kaisar Theodosius I dibaptis.

381: Konsili ekumenis Konstantinopel Pertama.

382: Konsili Roma di bawah kepemimpinan Paus Damasus I menetapkan Kanon Alkitab, mendaftarkan kita-kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang diterima. Kitab-kitab lainnya tidak dianggap sebagai Kitab Suci. Lihat pula Kanon Alkitab.

391: Dekrit Kaisar Theodosius mengharamkan sebagian besar ritual Pagan yang masih dipraktikkan di Roma, dengan demikian mendorong sebagian besar populasi untuk berpindah keyakinan ke Agama Kristen.

400: Vulgata karya Hieronimus, terjemahan Alkitab ke dalam Bahasa Latin, diterbitkan. Vulgata merupakan seuah kompilasi kitab-kitab Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang sangat berpengaruh dan yang menjadi dasar bagi Alkitab yang dikenal saat ini.

404: Rahib Telemakhus menerobos ke tengah-tengah sebuah arena guna mencoba melerai dua gladiator; dia dibunuh oleh massa. Petunjukan gladiator dihapuskan oleh Kaisar Honorius.

24 Agustus 410: Penjarahan Roma. Alarik dan pasukan Visigothnya menerjang masuk melalui Gerbang Porta Salaria di Timur-Laut Kota Roma.

431: Konsili Efesus menyatakan bahwa Yesus eksis sebagai manusia sekaligus sebagai Allah, menjernihkan statusnya dalam Tritunggal Maha Kudus. Makna Kredo Nicea juga dinyatakan sebagai naskah suci permanen dari Gereja.

8 Oktober 451: Konsili Khalsedon dibuka.

1 November 451: Konsili Khalsedon, konsili ekumenis keempat, ditutup. Dikeluarkannya Kredo Kalsedonia, yang menyatakan kembali Yesus sebagai Allah Sejati dan Manusia Sejati dan dogma Perawan Maria sebagai Bunda Allah. Konsili ini mengekskomunikasi Eutikius, dan menimbulkan skisma dengan Ortodoksi Oriental.

452: Paus Leo I (Leo Agung) menemui Attila Hun, Si Cambuk Allah, dan mengurungkan niatnya menjarah Roma.

455: Penjarahan Roma oleh Bangsa Vandal. Rampasan perang dari Bait Suci Yerusalem yang sebelumnya direbut oleh Titus diduga turut dibawa ke Kartago.

4 September 476: Kaisar Romulus Augustus dipecat di Roma, ditandai oleh banyak orang sebagai keruntuhan Kekaisaran Romawi Barat. Fokus Gereja awal beralih ke perluasan di Kekaisaran Romawi Timur, yang dikenal pula sebagai Kekaisaran Bizantium, dengan ibukotanya di Konstantinopel. Pada akhirnya Gereja terpecah menjadi kekristenan Ortodoks dan Katolisisme pada abad ke-11.

Kekaisaran Bizantium Awal dan Awal Abad Pertengahan (477 � 799)

480: Santo Benediktus mulai menyusun peraturan Monastik, menetapkan regulasi-regulasi untuk pendirian biara-biara.

496: Clovis I Raja pagan Bangsa Frank, menjadi penganut iman Katolik.

502: Paus Symnakus menetapkan aturan bahwa umat awam selanjutnya tidak lagi memberi suara dalam pemilihan Paus dan hanya klerus tingkat tinggi saja yang dapat menjadi calon paus.

529: Codex Yustinianus dirampungkan. Bagian pertama dari Corpus Iuris Civilis (Batang Tubuh Hukum Sipil).

2 Januari 533: Merkurius menjadi Paus Yohanes II. Dia adalah paus pertama yang menggunakan nama pemerintahan. Yohanes II mendapatkan hadiah-hadiah berharga sekaligus sebuah pernyataan iman ortodoks dari Kaisar Bizantium Yustinianus.

533: Digesta, atau Pandectae, dikeluarkan; bagian kedua dari Corpus Iuris Civilis (Batang Tubuh Hukum Sipil). Institutiones, bagian ketiga Corpus Iuris Civilis (Batang Tubuh Hukum Sipil) mulai diberlakukan.

536: Belisarius merebut kembali Roma.

553: Konsili Konstantinopel II mengutuk kekeliruan-kekeliruan Origenes, Tiga Bab, dan meneguhkan keempat konsili umum pertama.

590: Paus Gregorius Agung Memperbaharui struktur dan administrasi gerejawi dan menetapkan Kidung Gregorian.

596: Santo Agustinus dari Canterbury diutus oleh Paus Gregorius untuk menginjili Bangsa Inggris yang pagan.

638: Yerusalem dan Syria yang dikuasai umat Kristiani ditaklukkan oleh kaum Muslim.

642: Mesir jatuh ke tangan kaum Muslim, diikuti seluruh Afrika Utara.

664: Sinode Whitby mempersatukan Gereja Seltik di Inggris dengan Gereja Katolik.

680: Konsili Konstantinopel III mengakhiri Monothelitisme.

685: Kaum Maronit menggunakan kekuasaan dan pengaruh mereka untuk memilih Yohanes Maron, yang berasal dari kaum mereka, sebagai Patriark Antiokhia dan Seluruh Timur. Yohanes mendapatkan persetujuan dari Paus Sergius I, dan menjadi Patriark Maronit yang pertama.

698: Santo Willibrordus ditugaskan oleh Paus Sergius I sebagai uskup bagi Bangsa Frisia (Belanda). Willibrordus membangun sebuah gereja di Utrecht.

711: Pasukan Muslim menginvasi Spanyol.

718: Santo Bonifasius, seorang warga Inggris, ditugaskan oleh Paus Gregorius II untuk menginjili Bangsa Jerman.

726: Ikonoklasme pecah di Kekaisaran Timur. Perusakan gambar-gambar berlanjut hingga 843.

732: Gerak maju kaum Muslim ke Eropa Barat dihadang oleh Charles Martel di Poitiers, Perancis.

751: Bangsa Lombardia menghapuskan Eksarkat Ravenna secara efektif mengenyahkan sisa-sisa kekuasaan Bizantium di Italia tengah dan Roma.

756: Para paus dianugerahi independensi pemerintahan atas Roma oleh Raja Pepin si Pendek dari Bangsa Frank, dalam Donasi Pepin. Lahirnya Negara-negara Kepausan.

787: Konsili Ekumenis Nicea kedua menghentikan Ikonoklasme.

793: Penjarahan biara Lindisfarne menandai dimulainya serbuan Bangsa Viking ke Eropa Kristen.

Kekaisaran Romawi Suci sampai Akhir Abad Pertengahan (800 � 1453)

25 Desember 800: Raja Karel Agung dari Bangsa Frank dimahkotai sebagai Kaisar Romawi Suci di Barat oleh Paus Leo III di Basilika Santo Petrus.

829: Ansgarius memulai karya misi di Swedia dekat Stockholm.

863: Santo Kiril dan Santo Methodius diutus oleh Patriark Konstantinopel untuk menginjili bangsa-bangsa Slavia. Mereka menerjemahkan Alkitab ke dalam Slavonika.

869: Konsili Ekumenis Konstantinopel IV mengutuk Photius. Konsili ini dan konsili-konsili umum berikutnya disangkal oleh Gereja-Gereja Ortodoks Timur.

910: Biara agung Benediktin di Cluny meremajakan monastisisme Barat. Biara-biara menyebar ke wilayah-wilayah terpencil di Eropa Barat.

988: St. Vladimir Agung dibaptis; menjadi Adipati Agung Kiev pertama yang beragama Kristen.

1012: Burchardus dari Worms merampungkan ke-20 jilid Decretum dari Hukum Kanon.

16 Juli 1054: Perpecahan Liturgis, linguistik, dan politis mengakibatkan perpecahan permanen antara Gereja Timur dan Gereja Barat, yang dikenal sebagai Skisma Timur-Barat atau Skisma Akbar. Tiga legatus, Humbertus dari Mourmoutiers, Fredericus dari Lorraine, dan Petrus, Uskup Agung Amalfi, memasuki Katedral Hagia Sophia saat perayaan misa pada Sabtu petang dan meletakkan pada altar selembar Bulla kepausan berisi ekskomunikasi atas Patriark Mikhael I Kerularius. Para legatus bergegas kembali ke Roma dua hari kemudian, meninggalkan kota Konstantinopel yang tak lama lagi dilanda huru-hara.

27 November 1095: Paus Urbanus II menyampaikan khotbah sacrum bellum (perang suci), Perang Salib, untuk membela umat Kristiani Timur, dan para peziarah di Tanah Suci, dalam Konsili Clermont.

1098: Pendirian biara pembaharuan di Citeaux, yang mendorong pertumbuhan ordo Cistercian.

1099: Perebutan kembali Yerusalem oleh para pejuang Perang Salib I.

1123: Konsili Ekumenis Lateran Pertama.

1139: Konsili Ekumenis Lateran Kedua.

1144: Basilika Santo Denis karya Abbot Suger adalah bangunan besar pertama yang dibangun dalam gaya arsitektur Gothik.

1150: Publikasi Decretum Gratiani.

1179: Konsili Ekumenis Lateran Ketiga.

1182: Gereja Maronit menegaskan kembali persekutuannya yang tak terputus dengan Tahta Suci.

2 Oktober 1187: Pengepungan Yerusalem. Pasukan Ayyubi dibawah pimpinan Saladin merebut Yerusalem, mengobarkan Perang Salib III.

8 Januari 1198: Lotario de' Conti di Segni terpilih menjadi Paus Innosentius III. Masa kepausannya dianggap sebagai puncak kekuasaan temporal dari kepausan.

13 April 1204: Penjarahan Konstantinopel oleh para pejuang Perang Salib IV. Permulaan Kekaisaran Latin di Konstantinopel.

1205: Santo Fransiskus dari Assisi menjadi seorang pertapa, mendirikan ordo kerahiban Fransiskan.

11 November 1215: Konsili Ekumenis Lateran Keempat dibuka oleh Paus Innosentius III.

November 30, 1215: Konsili Ekumenis Lateran Keempat ditutup oleh Paus Innosentius III. Tujuh puluh dekrit disetujui, salah satunya adalah definisi transubstansiasi.

1229: Inkuisisi dibentuk sebagai tanggapan terhadap bidaah Cathar, dalam Konsili Toulouse.

1231: Akta pendirian Universitas Paris dikeluarkan oleh Paus Gregorius IX.

1241: Mangkatnya Ogadai Khan, Khan Agung bangsa Mongol, menghentikan gerak maju bangsa Mongol ke Eropa sesudah kemenangan yang mereka raih dengan mudah dalam Pertempuran Liegnitz (sekarang di Polandia) dan Pertempuran Mohi (sekarang di Hungaria) melawan gabungan serdadu Kristen.

1245: Konsili Ekumenis Lyons Pertama. Mengucilkan dan memecat Kaisar Frederick II.

1274: Konsili Ekumenis Lyons Kedua. Gereja Katolik dan Gereja Ortodoks bersatu kembali untuk sementara waktu.

1295: Marco Polo tiba di kampung halamannya Venesia.

February 22, 1300: Paus Bonifasius VIII mengeluarkan Bulla "Antiquorum fida relatio"; perayaan Tahun Suci Yubileum yang pertama kali tercatat.

18 November 1302: Paus Bonifasius VIII mengeluarkan Bulla Kepausan Unam sanctam.

1305: Pengaruh Perancis mengakibatkan Paus pindah dari Roma ke Avignon.

12 Agustus 1308: Paus Klemens V mengeluarkan Bulla Regnans in coelis menyeru diselenggarakannya sebuah konsili umum pada 1 Oktober 1310, di Vienne, Perancis dengan tujuan "melakukan pemeriksaan sehubungan dengan Ordo Ksatria Templar, baik atas para anggota perorangan maupun tanah-tanahnya, dan sehubungan pula dengan hal-hal lain yang terkait dengan iman Katolik, Tanah Suci, dan perbaikan Gereja dan aparat gerejawi".

17 - 20 Agustus 1308: Para pinpinan Ksatria Templar diampuni secara rahasia oleh Paus Klemens V seusai diperiksa oleh para agen kepausan untuk memverifikasi klaim-klaim yang dituduhkan terhadap mereka di kastil Chinon di Keuskupan Tours.

16 Oktober 1311: Sesi formal pertama dari Komsili Ekumenis Vienne dimulai di bawah kepemimpinan Paus Klemens V.

22 Maret 1312: Klemens V mengeluarkan Bulla Vox in excelsis membubarkan Ksatria Templar.

6 Mei 1312: Konsili Ekumenis Vienne ditutup pada sesi formal ketiga.

26 Mei 1328: William dari Ockham melarikan diri dari Avignon. Kelak dia dikucilkan oleh Paus Yohanes XXII, yang dituding Ockham sebagai bidaah.

1370: Santa Katerina dari Siena mengimbau Paus untuk kembali ke Roma.

1378: Anti-paus Klemens VII (Avignon) dipilih sebagai tandingan terhadap Paus Urbanus VI (Roma) menimbulkan Skisma Barat.

1387: Bangsa Lithuania menjadi bangsa terakhir di Eropa yang menganut iman Katolik.

1440: Johannes Gutenberg merampungkan mesin cetak kayunya yang menggunakan logam yang dapat dipindah-pindahkan merevolusi penyebaran pengetahuan dengan cara reproduksi yang lebih murah dan lebih cepat. Hasilnya adalah produksi Alkitab dan buku-buku lainnya dalam jumlah banyak.

29 Mei 1453: Jatuhnya Konstantinopel.

Abad Pencerahan (1454 � 1632)

1492: Christophorus Columbus menemukan Dunia Baru.

1493: Dengan Inter caetera, Paus Alexander VI menganugerahkan hak-hak kolonial tunggal atas sebagian besar Dunia Baru kepada Spanyol.

22 Januari 1506: Kaspar von Silenen dan kontingen pertama dari para serdadu bayaran Swiss memasuki Vatikan pada masa pemerintahan Paus Julius II. Tanggal ini adalah tanggal tradisional berdirinya Garda Swiss.

18 April 1506: Paus Julius II melakukan peletakan batu pertama dari Basilika St. Petrus yang baru.

1508: Michaelangelo mulai melukisi langit-langit Kapela Sistina.

31 Oktober 1517: Martin Luther mengajukan 95 Thesisnya, memprotes penjualan indulgensi.

1516: Santo Sir Thomas More menerbitkan "Utopia" dalam Bahasa Latin.

1519: Penaklukan Spanyol atas Mexico oleh Hernando Cortes.

3 Januari 1521: Martin Luther akhirnya diekskomunikasikan oleh Paus Leo X dalam bulla Decet Romanum Pontificem.

1521: Pembaptisan umat katolik perdana di Filipina, bangsa Kristiani pertama di Asia Tenggara. Peristiwa ini diperingati dengan perayaan Santo Ni�o de Ceb�.

17 Oktober 1521: Paus Leo X menganugerahkan gelar Fidei Defensor bagi Raja Henry VIII dari Inggris karena pembelaannya atas ketujuk sakramen dan supremasi paus dalam Assertio Septem Sacramentorum terhadap Protestantisme.

6 Mei 1527: Penjarahan Roma.

1531: Bunda Maria Guadalupe menampakkan diri kepada Juan Diego di Mexico.

16 November 1532: Francisco Pizarro mengalahkan Atahualpa. Penaklukan Kekaisaran Bangsa Inka.

1534: Kepala dan seluruh warga Kampung Mamuya di Maluku Utara memeluk iman Katolik.

15 Agustus 1534: Santo Ignatius Loyola dan lima orang lainnya, termasuk Fransiskus Xaverius bertemu di Montmartre di luar Paris untuk mendirikan Ordo misionaris Serikat Yesus.

30 Oktober 1534: Parlemen Inggris menyetujui Act of Supremacy yang menjadikan Raja Inggris sebagai Kepala Tertinggi Gereja Inggris. Skisma Anglikan dengan Roma.

1535: Michaelangelo mulai melukis Pengadilan Terakhir dalam Kapela Sistina.

1536 Sampai 1540: Dissolusi biara-biara di Inggris, Wales dan Irlandia.

17 Desember 1538: Paus Paulus III mengekskomunikasikan Raja Henry VIII dari Inggris.

1540: Paus Paulus III mengukuhkan Ordo Serikat Yesus.

1543: Karya tulis lengkap dari teori heliosentris Kopernikus dengan judul, Perihal Revolusi Bola-Bola Langit (De Revolutionibus Orbium Coelestium) diterbitkan. Dianggap sebagai awal revolusi ilmu pengetahuan.

13 Desember 1545: Konsili Trente diselenggarakan pada masa kepausan Paulus III, untuk mempersiapkan tanggapan Katolik atas reformasi protestan. Peraturan-peraturan yang dihasilkannya menjadi pedoman umat Katolik selama sekurang-kurangnya tiga abad.

1546 Sampai 1547: Santo Fransiskus Xaverius mengunjungi dan membaptis beberapa warga Ambon, Saparua, dan Ternate.

4 Desember 1563: Konsili Trente ditutup. Dekrit-dekrit dikukuhkan pada 26 Januar 1564, oleh Pius IV dalam Bulla "Benedictus Deus".

1568: St. Yohanes Krisostomus, St. Basil, St. Gregorius Nazianzus, St. Athanasius dan St. Thomas Aquinas dijadikan para Doktor Gereja.

14 Juli 1570: Paus St. Pius V mengeluarkan Konstitusi Apostolik mengenai Misa Tridentina, Quo Primum.

7 Oktober 1571: Armada Kristiani dari Liga Kudus mengalahkan kaum Turki Ottoman dalam Pertempuran Lepanto.

1577: Teresa dari Avila menulis El Castillo Interior, salah satu dari karya-karya tulis klasik dari mistisisme Katolik.

24 Februari 1582: Paus Gregorius XIII mengeluarkan Bulla Inter gravissimas yang mereformasi Kalender Julian.

4 Oktober 1582: Kalender Gregorian pertama kalinya diadopsi oleh Italia, Spanyol, dan Portugal. Sesudah tanggal 4 Oktober adalah tanggal 15 Oktober - sepuluh hari dihilangkan.

28 September 1586: Domenico Fontana berhasil menyelesaikan pemugaran Obelisk Vatikan di tempatnya sekarang di alun-alun St. Petrus. Dipuji sebagai sebuah pencapaian teknis pada masa itu.

1593: Robert Bellarmine merampungkan karyanya Disputationes de controversiis christianae fidei.

1598: Peranan Paus dalam Perdamaian Vervins.

1600: Paus Klemens VIII mengesahkan pemanfaatan kopi meskipun ada petisi yang diajukan para imam untuk melarang minuman Muslim yang mereka sebut "minuman iblis". Sri Paus mencoba secangkir dan menyatakannya "sungguh lezat sehingga sayang sekali untuk membiarkan orang-orang kafir memanfaatkannya secara eksklusif. Kita perlu mencurangi Setan dengan cara membaptisnya."

1614: Tokugawa Ieyasu melarang kekristenan di Jepang.

1619 Sampai 1799: VOC berkuasa di Nusantara, Agama Katolik dilarang. Imam-imam Katolik diusir, dan umat Katolik pribumi diprotestankan.

19 April 1622: Paus Gregorius XV menjadikan Armand Jean du Plessis de Richelieu sebagai kardinal atas nominasi Raja Louis XIII � menjadi Kardinal Richelieu. Pengaruh dan kebijakan-kebijakannya sangat memengaruhi perkembangan seni, budaya, politik, agama, dan perang di Eropa.

18 November 1626: Paus Urbanus VIII dengan khidmat meresmikan Basilika St. Petrus yang baru 1.300 tahun sesudah basilika pertama yang dibangun oleh Konstantinus dikonsekrasi oleh Paus Silvester I.

Abad Akal-Budi (1633 � 1800)

1633: Galileo diadili.

1638: Pemberontakan Shimabara mengakibatkan meningkatnya penindasan atas umat Katolik, dan semua umat Kristiani di Jepang.

12 September 1683: Pertempuran Wina. Kemenangan penentu bagi bala tentara Liga Suci, pimpinan Raja Yohanes III Sobieski dari Polandia, atas kaum Turki Ottoman, pimpinan Wazir Agung Merzifonlu Kara Mustafa Pasha.

1653: Sumpah Salib Coonan diikrarkan oleh sekelompok Umat Kristiani Santo Tomas menentang Bangsa Portugis.

1685: Louis XIV mengeluarkan Maklumat Nantes dengan harapan dapat merebut hati paus.

1691: Paus Innosentius XII mengeluarkan pernyataan menentang nepotisme dan simoni.

1713: Ensiklikal Unigenitus mengutuk Jansenisme.

1715: Paus Klemens XI mengeluarkan ketetapan yang menentang pihak Yesuit dalam perkara Kontroversi Ritus-Ritus Cina.

1721: Kaisar Kangxi melarang misi Kristiani di Cina.

28 April 1738: Paus Klemens XII mengeluarkan bulla In Eminenti yang melarang umat Katolik untuk mengikuti, membantu, bergaul atau memberi bantuan dalam bentuk dan cara apa pun kepada organisasi-organisasi Freemasonry dan Freemason dengan ancaman ekskomunikasi.

1738: Ordo Suster-Suster Caritas Montreal didirikan.

1769: Ordo Passionis dianugerahi hak-hak penuh oleh Paus Klemens XIV.

1769: Jun�pero Serra mendirikan Misi San Diego de Alcala, misi Spanyol pertama di California.

1773: Pembubaran Yesuit.

1789: John Carroll menjadi Uskup Baltimore, uskup pertama di Amerika Serikat.

1793: Revolusi Perancis melembagakan standar-standar anti-klerus.

1798: Paus Pius VI ditawan.

Abad ke-19

16 Juli 1802: Konkordat Perancis tahun 1801. Gereja Katolik terbentuk kembali di Perancis.

2 Desember 1804: Napoleon memahkotai diri sendiri sebagai Kaisar Perancis di Katedral Notre Dame, Paris, di hadapan Paus Pius VII.

8 Mei 1807: Raja Louis Napoleon memberikan persetujuan atas pendirian Perfektur Apostolik Hindia Belanda di Batavia.

1847: Patriark Latin Yerusalem mulai bertempat tinggal di Yerusalem.

1850: Keuskupan Agung Westminster dan dua belas keuskupan lainnya didirikan, dan dengan demikian terbentuk kembali hirarki Katolik di Kerajaan Inggris.

1852: Konsili Penuh Baltimore yang pertama diselenggarakan di Amerika Serikat.

8 Desember 1869: Paus Pius IX membuka Konsili Ekumenis Vatikan Pertama.

18 Juli 1870 : Konstitusi Dogmatis Gereja Kristus dari sesi keempat Konsili Vatikan I, "Pastor Aeternus", mengeluarkan dogma Infalibilitas kepausan di antara isu-isu lainnya sebelum jatuhnya kota Roma dalam dalam Perang Franco-Prussia yang mengakibatkan konsili ini berakhir secara perematur dan mengakhiri keberadaan Negara-negara Kepausan. Kontroversi perihal beberapa isu mengakibatkan terbentuknya Gereja Katolik Lama. Konsili ini belum ditutup secara resmi sampai pada tahun 1960 oleh Paus Yohanes XXIII dalam rangka persiapan Konsili Vatikan Kedua.

15 Mei 1891: Paus Leo XIII mengeluarkan ensiklikal Rerum Novarum (terjemahan: Hal-Hal Baru).

30 November 1894: Paus Leo XIII mempublikasikan Surat Apostolik Orientalium Dignitas (Mengenai Gereja-Gereja Timur) yang menjaga arti penting dan keberlangsungan tradisi-tradisi Timur bagi Gereja secara keseluruhan.

1898 - Secondo Pia mengambil foto-foto pertama dari Kain Kafan Turin.

Abad ke-20

15 Desember 1904: 178 warga Kalibawang dibaptis oleh Romo Van Lith, SJ, lokasi pembaptisan kini menjadi tempat ziarah Sendangsono.

1926: Fransiskus Xaverius Satiman ditahbiskan menjadi imam pribumi pertama di Hindia Belanda.

2 Oktober 1928: Santo Josemar�a Escriv� mendirikan Opus Dei, sebuah organisasi sedunia yang beranggotakan umat awam Gereja Katolik.

11 Februari 1929: Perjanjian Lateran ditandatangani oleh Benito Mussolini dan Kardinal Gasparri menetapkan Kota Vatikan sebagai negara merdeka dan menyelesaikan masalah perebutan hak atas kota Roma antara Italia dan Tahta Suci sejak pengambilalihan Negara Kepausan pada tahun 1870.

12 Februari 1931: Radio Vatikan diresmikan. Dibangun oleh Guglielmo Marconi dan diresmikan oleh Paus Pius XI. Siaran perdananya dalam kode Morse berbunyi: In nomine Domini, amen.

20 Juli 1933: Konkordat antara Tahta Suci dan Pemerintah Jerman ditandatangani oleh Eugenio Kardinal Pacelli dan Franz von Papen, masing-masing mewakili Paus Pius XI dan Presiden Paul von Hindenburg.

1 September 1939: Jerman menginvasi Polandia. Permulaan Perang Dunia kedua. Vatikan menyatakan sikap netral guna menghindari keterlibatan dalam konflik dan juga untuk menghindari pendudukan oleh militer Italia.

1940: Albertus Soegijapranata ditahbiskan menjadi uskup pribumi pertama di Hindia Belanda.

1944: Tentara Jerman menduduki Roma. Adolf Hitler menyatakan akan menghormati netralitas Vatikan; akan tetapi beberapa insiden, seperti memberi bantuan kepada personel angkatan udara sekutu yang terluka, nyaris menyebabkan Nazi Jerman menginvasi Vatikan. Roma dibebaskan oleh tentara sekutu hanya beberapa minggu sesudah pendudukan Jerman.

1950: Maria diangkat ke surga dijadikan dogma.

20 Januari 1961: John F. Kennedy diambil sumpahnya sebagai presiden Amerika Serikat yang ke-35. Dia merupakan tokoh katolik pertama dan calon termuda yang terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat.

11 Oktober 1962: Paus Yohanes XXIII membuka Konsili Ekumenis Vatikan Kedua. Konsili Ekumenis ke-21 dari Gereja Katolik ini menitikberatkan panggilan universal menuju kekudusan dan membuahkan banyak perubahan dalam praktik, termasuk makin meningkatnya penekanan pada ekumenisme; berkurangnya aturan-aturan penitensi, puasa dan praktik-praktik devosional lainnya; dan memulakan revisi atas peribadatan, yang menjadi makin sederhana dan mudah difahami umat dengan mengizinkan penggunaan bahasa lokal menggantikan Bahasa Latin. Oposisi terhadap perubahan-perubahan yang dihasilkan Konsili ini menimbulkan gerakan Umat Katolik Tradisionalis yang tidak menyetujui perubahan-perubahan atas tata-cara peribadatan yang lama.

7 Desember 1965: Deklarasi Bersama Katolik-Ortodoks oleh Paus Paulus VI dan Patriark Ekumenis Athenagoras I. Ekskomunikasi timbal-balik dari Skisma Akbar tahun 1054 antara Katolik dan Ortodoks ditarik kembali oleh kedua belah pihak.

8 Desember 1965: Paus Paulus VI menutup Konsili Vatikan Kedua.

29 Juni1967: Yustinus Darmojuwono dilantik sebagai kardinal Indonesia yang pertama.

1970: Revisi atas Missale Romanum, dikeluarkan setelah introduksi bahasa setempat secara bertahap dalam perayaan Misa.

26 Agustus 1978: Paus Yohanes Paulus I menjadi paus pertama yang menggunakan dua nama kepemimpinan sekaligus. Dia memimpin Gereja hanya selama 33 hari.

16 Oktober 1978: Paus Yohanes Paulus II menjadi paus Polandia pertama dan tokoh non-Italia pertama yang dipilih menjadi paus dalam kurun waktu 450 tahun; berpengaruh atas keruntuhan komunisme di Eropa.

1984: Hari Pemuda Dunia yang pertama yang digagas Paus Yohanes Paulus II dirayakan di Roma. Silih berganti dirayakan di Roma dan sebuah kota lain setiap tahun.

30 Juni 1988: Uskup Agung Marcel Lefebvre dari Sosietas St. Pius X (SSPX), menahbiskan empat pria menjadi uskup di Ec�ne, Swis tanpa meminta persetujuan paus. Lefebvre dan keempat pria terseut otomatis dijatuhi ekskomunikasi sesuai hukum kanon. Para tradisionalis SSPX sejak saat itu berada dalam status skisma.

31 Desember 1991: Uni Soviet resmi dibubarkan. Gereja yang tertindas muncul kembali dari persembunyian.

1992: Katekismus Gereja Katolik pertama kali dicetak di Perancis.

1994: Ordinatio Sacerdotalis, surat Apostolik berisi larangan atas pentahbisan perempuan menjadi imam, dikeluarkan oleh Paus Yohanes Paulus II.

Abad ke-21

30 April 2000 : Paus Yohanes Paulus II mengkanonisasi St. Faustina dan menentukan Hari Minggu sesudah Paskah sebagai Hari Minggu Belas-Kasih Ilahi dalam Kalender Romawi Umum, yang mulai berlaku sejak tahun 2001.

1 Januari 2001: Abad ke-21 dan milenium baru dimulai. Gereja mengkhidmatkan permulaan milenium Kristiani ketiga dengan memperpanjang sampai ke sebagian tahun 2001, tahun Yubileum yang diperingati Gereja tiap 25-tahun sekali. Khusus untuk tahun 2000, disebut Yubileum Agung.

6 Januari 2001: Yohanes Paulus II mengeluarkan Novo Millennio Ineunte, sebuah program bagi Gereja dalam milenium baru, dalam mana dia menempatkan kekudusan melalui latihan doa sebagai prioritas terpenting dari Gereja Katolik sejalan dengan tujuannya.

18 Januari 2002: Mantan iman John Geoghan didakwa melakukan perundungan seksual terhadap anak-anak dan dijatuhi hukuman penjara 10 tahun, sebagai bagian dari skandal pelecehan seksual. Kasus Geoghan merupakan salah satu dari skandal-skandal terburuk dalam Gereja Katolik di zaman modern.

2 April 2005: Paus Yohanes Paulus II meninggal-dunia pada usia 84 tahun. Pemakamannya disiarkan ke segenap penjuru dunia melalui media modern. Jutaan peziarah Katolik pergi ke Roma untuk memberikan penghormatan terakhir.

19 April 2005: Joseph Kardinal Ratzinger asal Jerman terpilih oleh Dewan Kardinal sebagai Paus Benediktus XVI, dan menjadi paus pertama yang terpilih pada abad ke-21 dan pada milenium ke-3.

18 Agustus 2005: Paus Benediktus XVI berkunjung ke Cologne, Jerman, kunjungan pertamanya di luar Italia. Melanjutkan Hari Pemuda Dunia yang dimulai oleh pendahulunya.

12 September 2006: Paus Benediktus XVI memberikan ceramah "Iman, Akal Budi serta Kenangan dan Renungan Universitas" di University of Regensburg. Mengutip Kaisar Manuel II Paleologus: "Tunjukkan padaku hal baru yang dibawa Muhammad, dan hal-hal yang akan kau dapati hanyalah keburukan dan ketidakmanusiawian, seperti perintah untuk menyiarkan dengan pedang iman yang dikhotbahkannya." dalam sebagian kecil dari ceramahnya mengenai iman dan akal budi, irasionalitas dari kekerasan, dan program de-helenisasi membangkitkan reasksi-reaksi keras dan mematikan dari umat muslim di seluruh dunia.

7 Juli 2007: Motu proprio Summorum Pontificum dikeluarkan oleh Paus Benediktus XVI yang secara eksplisit memperbolehkan Missale Romanum tahun 1962 sebagai bentuk luar-biasa dari Ritus Romawi. Harapan akan pemulihan skisma antara SSPX dan Gereja Katolik tersirat dalam surat lampiran pada motu proprio tersebut.

Recent Post